Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Penjelasan Evolusi Makhluk Hidup Lengkap

Penjelasan Evolusi Makhluk Hidup Lengkap - Dalam perkembangannya dari masa ke masa, teori menyebutkan bahwa makhluk hidup mengalami sebuah proses evolusi. Kata Evolusi berasal dari bahasa latin, yakni “evolvere” yang berarti membuka gulungan. Sedangkan jika diterjemahkan secara bahasa, Evolusi berarti proses perubahan makhluk hidup secara lambat dalam waktu yang sangat lama sehingga berkembang menjadi spesies baru yang lebih lengkap struktur tubuhnya atau dengan kata lain  proses perubahan struktur makhluk hidup dari bentuk yang sederhana menjadi lebih kompleks dalam jangka waktu yang sangat lama. Meskipun telah banyak ahli yang mengemukakan teori tersebut sebelumnya, namun tetap saja pencetus teori evolusi yang paling dikenal adalah Charles Darwin, seorang naturalis asal Inggris.

A. Penyebab terjadinya Evolusi


1. Adaptasi dan Seleksi Alam

Lingkungan yang ditempati oleh makhluk hidup mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Hal ini mendorong makhluk hidup yang menempati lingkungan tersebut untuk beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan salah satu caranya adalah melalui evolusi. Adaptasi tersebut merupakan salah satu mekanisme seleksi alam dimana yang dapat bertahan adalah yang berhasil dalam proses adaptasinya. Sebagai contoh, untuk beradaptasi terhadap lingkungannya yaitu sabana dengan tumbuhan perdu dan pepohonan tinggi beranting banyak, jerapah harus memakan dedaunan yang berada di ujung ranting. Jerapah berleher panjang yang dapat beradaptasi dengan lingkungan tersebut akan mampu bertahan hidup dan mewarisi sifat unggulnya pada keturunannya. Namun sebaliknya jerapah berleher pendek mengalami kepunahan karena tidak mampu beradaptasi dalam mekanisme seleksi alam yang terjadi. Adaptasi dan seleksi alam erat kaitannya dengan teori evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin.

2. Seleksi Buatan

Proses ini lazim dilakukan pada bidang pertanian dan peternakan dan bertujuan meningkatkan produksi, mutu, maupun daya tahan dari tumbuhan atau hewan yang dibudidayakan. Sebagai contoh pada persilangan burung dara biasa dengan burung dara yang memiliki ekor seperti kipas. Setelah dikawinkan, dilakukan seleksi pada keturunan burung dara tersebut yang memiliki ekor berbentuk kipas sesuai dengan tujuan semula.

B. Teori Evolusi dan Para Pencetusnya


Terdapat beberapa tokoh yang mengemukakan teori evolusi dari waktu ke waktu, diantaranya ialah :

1. Aristoteles (384-322 SM)

Ia merupakan seorang filsuf asal Yunani yang mengatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda tak hidup yang terjadi secara spontan (generatio spontanea). Teori ini dikenal dengan sebutan teori abiogenesis. Berdasarkan teorinya, ia meyakini bahwa ikan dan katak berasal dari lumpur. Aristoteles tidak sendiri, teorinya ini diperkuat oleh Antonie Van Leeuwenhoek setelah berhasil menemukan sebuah mikroskop sederhana yang digunakan untuk mengamati setetes air rendaman jerami. Ia menemukan adanya makhluk-makhluk yang amat kecil di dalam setetes air tersebut. Meskipun dianggap berhasil membuktikan teori abiogenesis, Antonie Van Leeuwenhoek berkeyakinan bahwa makhluk hidup tersebut berasal dari udara. Bukan jerami yang membusuk seperti yang diyakini oleh peneliti lainnya.

2. Empedoclas (495-435 SM)

Menurut teori yang ia kemukakan, kehidupan berasal dari lumpur hitam yang mendapat sinar matahari dan berubah menjadi makhluk hidup. Makhluk hidup yang sederhana itupun berevolusi menjadi mahkluk yang lebih kompleks. 

3. Anaximander (500 SM)

Advertisement
Anaximander merupakan ilmuan yang menyatakan bahwa manusia berasal dari makhluk akuatik yakni ikan. Menurutnya manusia dan hewan lainnya dibesarkan di dalam perut seekor ikan sebelum kemudian hidup di daratan. Teori tersebut diperolehnya melalui observasi di lautan Yunani terhadap ikan hiu yang menjaga anak-anaknya di dalam perutnya.

4. Count De Buffon (1707-1788)

Menurutnya variasi-variasi yang terjadi karena pengaruh alam sekitardiwariskan sehingga terjadi penimbunan variasi.

