Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Sejarah Penemuan Sel dan Cara Mengamati Sel

Sejarah Penemuan Sel dan Cara Mengamati Sel – Penemuan sel tak lekang dari kontribusi Antonie Van Leeuwenhoek yang berhasil menemukan miskroskop sederhana berlensa tunggal miliknya. Penemuannya itu berhasil menumbangkan teori Generatio Spontanea yang berpendapat bahwa makhluk hidup tercipta dari benda tak hidup secara spontan. Pada saat itu, Antonie berhasil mengamati organisme renik yaitu bakteri dan protozoa. bakteri dan protozoa yang ditemuka Antonie pada saat itu dikenal sebagai jasad renik (mikroorganisme). Penelitian pada saat itu berfokus pada asal usul makhluk hidup. Setelah teori Biogenesis dikukuhkan, penelitian lanjutan menggunakan mikroskop dengan berbagai objek dilakukan. Penelitian ini mengungkapkan struktur dari organisme yakni penemuan sel. History mencatat banyak ilmuwan yang kemudian tertarik untuk meneliti struktur sel sejak penelitian yang dilakukan oleh Robert Hooke. Berikut perjalanan penemuan sel dan bagaimana cara mengamati sel.

A. Sejarah Penemuan Sel

Seperti yang telah diuraikan di atas, penemuan sel terjadi setelah penemuan mikroskop oleh Antonie yang memungkinkan untuk melihat benda – benda renik. Sel memiliki ukuran yang sangat mikro, sehingga memerlukan alat bantu untuk melihatnya. Adapun histori mencatat sejumlah peneliti yang berkontribusi dalam mengungkap sel, seperti sebagai berikut:

1. Robert Hooke

Dapat dikatakan bahwa Hooke adalah penemu sel untuk pertama kali. Ia melakukan pengamatan terhadap sayatan gabus yang diamati di bawah mikroskop. Ia sangat takjub akan apa yang dilihatnya yaitu kamar – kamar  kecil yang kemudian ia sebut sebut dengan istilah sel yang berarti kamar kecil. 
2. Schleiden dan Schwann

Kedua ilmuwa ini merupakan ilmuwan yang berbeda bidang serta mereka tinggal di tempat yan tidak bersamaan. Schleiden merupakan ahli botani, sedangkan Schwann adalah ahli zoologi. Keduanya mengamati preparat (objek) yang berbeda. Schleiden dengan pengamatannya yakni sayatan jaringan tumbuhan, semntara Schwann mengamati sayatan jaringan hewan. Meskipun, objek penelitianya berbeda, kesimpulan yang ditemukan dari kedua pengamatan ilmuwan tersebut ialah bahwa semua organisme disusun oleh sel.  Jaringan sel hewan yang diamati oleh Schwann terdiri atas banyak sel, begitu juga dengan preparat jaringan tumbuhan yang diamati oleh Schleiden. Oleh karena itu, sel adalah unit struktural suatu makhluk hidup.

3. Robert Brown

Robert Brown adalah seorang peneliti yang juga tertarik dengan pengamatan sel pada saat itu, Tahun 1831, ia melakukan penelitian dengan mengamatai preparat jaringan tumbuhan anggrek. Hasil penelitiannya itu menemukan suatu benda yang terapung dalam sel yang kemudian disebut dengan inti sel (nukleus). Penelitian lanjutannya menemukan bahwa nukleus ini hanya terdapat pada sel yang masih hidup dan berperan dalam aktivitas reproduksi sel. Dari penelitiannya ini ia menyimpulkan bahwa sel adalah unit reproduksi makhluk hidup.
4. Felix Durjadin dan J. Purkiye

Kedua ilmuwan ini juga tertarik untuk mengungkap sel. Pengamatannya terhadap sayatan sel yang diamati di bawah mikroskop menemukan bahwa sel memiliki cairan yang kemudian dikenal dengan protoplasma (sitoplasma). 

5. Max Schultze

Max mengungkap peranan protoplasma bagi kehidupan sel dan organisme. Penelitiannya menemukan bahwa protoplasma mengandung berbagai senyawa kimia yang penting bagi kehidupan sel. Segala aktivitas sel terjadi di dalam protoplasma. Penemuanya ini mengungkapkan bahwa sel adalah unit fungsional suatu makhluk hidup.

Advertisement
B. Cara Mengamati Sel

Untuk dapat melihat sel diperlukan alat bantu untuk melihat benda mikroskopis yaitu mikroskop. Ukuran sel yang sangat mikro tak dapat diamati dengan “mata telanjang”. Perkembangan teknologi kini mengembangkan berbagai mikroskop dengan teknologi yang terus diperbaharui untuk dapat melihat sel dari berbagai aspek. Ada beberapa tahapan yang dapat kita gunakan untuk mengamati sel:

1. Menentukan mikroskop

Tentunya tujuan pengamatan sel yang ingin kamu lakukan dapat menjadi panduan untuk menggunakan mikroskop jenis apa agar tujuan kamu dalam pengamatan ini dapat tercapai. Perkembangan teknologi telah mengembangkan berbagai jenis mikroskop yang mampu membantu mengamati objek (sel). Jenis – jenis mikroskop yang dapat digunakan untuk mengamati sel yaitu:

a. Mikroskop cahaya

Adalah jenis mikroskop yang paling umum digunakan oleh pengamatan pemula yang hanya ingin melihat bagaimana struktur sel penyusun suatu organisme. Sumber cahaya yang digunakan dalam mikroskop ini dapat berupa cahaya matahari atau cahaya lampu (mikroskop cahaya listrik). 

b. Mikroskop elektron

Jenis mikroskop ini sangat terbatas penggunaannya. Biasa digunakan oleh para peneliti atau ilmuwan. Selain yang harganya lebih mahal, mikroskop ini memiliki teknologi yang lebih maju dibanding mikroskop cahaya. Mikroskop ini menggunakan eletron sebagai sumber untuk mengamati sel. Pembesaran yang diperoleh dari mikroskop ini adalah 400 lebih besar dibanding mikroskop cahaya. Oleh karena itu, akan diperoleh gambar yang lebih jelas ketika mengamati sel menggunakan mikroskop ini. 

2. Membuat preparat/objek benda

Sel penyusun semua organisme, baik uniseluler maupun multiseluler. Pengamatan organisme uniseluler yang hanya tersusun oleh satu sel akan dirasa lebih mudah, karena tidak perlu membuat sayatan tipis. Sementara pengamatan organisme multiseluler, kita harus membuat preparat terlebih dahulu dengan mengiris atau memotong bagian tubuh organisme multiseluler setipis mungkin. Hal ini bertujuan agar sel dapat diamati di bawah mikroskop. Potongan yang terlalu tebal akan menghasilkan  gambaran yang tidak jelas di bawah mikroskop.

3. Mengamati sel di bawah mikroskop

Mikroskop cahaya adalah jenis mikroskop yang sering digunakan dalam dunia pendidikan. Melalui mikroskop ini kita akan dapat melihat struktur selnya saja. Untuk dapat mengamati sel di bawah mikroskop, preparat yang telah dibuat pada tahap sebelumnya diletakkan di gelas objek yang kemudian ditutup dengan cover glass. Pengamatan sel dengan mikroskop cahaya dapat sampai pada pembesaran 1000x. Atur lensa sampai pada pembesaran yang diinginkan, tentunya makin besar pembesaran lensa maka gambar preparat di bawah mikroskop akan semakin besar. Pengamatan sel bakteri sangat dianjurkan sampai pada minimal pembesaran 1000x. 

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top