Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Pengertian Skala Suhu, Jenis. & Penjelasan Masing-Masing

Pengertian Skala Suhu, Jenis. & Penjelasan Masing-Masing - Suhu merupakan ukuran derajat panas dan dinginnya suatu benda dengan menggunakan alat ukur berupa termometer untuk mengetahui nilai skalanya. Skala suhu, yaitu nilai yang dihasilkan dari proses pengukurun suhu suatu benda. Sebagian orang hanya mengukur besaran suhu hanya dengan menggunakan indra peraba seperti kulit yang tidak bisa melihat berapa nilai dari besaran tersebut. Dengan perkembangan tekhnologi yang semakin canggih alat ukur suhu kini semakin berkembang untuk mempermudah dalam mengetahui tingkat derajat suatu benda.

A. Jenis-Jenis Skala Suhu


Skala suhu yang tertera pada setiap alat ukur tentunya berbeda-beda, sehingga terdapat beberapa jenis skala dan satuan dalam menyatakan nilai dari suatu suhu. Adapun jenis-jenis skala pada suhu adalah sebagai berikut :

1. Skala Suhu Celcius

Skala suhu celcius ini ditetapkan pada suatu nilai titik lebur es dan titik didih air pada tekanan 1 atm (atmosfer). Dimana pada titik lebur tersebut ditetapkan sebagai titik tetap yang diposisikan dibagian bawah, sedangkan titik didih air ditetapkan sebagai titik tetap atas. Materi es yang menjadi bahan penentu titik tetap bawah skala celcius haruslah berasal dari es murni untuk menghindari nilai titik leburnya rendah jika menggunakan materi yang tidak murni. Hasil dari pengukuran dengan skala Celcius ini dinyatakan dalam satuan derajat celsius atau dapat ditulis dengan lambang oC. Satuan suhu dalam skala celcius dari suatu pengukuran ini diterapkan di negara Indonesia. Skala suhu celcius pertama kali dikemukakan oleh seorang ilmuan astronom Swedia yang bernama Anders Celcius. Pada waktu itu Anders Celcius memaparkan mengenai skala celcius yang dirumuskan pada tahun 1742, dalam suatu publikasinya tentang “the origin of the Celsius temperature scale“.

Advertisement
2. Skala Suhu Fahrenheit

Skala suhu fahrenheit pertamakali diperkenalkan pada tahun 1686 – 1736 oleh seorang ilmuan yang berasal dari kebangsaan Jerman bernama Gabriel Daniel Fahrenheit. Biasanya skala Fahrenheit digunakan di negara Amerika Serikat. Dalam penentuan skala Fahrenheit sama dengan penentuan skala suhu Celcius, dimana titik lebur es untuk titik tetap bawah dan titik didih air sebagai titik tetap atas. Namun, pada pengukuran skala Fahrenheit titik lebur es diberi nilai 32 oF dan titik didih air 212 oF.

3. Skala Suhu Kelvin

Skala suhu kelvin pertamakali dikenalkan oleh Lord Kelvin seorang ilmuan bidang study Fisika yang berkebangsaan Inggris. Lord Kelvin melakukan pengamatan sederhana meneliti tingkat kenaikan energi kinetik pada suatu partikel yang dihubungkan dengan potensial suhu. Kemudian, pada titik tertentu ditemukan pada suhu -273 oC kondisi partikel diam (berhenti bergerak). Oleh karena itu, tidak ada lagi energi kinetik yang bekerja pada suatu sistem dan suhu tidak dapat mengalami peningkatan seperti semula. Berdasarkan analisis tersebut Kelvin mengusulkan bahwa berlakunya nol mutlak, artinya suatu benda berkemungkinan akan memiliki suhu yang terendah. Dari hasil pengukuran pada skala suhu kelvin dapat dituliskan dengan satuan oK.

4. Skala Suhu Reamur

Skala suhu reamur pada awalnya dikemukakan pada tahun 1731 oleh Rene Antoine Ferchault de Reamur seorang ilmuan yang berasal dari Prancis. Pada skala suhu Reamur memiliki titik beku air sama dengan skala Celcius yang nilainya 0 derajat. Akan tetapi untuk titik didih air diberikan nilai sebesar 80 derajat. Oleh sebab itu dalam ukuran 1 oR akan sama dengan 1,25 oC atau dapat juga menggunakan satuan K (kelvin). Pada termometer dengan skala Reamur, dahulu cairan alkohol yang menjadi bahan utamanya. Dahulu termometer sering digunakan di negara Eropa, Prancis, dan Jerman. Dengan berkembangnya zaman saat ini termometer Reamur sulit untuk ditemukan dan berganti menjadi termometer Celcius.

Sumber :
https://informasiana.com/mengenal-4-skala-termometer/

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top