Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Macam-Macam Otot Pada Manusia & Penjelasan Lengkap

Macam-Macam Otot Pada Manusia & Penjelasan Lengkap -  Ciri khas yang dimiliki oleh hewan seperti pada manusia ialah kemampuannya bergerak bebas. Pergerakan yang dimiliki oleh manusia dan hewan lainnya tak lain merupakan peran dari jaringan otot yang menyusun tubuh manusia. Jaringan otot memiliki protein kontraktil – aktin dan miosin – yang tersusun berdampingan. Kontraksi dan relaksasi yang ditimbulkan oleh kedua protein ini menimbulkan suatu gerakan yang menggerakkan tubuh hewan. Manusia dan hewan vertebrata lainnya memiliki tubuh yang lebih kompleks dibanding hewan lainnya. Begitu juga halnya dengan jaringan tubuh yang dimiliki. Jaringan otot yang menyusun tubuh manusia memiliki beragam jenis yang disesuaikan dengan fungsi yang dimilikinya. Terdapat tiga jenis otot yang menyusun tubuh manusia dan vertebrata lain yang memiliki karakter yang berbeda – beda dengan fungsinya masing - masing. Ketiga jenis otot ini ialah:

1. Otot Lurik


Otot lurik dikenal juga sebagai otot rangka merupakan otot yang selama ini kita kenal sebagai daging. Struktur protein aktin dan miosisn yang berselang – seling sehingga menimbulkan corak gelap – terang yang terlihat sebagai lurik jiga diamati dibawah mikroskop. Struktur dan karakter dari otot lurik ialah sebagai berikut:

a. Bentuk: berkas silinder dan panjang

Sel – sel otot lurik berupa silinder yang panjang dalam suatu bundle sel – sel otot lurik yang terdapat di rangka. Membran yang membatasi sel otot lurik disebut sarkolemma, sementara sitosolnya disebut sarkoplasma. Berkas – berkas sel otot yang panjangnya mencapai 30cm tersusun atas miofibril yang merupakan bundle protein kontraktil aktin dan miosin. Perbedaan ukuran otot lurik pada seseorang bervariasi didasarkan pada jenis kelamin, gizi, usia, dan latihan. Hipertrofi adalah pertambahan ukuran otot yang disebabkan terjadinya peningkatan volume sel (karena latihan). Sementara hiperplasia merupaka pertambahan ukuran otot yang disebabkan oleh pertambahan jumlah sel (pembelahan sel). Pada otot lurik dan jantung pertambahan ukuran otot disebabkan oleh nutrisi dan latihan (hipertrofi), sementara otot polos mengalami hiperplasia. 

Sel otot lurik berbentuk serat otot yang membentuk berkas otot lurik dalam serabut otot. Epimisium meruakan jaringan ikat yang membungkus serabut otot, sementara itu perimisium merupaka jaringan ikat yang membungkus berkas – berkas serat otot dalam serabut otot. Endomisum adalah jaringan ikat yang membungkus serat – serat otot dalam berkas sel otot.

b. Corak: lurik

Protein kontraktil aktin dan miosin dalam miofibril serat otot lurik tersusun tumpang tindih sehingga menimbulkan corak serat melintang atau berlurik. Corak ini dimiliki juga oleh otot jantung. 

c. Inti: banyak dan ditepi

Otot lurik memiliki banyak inti yang berasal dari peleburan mioblas (sel induk sel otot) dan letaknya di tepi. Pada umumnya inti sel selalu berada di tengah (pada sel hewan), namun untuk sel otot lurik inti selnya terdorong oleh miofibril – miofibril yang mengisi sitoplasma. Selain itu, letak inti sel di tepi bertujuan untuk memudahkan kerja sel otot lurik itu sendiri.

d. Kerja: sadar

Kerja otot rangka atau lurik dikontrol oleh sistem saraf pusat. Artinya segala tindakan oleh otot rangka disadari atau dikenali oleh sistem saraf pusat.

e. Respon: cepat dan cepat lelah

Respon yang diterima oleh sel otot rangka cepat, namun, sel otot lurik cepat lelah. Hal ini disebabkan oleh penumpukan asam laktat pada serabut – serabut otot lurik yang merupakan sisa dari metabolisme pembentukan energi untuk menggerakkan sel otot.

f. Letak: rangka

Serabut – serabut sel otot lurik hanya terdapat pada sistem rangka. Oleh karena itu, otot lurik dikenal juga sebagai otot rangka. Daging yang kita makan dari hewn merupakan serabut – serabut otot lurik. Otot ini berfungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan rangka dalam sistem gerak. 

