Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Syarat-Syarat Pertumbuhan Mikroorganisme

Syarat-Syarat Pertumbuhan Mikroorganisme – Setiap makhluk hidup akan mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan, tak terkecuali dengan kelompok mikroorganisme. Berbeda dengan kelompok makroorganisme yang mana masa pertumbuhan dan perkembangannya dapat dengan mudah diamati kita, kelompok mikroorganisme memiliki perlakuan khusus. Dengan ukuran tubuh yang sangat kecil (tak tampak oleh mata) maka kita harus lebih memperhatikan tentang kebutuhan pertumbuhan dari kelompok mikroorganisme. Dengan memerhatikan hal – hal yang memengaruhi pertumbuhan mikroorganisme ini sangat menguntungkan bagi pelaku industri yang melibatkan mikroorganisme tertentu. 

Contohnya seperti pembuatan minuman susu fermentasi yang melibatkan bakteri atau mikroorganisme lain, memiliki syarat tumbuh agar bakteri yang terkait dapat berkembang baik pada media tersebut, sehingga akan menguntungkan pelaku industri. Sementara yang termasuk kelompok mikroorganisme adalah segala organisme yang memiliki ukuran mikro (kecil) atau renik, yang tak dapat dilihat tanpa menggunakan alat bantu seperti mikroskop. Contoh dari kelompok mikroorganisme antara lain bakteri, virus, jamur remik, protozoa, dan alga. 

Pertumbuhan mikroorganisme tak dapat didefinisikan seperti halnya pada kelompok makroorganisme. Pertumbuhan mikroorganisme merupakan bertambahnya jumlah sel atau pembentukan koloni mikroorganisme tersebut. Melihat ukuran tubuh kelompok mikroorganisme yang sangat renik, mikroorganisme memiliki karakter yang lebih sensitif dibanding kelompok makroorganisme. Hal ini sangat memengaruhi lingkungan yang cocok bagi pertumbuhan mikroorganisme. Setiap mikroorganisme akan memiliki syarat lingkungan yang berbeda dalam tahapan pertumbuhan. Secara general, syarat – syarat lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan mikroorganisme antara lain:

1. Sumber Energi


Energi diperlukan oleh setiap organisme untuk metabolisme di dalam sel tak terkecuali pada pertumbuhan mikroorganisme. Melihat begitu beragamnya mikroorganisme, sumber energi yang diperoleh akan berbeda – beda. Pada dasarnya energi diperoleh dari perombakan senyawa karbon baik secara aerob (dengan oksigen) ataupun anaerob. Sementara mikroorganisme mendapatkan senyawa karbon yang digunakan sebagai sumber energi dapat dibedakan menjadi dua kelompok:

a. Fototrof, adalah kelompok mikroorganisme yang memperoleh sumber energi (senyawa karbon) dengan memanfaatkan cahaya matahari atau cahaya lain yang frekuensinya sama. Contoh dari kelompok ini yaitu, alga dan beberapa bakteri tertentu.
b. Kemotrof, adalah kelompok mikroorganisme yang memeroleh sumber energi dengan menggunakan energi kimia yang diperoleh dari lingkungan. Energi kimia tersebut dapat bermacam – macam, seperti nitrogen, karbon, sulfur, atau methana. Contoh dari kelompok ini ialah bakteri dan khamir (jamur renik).

2. Nutrisi


Nutrisi atau sumber pangan sangat penting untuk proses pertumbuhan mikroorganisme. Seperti layaknya makroorganisme, mikroorganisme memiliki kebutuhan akan nutrisi untuk menopang segala aktivitas metabolisme yang berlangsung di dalam tubuh. Nutrisi – nutrisi yang dibutuhkan oleh mikroorganisme biasanya lengkap ditambahkan dalam media pertumbuhannya. Setiap mikroorganisme memiliki kekhasan akan nutrisi tertentu dalam pertumbuhannya. Misalnya, bakteri laktat akan tumbuh dengan baik pada media dengan banyak laktosa (susu), sementara bakteri gram negatif akan sebaliknya. Dengan demikian, kebutuhan nutrisi tiap mikroorganisme akan berbeda – beda. Hal ini juga mencakup akan keseimbangan mineral yang dibutuhkan oleh mikroorganisme.  

