Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Bentuk-Bentuk Interaksi Antar Organisme & Penjelasan Masing-Masing

Bentuk-Bentuk Interaksi Antar Organisme & Penjelasan Masing-Masing - Interaksi atau hubungan timbal balik yang terjadi diantara tiap-tiap organisme merupakan sebuah keniscayaan yang terjadi di dalam sebuah ekosistem. Interaksi tersebut dapat terjadi di berbagai ekosistem. Misalnya saja pada ekosistem darat, air, danau, area persawahan, dan lain sebagainya. Interaksi yang terjadi dalam sebuah ekosistem dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok besar. Interaksi kelompok tersebut diantaranya ialah interaksi yang terjadi antar komponen biotik, antar komponen abiotik, dan antar komponen biotik dan abiotik. Akan tetapi pembahasan akan lebih tertuju pada interaksi yang terjadi antar komponen biotik.

Interaksi yang terjadi antar komponen biotik dapat direpresentasikan dengan adanya hubungan timbal balik antar organisme sejenis dan tidak sejenis di dalam sebuah ekosistem. Hubungan timbal balik ini secara umum terbagi atas tiga macam, diantaranya ialah :

A. Interaksi Antar Organisme


Interaksi antar organisme erat kaitannya dengan keterbutuhan sumber daya pokok seperti misalnya keterbutuhan akan bahan pangan, tempat tinggal, dan lain sebagainya. Interaksi yang terjadi antar makhluk hidup dapat saling memberi keuntungan, menguntungkan salah satu pihak, atau bahkan merugikan. Interaksi organisme secara umum dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis, diantaranya ialah :

1. Netral

Dalam interaksi ini kedua organisme tidak saling diuntungkan serta tidak pula dirugikan. Misalnya pada ikan dan katak dalam ekosistem danau.

2. Mutualisme

Mutualisme adalah interaksi yang saling memberikan keuntungan terjadi antar kedua organisme. Misalnya saja pada bunga dan lebah, burung jalak dan kerbau, dan lain sebagainya.

Advertisement
3. Parasitisme

Pada interaksi ini salah satu dari organisme akan mendapatkan keuntungan sedangkan yang lainnya dirugikan dengan adanya hubungan tersebut. misalnya saja pada kutu pada tubuh kucing, benalu pada inangnya, dan lain sebagainya.

4. Komensalisme

Komensalisme adalah hubungan yang memberikan keuntungan bagi salah satu organisme, sedangkan organisme lainnya tidak mendapatkan keuntungan dan tidak pula dirugikan. Misalnya saja pada ikan hiu dan ikan remora, tanaman sirih dengan inangnya, anggrek dengan pohon mangga, dan lain sebagainya.

5. Predasi

Predasi ialah hubungan yang terjadi antara dua organisme yang pada salah satunya berperan sebagai pemangsa, sedangkan yang lainnya sebagai organisme yang dimangsa. Misalnya saja pada kambing dan harimau, kijang dan serigala, tikus dan kucing, dan lain sebagainya.

6. Antibiosis / Amensalisme

Antibiosis adalah interaksi yang terjadi antar organisme yang pada salah satunya memperoleh keuntungan dengan melakukan sabotase terhadap organisme lainnya. Contohnya pada tanaman kamboja dan gamal yang menyebarkan zat racun ke tanaman sekitarnya. Sehingga tanaman-tanaman tersebut terhambat perkembangan serta pertumbuhannya.

B. Interaksi antar Populasi


Sama halnya seperti interaksi antar organisme, interaksi antar popolasi juga terjadi akibat adanya keterbutuhan akan sumber daya seperti kebutuhan mencari makan, tempat tinggal, dan lainnya. Pada interaksi semacam ini tidak terjadi pada individu dengan individu lainnya, melainkan melibatkan interaksi antara individu dengan populasi. Interaksi populasi terdiri atas beberapa macam, diantaranya ialah :

1. Kompetisi

Kompetisi dapat diartikan sebagai sebuah interaksi yang terjadi antar populasi dalam sebuah habitat yang di dalamnya terdapat persaingan untuk mendapatkan keterbutuhan pokok yang sama. Kompetisi terbagi menjadi dua macam, yakni kompetisi interspesifik dan intraspesifik. Kompetisi intraspesisfik adalah kompetisi yang terjadi antar individu dengan spesies yang sama. Sedangkan kompetisi Interspesifik adalah kompetisi yang terjadi antar populasi berbeda yang menempati habitat yang sama. Misalnya saja pada singa dan serigala yang berkompetisi untuk mendapatkan mangsa yang sama.

2. Alelopati

Alelopati adalah inetraksi yang terjadi antar populasi dimana salah satu populasi memiliki kecenderungan untuk menekan laju pertumbuhan populasi lainnya dalam habitat yang sama. Pada umumnya interaksi ini melibatkan senyawa metabolit sekunder ataupun senyawa khusus. Interaksi alelopati hampir menyerupai interaksi antibiosis. Yang membedakan adalah pada interaksi alelopati melibatkan adanya interaksi antar populasi. Sedangkan antibiosis terjadi di dalam cakupan antar organisme. Contoh dari interaksi alelopati adalah pada tanaman walmut yang menyebarkan senyawa yang berpotensi untuk menghambat pertumbuhan populasi tanaman lain. Hingga pada ahirnya tidak tersisa satupun tanaman selain populasi walmut di sebuah lahan yang pada mulanya ditumbuhi oleh populasi tanaman lainnya.

C. Interaksi antar Komunitas


Interaksi dalam cakupan ini dapat dikatakan sebagai hubungan antar makhluk hidup yang cukup kompleks. Interaksi ini terjadi pada kumpulan populasi di dalam sebuah habitat. Misalnya pada komunitas sungai dan sawah. Diantara kedua komunitas tersebut terdapat berbagai populasi yang saling berinteraksi satu sama lain. Komunitas sungai terdiri atas beberapa kumpulan populasi seperti populasi kepiting, ikan, udang, ganggang, kerang, ular air, phytoplankton, zooplankton, dan lain sebagainya. Sedangkan komunitas sawah terdiri atas populasi padi, ilalang, tikus, ular sawah, katak sawah, capung, keong mas, belut, dan lainnya. Kedua komunitas tersebut terjadi sebuah interaksi dengan adanya peredaran nutrient dimulai dari komunitas sungai menuju komunitas sawah. Pada mulanya area persawahan adalah sebuah lahan biasa yang tidak terdapat populasi di dalamnya. Dengan adanya aliran nutrient dari komunitas sungai memungkinkan komunitas sawah untuk menjadi sebuah tempat hidup berbagai populasi.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top