5. Sir Charles Lyell (1797-1875)

Ilmuan asal Skotlandia ini terkenal dengan pendapatnya yang menyatakan bahwa permukaan bumi terbentuk secara bertahap dalam jangka waktu yang sangat lama. Pendapatnya ini ditulis di dalam buku berjudul Principles of Geology. Setelah pendapatnya ini dikemukakan, maka bermunculanlah para ahli biologi yang mengungkapkan bahwa makhluk hidup juga mengalami perubahan secara berangsur-angsur dan dalam jangka waktu yang sangat lama. Perubahan yang terjadi hanya merupakan penyimpangan dari sifat-sifat yang dimiliki oleh pendahulunya sehingga lahir generasi dengan sifat baru. Namun seiring berjalannya waktu, penyimpangan yang terjadi semakin banyak sehingga yang lahir justru adalah spesies baru. Peritiwa ini menjadi awal mula berkembangnya teori-teori evolusi berikutnya seperti yang dikemukakan oleh Lamarck dan Charles Robert Darwin.

6. Lamarck

Ahli biologi berkebangsaan Perancis ini mengemukakan teori asal muasal makhluk hidup dengan menghubungkan antara makhluk hidup sederhana dengan makhluk hidup yang kompleks. Terdapat beberapa poin penting dalam teorinya yang meliputi :

- Makhluk hidup dengan kompleksitas tinggi berasal dari makhluk hidup sederahana sebagai nenek moyangnya.
- Untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, organ tubuh makhluk hidup senantiasa mengalami adaptasi.
- Organ tubuh yang sering digunakan akan berkembang menjadi lebih sempurna sedangkan yang tidak digunakan akan menghilang. Teori ini disebut juga dengan sebutan teori Use and Disuse.
- Perubahan sifat organ tubuh akan diwariskan kepada keturunannya seperti pada jerapah berleher pendek yang akan beradaptasi dengan cara menjulurkan lehernya untuk menjangkau makanan yang tinggi sehingga ia memiliki leher yang panjang. Sifat leher panjang ini akan diwariskan kepada keturunannya sehingga semua jerapah berleher panjang.

7. Charles Robert Darwin

Bapak teori evolusi ini mengawali observasinya dengan cara ikut dalam perjalanan kapal HMS Beagle pada usia 22 tahun. Kapal tersebut berlayar ke berbagai tempat dengan tujuan memetakan pesisir Amerika Selatan. Selama mengikuti perjalanan, ia menemukan fosil berbagai macam hewan yang punah dan diantaranya ada yang memiliki kemiripan dengan hewan yang masih ada. Perjalanannya pun sampai di kepulauan Galapagos dimana variasi antara hewan dan tumbuhan tampak sangat jelas. Di antara pengamatannya ia menemukan 14 jenis burung Finch yang ditandai dengan bentuk dan ukuran paruh yang berbeda-beda. Ini merupakan bentuk adaptasi burung Finch terhadap jenis makanannya. Terdapat bebrapa hal penting yang diperolah dari pengamatan Darwin, diantaranya yaitu :

- Sumber daya alam yang tersedia di bumi ini terbatas sehingga terjadi kompetisi antar makhluk hidup untuk dapat terus bertahan hidup.
- Dalam  populasi makhluk hidup terdapat variasi dan tidak ada dua individu yang sama persis. Variasi umumnya dapat diwariskan.
- Proses seleksi alam memicu terjadinya adaptasi dan populasi lambat laun dapat beradaptasi lebih baik terhadap lingkungannya.

C. Perbedaan Antara Teori Lamarck dan Darwin


Meskipun bersumber dari pengetahuan yang sama, namun terdapat perbedaan pendapat mengenai apa yang terjadi pada makhluk hidup menurut Lamarck dan Charles Darwin. Menurut Lamarck perubahan sifat nenek moyang dapat diwariskan pada keturunannya. Seperti pada contoh jerapah berleher panjang. Menurutnya nenek moyang jerapah memiliki leher yang pendek, namun ia harus menjangkau dedaunan di pepohonan yang tinggi sehingga jerapah beradaptasi dengan cara memanjangkan lehernya. Sifat leher jerapah yang panjang tersebut diwariskan pada keturunannya sehingga semua jerapah memiliki leher yang panjang. Berbeda halnya dengan yang disampaikan oleh Charles Darwin yang mengemukakan bahwa evolusi terjadi melalui seleksi alam dengan adanya adaptasi. Menurutnya nenek moyang jerapah terdiri dari dua jenis yakni jerapah berleher panjang dan pendek. Ketika harus menjangkau makanan di pepohonan yang tinggi, jerapah berleher panjang dapat melakukannya sedangkan jerapah berleher pendek tidak mampu sehingga ia mati.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top