Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Bagian Bagian Telinga dan Fungsinya Masing-Masing

Bagian Bagian Telinga dan Fungsinya Masing-Masing – sistem pendengaran memungkin kita untuk mengatahui berbagai informasi auditory yang dipancarkan oleh alam sekitar. Maha agung Tuhan yang menciptakan manusia dengan kesempurnaan. Telinga salah satu alat indera yang diciptakan untuk menangkap gelombang suara yang dikeluarkan oleh organisme lain atau dari alam. Hanya saja, kemampuan manusia untuk menangkap gelombang suara memiliki batasan. Artinya tidak semua suara dapat ditangkap oleh telinga. Manusia dapat menangkap gelombang suara yang memiliki frekuensi sebesar 20 Hz sampai 20.00 Hz, diluar batas itu maka tidak dapat ditangkap oleh manusia. 

Beberapa hewan mampu menangkap suara dengan frekuensi kurang dari 20Hz seperti pada beberapa hewan tanah, ular, anjing, dan hiu. Sementara beberapa hewan mampu mendengan suara dengan frekuensi  lebih dari 20.000Hz (sonar) yang dimiliki oleh lumba – lumba dan kelelawar. Pendengaran sonar menguntungkan hewan tersebut karena mampu mendeteksi hewan lain atau makannnya dari jarak cukup jauh. Telinga berfungsi menerima setiap gelombang sura yang dapat ditangkap kemudian mengubahnya menjadi impuls saraf yang akan diteruskan ke dalam pusat pendengaran di otak untuk selanjutnya diartinya sebagai suatu suara.

STRUKTUR TELINGA MANUSIA


Telinga berkembang dari lapisan ektoderm sama seperti alat indera lainnya, kulit dan juga sistem saraf. Telinga manusia tersusun untuk menagkap gelombang suara dengan frekuensi antara 20Hz sampai 20.000Hz. Tuli adalah kehilangan kemampuan untuk mendengar yang dapat disebabkan oleh kerusakan struktur organ telinga atau bagian saraf auditori, atau merupakan kelainan gen. Telinga manusia dibagi menjadi tiga daerah, luar tengah, dan dalam. Keseluruhannya bekerja sama untuk menyampaikan rangsang berupa suara yang kemudian diubah menjadi impuls saraf untuk diteruskan ke pusat auditory.

1. Telinga luar

Telinga luar merupakan bagian telinga yang berbatasan dengan lingkungan. Bagian ini berfungsi untuk menangkap gelombang suara yang datang. Telinga luar terdiri atas:

a. Daun telinga (external pinna) yang ditopang oleh tulang rawan. Daun telinga berfungsi untuk mengumpulkan gelombang suara yang berhasil ditangkap kemudian meneruskan ke telinga dalam melalui saluran telinga. 

b. Saluran telinga (auditory tube). Saluran yang memiliki panjang sekitar 2,5cm pada orang dewasa ini tersusun atas tulang rawan. Saluran auditory berfungsi menyalurkan gelombang suara ke bagian berikutnya. Sel – sel epitelium pada saluran auditory menghasilkan minyak serumen yang berfungsi sebagai pelindung dari kotoran yang masuk atau menjerat hewan kecil yang masuk ke dalam lubang telinga. Menumpuknya minyak serumen ini dapat menggangu proses pendengaran. 

c. Gendang telinga (membran tympany) merupakan selaput tipis yang berfungsi mengubah gelombang suara menjadi getaran. Selaput tympany sangat tipis dan jika robek maka dapat menyebabkan ketulian. Berteriak kencang pada telinga teman atau mendengarkan musik dengan volume maximal dapat merobek selaput ini. Gelombang yang diterima akan menjadi getaran ketika menyentuh dinding selaput timphani yang sensitif. Getaran inilah yang kemudian akan diteruskan ke telinga tengah. 

Advertisement
2. Telinga tengah

Bagian ini pendek, berfungsi untuk menyalurkan getaran dari membran tympani sampai ke telinga bagian dalam. Telinga tengah tersusun atas:

a. Tulang telinga (osikel)

Tersusun atas tulang rawan yang menghubungkan telingan luar dengan telinga dalam. Maleus (martil) merupakan bagian yang berbatasan dengan membran tympani sekaligus berfungsi untuk menerima getaran dari membran tympani. Incus (landasan) menjadi penghubung antar tulang telinga yang menerima getaran dari maleus dan meneruskan ke stapes. Kemudian, stapes (sanggurdi) berperan meneruskan getaran tersebut sampai pada telinga dalam di bagian rumah siput.

b. Saluran eustachius

Merupakan saluran yang menjadi penghubung antar beberapa organ yaitu hidung dan tenggorok (ketiganya akan bermuara pada satu saluran). Saluran eustachius berfungsi sebagai pengatur keseimbangan tekanan pada telinga. Jika tekanan yang diterima terlalu besar maka akan diseimbangkan dengan membuangnya melalui tenggorokan dan dibuang melalui mulut. Itulah mengapa saat flu, telinga akan berdengung karena adanya hubungan melalui saluran ini.

3. Telinga dalam

Merupakan bagian paling inti dalam sistem pendengaran. Hal ini karena telinga dalam memiliki fonoreseptor yaitu reseptor yang peka terhadap suara atau bunyi dan mengubahnya menjadi impuls saraf ke otak. Selain itu, telinga dalam juga memiliki peran dalam keseimbangan posisi tubuh manusia. Telinga dalam terdiri atas:

a. Rumah siput (koklea) merupakan organ vestibuler (berongga) yang berisi cairan endolimfe. Koklea menerima getaran dari tulang sanggurdi yang menempel pada jendela oval. Getaran tersebut akan diteruskan oleh cairan endolimfe yang diproduksi oleh sel – sel di dalam koklea. Organ corti merupakan sel – sel reseptor yang berfungsi menangkap getaran ini. Organ ini berupa sel berambut. Getaran yang dibawa oleh cairan ini akan menggerakkan organ corti. Sehingga rambut – rambut pada organ corti akan bergerak “menyapu” yang akan mengenai membran tektorial. Gerakan – gerakan sel rambut inilah yang diubah menjadi impuls potensial listrik yang diteruskan oleh saraf auditori sampai ke pusat pendengaran di otak (lobus temporal) untuk kemudian diartikan dalam suatu pendengaran. Proses yang sangat cepat bukan. 

b. Saluran setengah lingkaran (semisirkularis)
Menempel pada rumah siput terdapat tiga saluran setengah lingkaran yang berkoordinasi dengan otak kecil untuk mengatur posisi tubuh. Pegaturan ini dipengaruhi oleh gravitasi bumi. Jadi, setiap perubahan posisi tubuh, diketahui oleh perubahan sel yang mengikuti arah gravitasi. 

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top