Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Penjelasan Lengkap Sistem Integumen Pada Ikan

Penjelasan Lengkap Sistem Integumen Pada Ikan – Hewan tingkat tinggi memiliki sistem yang kompleks. Salah satunya sistem integument yakni kulit beserta derivatnya. Beragamnya habitat hewan akan menyebabkan perbedaan sistem integument yang akan ditemukan. 

Salah satunya pada ikan yang merupakan hewan air. Meskipun semua ikan hidup di dalam air, juga akan ditemukan perbedaan tipe – tipe integumennya. Berikut susunan sistem integument pada ikan. 

1. Lapisan Epidermis


Lapisan epidermis merupakan lapisan kulit yang terletak paling luar. Lapisan ini yang membatasi tubuh dengan lingkungan. Karenanya, lapisan ini memiliki fungsi utama sebagai pelindung. 

Seperti halnya dengan jaringan pelindung pada hewan, bagian kulit ikan tersusun atas lapisan jaringan epitel yang menyusun tubuh dan melindungi bagian tubuh ikan sebelah dalam dari gangguan mekanik serta infeksi ataupun gangguan lainnya. 

Sebagai lapisan terluar pada tubuh ikan, epidermis tak hanya berperan sebagai pelindung, namun juga memiliki fungsi lainnya antara lain:

a. Pelindung 

Lapisan epidermis terletak pada bagian luar yang berbatasan dengan lingkungannya. Perlindungan lapisan epidermis ini berfungsi untuk melindungi dari ancaman infeksi patogen atau lainnya. Maka bentuk – bentuk perlindungan yang dilakukan oleh lapisan epidermis antara lain ialah menghasilkan lendir. 

Fungsi lendir selain untuk melindungi tubuh ikan jug memiliki fungsi agar tubuh ikan tetap lembab dan juga meudahkan pergerakan ikan di dalam air. 
  
b. Osmoregulasi

Lapisan epidermis berbatasan langsung dengan lingkungan, oleh karenanya ia akan menjadi salah satu organ osmoregulasi pada hewan, seperti halnya pada ikan. Melalui lapisan ini, pengikatan atau pelepasan air dan juga mineral akan berlangsung secara difusi. 

c. Eksresi

Bersamaan dengan fungsi osmoregulasi yang dilakukan oleh kulit, melalui epidermis juga akan dibuang senyawa – senyawa yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. 

d. Identifikasi

Pada bagiann epidermis terdapat pigmen warna yang dijadikan sebagai alat untuk identifikasi jenis atau tipe ikan. 

Lapisan epidermis tersusun atas beberapa lapisan sel yang lebih tipis dibanding lapisan dermis. Pada lapisan yang berbatasn dengan lapisan dermis terdapat lapisan yang berperan untuk regenerasi sel yang aktif mengadakan pembelahan sel guna menggantikan sel  - sel yang mengelupas. 

2. Lapisan Dermis


Dibanding dengan lapisan epidermis, lapisan ini ukurannya lebih tebal. Serupa dengan lapisan dermis pada hewan lainnya, lapisan dermis pada ikan mengandung syaraf, pembuluh darah, jaringan ikat, reseptor, dan lainnya. 

Pada lapisan ini juga akan terbentuk derivate – derivate dermis yang akan membentuk bagian tubuh lainnya seperti sisik. Lapisan dermis tersusun atas stratum laxum dan stratum compactum. Di bagian stratum laxum merupakan lapisan yang berbatasan dengan epidermis. Di lapisan ini terdapat chromatophora yang berfungsi memberikan warna pada kulit ikan. Sementara lapisan compactum berisi jaringan kolagen dan bagian dari jaringan ikat lainnya. Di bawah lapisan dermis terdapat lapisan hypodermis yang berisi simpanan cadangan lemak. 

Advertisement

3. Derivat- Derivat dari Sistem Integument 


Berikut ini adalah macam – macam derivat dari sistem integument:

a. Sisik

Sisik merupakan modifikasi lapisan dermis. Pembentukan sisik terjadi melalui proses evaginasi lapisan dermis ke lapisan epidermis. Namun, beberapa ikan memiliki sisik yang terbentuk dari proses invaginasi lapisan epidermis ke lapisan dermis. 

Fungsi sisik pada ikan selain untuk melindungi tubuh ikan juga berperan sebagai rangka tubuh bagian dalam.  Macam – macam bentuk sisik pada ikan:

1) Placoid, sisik ini disebut sebagai sisik gigi lantaran bentuknya memamng menyerupai gigi. Struktur sisik placoid keras memiliki enamel dimana di dalamnya mengandung pembuluh darah dan juga saraf. Jenis sisik ini dimiliki oleh ikan hiu. 

2) Cosmoid, jenis sisik ini mirip seperti sisik plakoid hanya saja memiliki bentuk yang lebih mendatar. Sisik cosmoid ditemukan pada kelompok ikan purba, seperti ikan paru – paru. Struktur sisik ini menyerupai gigi dan tulang. 

Tersusun atas dua lapisan utama, yakni lapisan isopedine yang keras dan lapisan cancellous yang merupakan lapisan spons yang mengandung banyak pembuluh darah. Sementara lapisan paling luar Cosmin merupakan komponen nonselular yang merupakan lapisan yang mengandung vitrodentin berguna untuk member bentuk sisik yang keras. 

3) Ganoid, sisik ini serupa dengan sisik cosmoid hanya saja lapisan cosminnya diganti dengan lapisan ganoin. Jenis sisik ini memiliki bentuk belah ketupat contohnya terdapat pada ikan – ikan purba.

4) Cycoloid, sisik ini terdapat pada kelompok ikan primitive. Susunan sisik ini lebih halus dan lembut. Stuktur sisik ini mirip dengan sisik ganoid hanya saja kehilangan lapisan ganoinnya sehingga ukurannya lebih tipis. 

5) Ctenoid, sisik ini memiliki bentuk menyerupai sisir (cteno= sisir). Strukturnya menyerupai cycloid hanya saja bentuk pada ujungnya yang berbeda. 

b. Lendir

Lendir merupakan cairan yang dihasilkan oleh sel – sel kelenjar yang terdapat di lapisan epidermis. Cairan ini berbentuk seperti jeli yang kental yang berfungsi melindungi tubuh ikan. Lendir dimiliki oleh ikan – ikan yang tidak memiliki sisik. 

Adanya lendir ini berguna untuk melindungi tubuh ikan dari gesekan yang terjadi saat ikan bergerak di perairan. Selain itu, lendir juga berperan dalam melindungi tubuh ikan dari infeksi pathogen. Hal ini karena lendir mengandung berbagai macam senyawa glycoprotein yang mampu menghalangi masuknya pathogen ke dalam tubuh ikan.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top