Advertisement

2. Otot Polos


Otot polos memiliki karakter yang berbeda dengan otot lainnya. Berbeda dengan otot lainnya, susunan protein miofibril (aktin dan miosin) pada otot ini sejajar, sehingga terlihat homogen. Berikut karakter yang dimiliki oleh otot polos:

a. Bentuk: gelendong

sel – sel otot polos memiliki bentuk gelendong yaitu bentuk oval dengan ujung yang runcing. jumlah sel otot polos bertambah melalui pembelahan sel – sel sebelumnya (hiperplasia). 

b. Inti: berjumlah satu dan di tengah

Sel otot polos memiliki satu inti sel dan letaknya di tepi. Karena susunan protein kontraktil yang sejajar maka tidak memengaruhi letak inti selnya. 

c. Corak: polos

Susunan protein kontraktil, aktin dan miosin pada sel otot polos tersusun sejajar. Sehingga, sel otot polos tidak memiliki corak lurik seperti otot rangka atau jantung. Corak homogen yang dimiliki otot polos menyebabkan warna dari sel ini polos atau putih. 

d. Kerja: di luar kendali otak

kerja sel otot polos diatur oleh sistem saraf autonom yaitu sistem saraf di luar kendali sistem saraf pusat. oleh karena itu, kerja sel otot tidak disadari oleh sistem saraf pusat atau oleh kita. kerja sel otot terjadi secara involunter (tidak disadari).

e. Tidak mudah lelah, gerakan lambat

Kontraksi sel otot polos dalam menjalankan tugasnya sangat lambat dibanding sel otot rangka atau jantung. Kontraksi sel otot polos ini terjadi secara perlahan – lahan seperti gerakan gelombang. Berbeda dengan otot rangka, kerja otot polos tidak mudah lelah. 

f. Letak: semua organ dalam kecuali jantung

Sel otot polos ditemukan menyusun semua organ dalam kecuali jantung. Seluruh saluran sistem pencernaan dan organ lainnya yang memiliki pergerakan akan disusun oleh otot polos. Dengan karakter yang dimiliki oleh otot polos akan menguntungkan dan menopang kerja organ dalam yang terjadi diluar kendali sistem saraf pusat (otak).

3. Otot Jantung


Sesuai dengan namanya, jenis otot ini hanya ditemukan pada jantung. Otot jantung memiliki karakter yang mirip dengan otot lurik dan otot rangka. Karakter yang dimiliki oleh otot jantung disesuaikan dengan fungsinya sebagai penggerak organ “pemberi kehidupan”, yaitu jantung. Berikut karakter dari otot jantung:

a. Bentuk silinder

Bentuk sel otot jantung hampir serupa dengan sel otot lurik yakni silinder namun tidak panjang. Sel – sel otot jantung pendek, sambung menyambung dengan otot jantung lainnya. 

b. Corak: lurik

Otot jantung memiliki corak yang sama dengan otot lurik yang ditimbulkan dari susunan protein miofibril yang terletak berselang – seling. Sehingga jika diamati sekilah tampak seperti otot lurik (rangka).

c. Inti: satu di tengah

Seperti otot polos, jumlah inti sel otot jantung ialah satu dan letakknya ditengah. Sel otot jantung pendek sehingga hanya memiliki satu inti sel.

d. Kerja: tak sadar

Serupa dengan sel otot polos, sel otot jantung bekerja di luar kendali otak (involunter). Kerja otot jantung diatur oleh medula oblongata (sumsum lanjutan) yang merupakan bagian dari otak belakang, dan juga dipengaruhi oleh saraf –saraf autonom. 

e. Respon lambat dan tidak cepat lelah

Kerja otot jantung lambat dan tidak boleh lelah. Otot jantung harus terus berkontaksi dan relaksasi untuk mempertahankan agar jantung tetap berdenyut. Sel otot jantung tidak boleh bekerja atau akan fatal akibatnya (jantung akan berhenti memompa = kematian). Oleh karenanya jalur yang respirasi sel yang terjadi di otot jantung senantiasa dalam kondisi aerob sehingga tidak menghasilkan asam laktat.

f. Letak: jantung

Seperti yang telah diuraikan, otot ini dirancang untuk menopanng kerja jantung sebagai organ penggerak kehidupan.

g. Memiliki percabangan 

Karakter ini hanya dimiliki oleh sel otot jantung. Sel – sel otot jantung pendek berbentuk silinder (tabung), namun saling berkesinambungan. Selain itu, sel – sel ini mengalami percabangan untuk memperluas hubungan dengan banyak sel jantung lainnya. Karakter ini sangat cocok bagi jantung yang terus memompa darah. Diskus interkalaris adalah istilah untuk pertautan antar sel jantung. Dengan percabangan ini, memberikan kemampuan jantung untuk memeras isinya, memompakan ke seluruh tubuh. 

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top