3. Derajat Keasamaan (pH)


Lingkungan akan memiliki derajat keasaman yang beda tergantung pada komposisi di dalamnya. Hal ini akan memengaruhi mikroorganisme mana yang akan tumbuh dengan baik. secara umum, mikroorganisme akan tumbuh dengan baik pada pH netral (sekitar 7), sementara ada beberapa mikroorganisme yang memiliki pH asam ataupun basa untuk proses pertumbuhannya. Berdasarkan pH optimalnya, maka mikroorganisme dibedakan menjadi:

a. Asidofilik merupakan kelompok mikroorganisme yang tumbuh dengan baik pada media (lingkungan) yang memiliki pH asam yakni di bawah angka enam (pH < 6). Kelompok ini biasanya dihuni oleh kelompok jamur serta beberapa bakteri seperti Helicobacter pylori penyebab radang lambung yang dapat bertahan melewati asam lambung dengan pH 2. 
b. Neutrofilik yaitu kelompok mikroorganisme dengan pH optimum netral (pH 6 – 7) untuk pertumbuhannya. Kelompok ini merupakan mikroorganisme pada umumnya. 
c. Basofilik kebalikan dari asidofilik, kelompok ini memiliki pH yang tinggi untuk dapat tumbuh dengan baik. pH pertumbuhan dari kelompok basofilik yaitu di atas 7 (pH > 7), misalnya pada kelompok mikroba yang hidup di dasar laut kapur atau lingkungan basa lainnya. 

Advertisement

4. Suhu


Pengaruh suhu pada pertumbuhan mikroba sangat penting. Pasalnya, suhu dapat memengauhi enzim yang membantu proses metabolisme. Setiap mikroorganisme memiliki suhu optimum sebagai syarat pertumbuhan. Berdasarkan suhunya, mikrooragisme dibedakan menjadi:

a. Psikrofilik, golongan mikroba yang tumbuh pada lingkungan dengan suhu 0°C sampai 25°C. Sementara itu, suhu optimum kelompok ini ialah antara 10°C sampai 20°C. mikroorganisme kelompok ini dapat hidup pada lingkungan yang sangat dingin, contohnya mikroba yang dapat bertahan di lemari es.  
b. Mesofilik merupakan kelompok mikroorganisme yang tumbuh dengan baik pada suhu antara 20°C sampai 40°C. Suhu ini merupakan suhu sebagian banyak mikroorganisme pada umumnya. 
c. Termofilik termasuk kelompok mikroorganisme yang tumbuh pada suhu yang tinggi yakni optimun pada suhu antara 50°C sampai 60°C. Kelompok ini dapat ditemukan pada kawah gunung berapi atau sumber air panas, seperti bakteri belerang. 

5. Air


Sepertinya semua setuju bahwa air merupakan komponen dasar dari organisme. Air berfungsi sebagai pelarut dan peranannya sangat erat dengan transportasi zat serta berlangsungnya metabolisme. Kebutuhan air juga diperlukan bagi pertumbuhan mikroorganisme. Tanpa air maka proses metabolisme akan terhalang. 

6. Oksigen


Ketersediaan oksigen dapat memengaruhi pertumbuhan mikroba. Beberapa mikroba memerlukan oksigen untuk tumbuh, sementara yang lain tidak toleran terhadap keberadaan gas ini. Oleh karena itu, berdasarkan kebutuhan oksigen, mikroorganisme dibedakan menjadi:

a. Aerob merupakan kelompok mikroorganisme yang tumbuh memerlukan gas oksigen bebas (O2) di alam. Aerob dapat dibedakan lagi berdasarkan tingkat kebutuhannya, yaitu:

1) Mikroaerob kelompok yang memerlukan sedikit oksigen bebas.
2) Kapnofil kelompok yang memerlukan oksigen, hanya saja kebutuhan oksigen yang terlarut dalam senyawa karbon seperti karbondioksigen lebih besar dibanding oksigen bebas itu sendiri. Contohnya seperti pada koloni bakteri limbah.
3) Anaerob fakultatif merupakan kelompok mikroba yang menyesuaiakan lingkungannya. Ketika tersedia oksigen maka akan menjadi aerob, sementara mampu bertahan hidup ketika oksigen bebas tidak tersebia (fase anerob). 

b. Anaerob merupakan kelompok mikroba yang menggunakan oksigen yang terlarut dalam senyawa lain, misalnya CO(x), NO(x), SO(x), atau PO(x). keompok ini justru tidak toleran terhadap oksigen bebas. 

Demikian uraian mengenai syarat – syarat pertumbuhan mikroorganisme. Dengan mengetahui mana saja syarat yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroba, semoga dapat memberikan wawasan bagi kita semua dalam mempertimbangkan lingkungan yang sesuai dengan karakteristik mikroba yang ingin dibiakkan. Sehingga dapat menghasilkan produk yang diinginkan dan menguntungkan bagi sesama.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top