Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Pengertian, Fungsi Jaringan Tulang Rawan, dan Ciri-Cirinya

Pengertian, Fungsi Jaringan Tulang Rawan, dan Ciri-Cirinya – Tulang rawan atau disebut juga dengan kartilago merupakan sekelompok jaringan ikat yang berfungsi untuk menyokong tubuh hewan tingkat tinggi (vertebrata). Tulang rawan memiliki peran yang penting dalam pembentukan tulang sejati dan merupakan penyokong tubuh embrio vertebrata. 

Pengertian Tulang Rawan


Jaringan tulang rawan (kartilago) merupakan jenis jaringan ikat yang berfungsi menopang jaringan atau organ pada tubuh hewan. Jaringan ini berasal dari sel – sel mesenkim kemudian berdiferensiasi menjadi fibroblas. Sel ini sangat penting pada pembentukan tulang, karena selain menghasil sel lain (kondroblas dan osteoblas), fibroblas juga menghasilkan substansi dasar yang menyusun tulang pada pertama kali. Tulang rawan merupakan penopang utama pada pertumbuhan embrio hewan vertebrata sebelum digantikan dengan tulang sejati pasca kelahiran. Meski demikian, tulang rawan masih terdapat pada tubuh hewan dewasa sebagai pemopang orga tertentu yang memerlukan sifat elastik yang dimikili oleh tulang rawan. 

Ciri Tulang Rawan 


Tulang rawan memiliki ciri – ciri sebagai berikut:

1. Tersusun atas sel tulang rawan 

Tulang rawan tersusun atas sel – sel kondroblas yang akan berkembang menjati kondrosit. Sel – sel ini menghasilkan cairan berupa protein penyusun tulang rawan. Kondroblas dapat membentuk sel tulang keras. 

2. Substansi dasar: serat + protein

Sel – sel penyusun tulang rawan mensekresikan cairan ekstraseluler berupa kondoitin sulfat yang sifatnya lebih elastik dibanding dengan matriks penyusun tulang keras. Selain itu, tulang rawan disusun oleh serat yang sangat beragam, yaitu kolagen dan elastis. Komposisi serat ini sangat beragam sehingga membedakan jenis – jenis tulang rawan yang menyusun tubuh hewan.  

Advertisement

Jenis Tulang Rawan


Berdasarkan serat penyusunnya, tulang rawan dibedakan menjadi:

1. Tulang rawan hialin (kartilago hyalin)

Merupakan tulang rawan yang palin umum menyusun fetus (janin) dan beberapa tulang pada hewan (vertebrata) dewasa. Tulang rawan ini tersusun atas sel kondroblas dan kondrosit dengan serat kolagen halus (tipe 3) dan kondroitin sulfat yang sebagai penyusun substansi dasar. Diantara jenis kartilago lainnya, kartilago hyalin merupakan kartilago yang umunya lebih bersifat padat, kaku, dan berwarna putih. Kartilago hialin memiliki peranan sebagai penopang organ pernafasan, dan penopang tubuh embrio hewan vertebrata. Selain itu, hialin merupakan daerah pembentukan tulang sejati. Penyebaran kartilago hialin pada hewan vertebrata ditemukan pada cakram epifisis tulang sejati, trakea, ujung tulang rusuk, dan persendian. 

2. Tulang rawan elastin

Secara umum kartilago elastik memiliki struktur yang sama, tersusun atas sel kondrosit dan cairan kondroitin sulfat. Yang membedakan elastik dengan kartilago hyalin adalah serat penyusunnya. Kartilago elastik tersusun atas serat elastin yang lebih halus dari kolagen. Dengan demikian, kartilago elastik memiliki sifat yang lebih elastis (fleksibel). Kartilago ini berwarna kuning pada keadaan segar. Penyebarannya dalam tubuh ditemukan pada daun telinga, saluran eustachius, epiglotis, dan laring. 

3. Tulang rawan fibrosa

Fibriokartilgo merupakan tulang rawan dengan sifat intermediet (campuran) antara hialin dengan elastik. Kartilago ini disusun oleh serat kolagen kasar (tipe 1). Sementara substansi dasarnya tak terlihat jelas. Penyebarannya terdapat antara tulang vertebrae dan ligamen (penghubung tulang dan otot). 

Fungsi Tulang Rawan


Fungsi jaringan tulang rawan adalah sebagai berikut:

1. Menyokong jaringan/organ lunak 

Masa awal yang menyusun sistem rangka pada masa perkembangan embrio vertebrata ialah jajaran tulang rangka. Karakter tulang rawan yang lunak dan elastik ini menopang proses pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam telur ataupun rahim induk betina. Kemudia, kedudukan tulang rawan akan digantikan dengan rangkaian tulang sejati setelah embrio menetas. Namun, beberapa hewan memiliki tulang rawan sebagai penyokong tubuh sampai masa dewasanya, seperti pada hiu. Selain itu, tulang rawan masih ditemukan pada tubuh hewan vertebrata dewasa sebagai penyokong organ / jaringan lunak seperti, telinga, hidung, dan lainnya. 

2. Merupakan daerah pergeseran dalam persendian 

Sendi merupakan hubugan antar tulang sejati. Sendi tersusun atas tulang rawan dan cairan sinovial. Struktur yang kenyal pada tulang rawan ini sangat menguntungkan bagi pergerakan tulang sejati. Dalam melakukan pergerakan tulang – tulang ini akan mengalami gesekan satu sama lain. Struktur yang kenyal dan elastik melindungi gesekan yang dapat menyebabkan kerusakan mekanis dalam tulang. 

3. Membentuk tulang sejati

Bagian ujung (epifisis) tulang sejati merupakan daerah tulang rawan. Pada bagian ini berfungsi sebagai pertumbuhan proses pertumbuhan dan perkembangan vertebrata pada masa anak – anak akan mengalami pertambahan tinggi, yang merupakan pertambahan tulang sejati yang disebabkan oleh tulang rawan.  

4. Pembentukan tulang sejati

Pada proses osifikasi (penulangan) sekunder, jaringan tulang sejati dibentuk oleh sel – sel kondroblas (sel tulang rawan) yang berkembang menjadi sel – sel tulang keras (osteoblas), kemudian pada bagian matriksnya mengalami pengerasan oleh kalsium.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top