Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Virus - Sejarah Penemuan, Karakteristik, dan Contoh-Contohnya

Virus - Sejarah Penemuan, Karakteristik, dan Contoh-Contohnya - Kata virus pertama kali diperdengarkan pada tahun 1559 yang memiliki arti sebagai “racun”. Sebenarnya ilmuwan telah mendeteksi virus secara tidak langsung jauh sebelum penemuannya, melalui praktek vaksinasi yang telah lebih awal dikenal sebelum penemuan virus. Adalah Adolf Mayer ilmuwan jerman yang memprakarsai mengenai penyebab penyakit mozaik yang menyerang pada tanaman tembakau yang juga menjadi batupertama penemuan virus pada tahun 1883. 

Penyakit mozaik adalah suatu penyakit yang menyerang tanaman tembakau dengan menghambat pertumbuhan tembakau serta menimbulkan bercak-bercak kuning di daunya. Hal ini tentu sangat meresahkan petani tembakau pada masa itu. Hasil penemuan Mayer kala itu bahwa ternyata penyakit mozaik menular. Kenyataan ini diperoleh setelah Mayer menyemprotkan getah dari daun yang sakit ke tanaman tembakau lain yang sehat. Mayer meneliti getah penyebab penyakit dari tanaman yang sakit namun tidak ditemukan apapun di bawah mikroskop. sehingga dengan hal tersebut Mayer menyimpulkan bahwa penyakit mozaik disebabkab oleh bakteri yang berukuran lebih kecil dari biasanya. 

Hipotesis yang diungkapkan oleh Mayer bertahan selama 10 tahun lamanya dan terus diteliti oleh para ilmuwan. Pada tahun 1892 Dmitri Ivanosky kembali meneliti penyebab penyakit mozaik yang menyerang tanaman tembakau. Berkat kemajuan teknologi,  pekerjaan Ivan semakin mudah. Ivan menggunakan saringan bakteri yang digunakannya untuk menyaring getah tanaman tembakau yang sakit. Setelah disaring getah tersebut disemprotkan kembali ke tembakau yang masih sehat, dan ternyata tanaman getah yang sudah disaring tersebut masih manimbulkan penyakit bagi tanaman tembakau. Dari penemuan ini makan diperoleh suatu fakta bahwa penyebab penyakit mozaik. Ivan masih mempercayai bahwa penyebab penyakit mozaik adalah bakteri yang berukuran sangat kecil yang menghasilkan toksik mematikan sehingga mampu melewati saringan bakteri.

Sampai pada tahun 1897 seorang ahli botani Belanda M. Beijerinck yang menyatakan bahwa agen infeksi yang terdapat pada getah tanaman tembakau dapat bereproduksi. Pernyataan ini didasarkan atas penelitian Beijerinck yang menyaring getah dari tanaman sakit kemudian menyeprotkan pada tanaman sehat sehingga tanaman ini juga tertular kemudian ia mengambil getah pada tanaman yang baru terserang menyaringnya, kemudian menyeprotkan pada tanaman sehat lainnya, begitu seterusnya. Dengan demikian ia berkesimpuln bahwa patogen yang menyebabkan penyakit mozaik telah bereproduksi dan menyerang tanaman baru sama seperti pada tanaan lama. Fakta lain hasil peneliat Beijerinck ialah bahwa patogen tersebut ternyata hanya akan bereproduksi ketikan berada di dalam sel yang hidup. Hal ini karena Beijerinck mencoba ingin membiakan patogen tersebut pada cawan petri namun tidak tumbuh seperti ketika membiakkan bakteri. Selain itu, patogen ini tidak dapat disterilkan dengan alkohol sebagaimana biasanya mensterilkan bakteri. Dari fakta- fakta tersebut, Beijerinck mempercayai bahwa penyakit mozaik bukan disebabkan oleh banteri namun sesuatu yang berukuran lebih kecil dan lebih sederhana darinya. Dugaan Beijerinck berhasil terpecahkan oleh ilmuwan Amerika, Wendell Stanley yang pada tahun 1935 berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mozaik pada tanaman tembakau, yang sekarang dikenal dengan TMV- Tobacco Mozaik Virus. Seiring perkembangan teknologi kini pengamatan virus dapat dilakukan dengan bantuan mikroskop elektron. 


Karakteristik


Virus telah berhasil diidentifikasi dengan karakter yang dimilikinya yaitu:

a. Metaorganism

Virus dinyatakan sebagai organisme perantara. Hal ini karena virus tidak tersusun atas organel- organel sebagaimana layaknya suatu partikel hidup (teori sel setiap makhluk hidup tersusu atas sel), sedangkan virus bukan sel. namun kemampuan reproduksi virus adalah salah satu dari ciri- ciri makhluk hidup. Oleh karena itu para ahli sepakat mengatakan bahwa virus merupakan metaorganisme. Virus hanyak akan menunjukkan ciri hidupnya (reproduksi) ketika virus berada di dalam sel atau inang yang hidup. Kemampuan reproduksi virus ini karena virus memiliiki materi genetik yang sederhana yang menegndalikan replikasi virus.

b. Ukuran tubuh

Virus berukuran lebih kecil dari bakteri (hasil penelitian Ivan, virus lolos dari saringan bakteri). Ukuran tubuh virus amat kevil sehingga hanya dapat diamati dengan mikroskop elektron yang dapat menembus (memberi bayangan partikel dengan ukuran sangat kecil. Ukuran virus paling kecil memiliki diameter 20nm (1 nano= 10-12m), yang mana ukuran ini  lebih kecil dari ukuran organel ribosom (organel terkecil di dalam sel). 

Advertisement
c. Struktur tubuh

Tubuh virus dilindungi oleh suatu partikel protein yang disebut dengan kapsid. Bentuk kapsid sangat bervariasi bergantung pada jenis virus (polihedral, bulat, batang, dan lainnya). Kapsid tersusun atas kapsomer yaitu satuan unit protein penyusun kapsid. Beberapa virus memiliki struktur pelindung tambahan di luar kapsid yang tersusun atas molekul fosfolipid, protein , dan glikoprotein yang disebut dengan selubung virus (envelope). Envelope diperoleh dari membran sel inang yang diinfeksinya, seringkali selubung ini dapat mengalami perubahan jika menyerang jenis sel yang lain sehingga membuat variasi virus. 

Bentuk virus berbeda- eda tergantung pada jenis virunya. Virus T yang dikenal sebagai bakteriofaga (virus yang menyerang bakteri memuliki struktur tambahan seperti huruf T. Bagian tubuhnya dibedakan menjadi tida, kepala, leher, dan ekor. Kepla merupakan bagian asam nukleat yang dilindungi oleh kapsid, sedang leher dan ekor berfungsi untuk membantu virus ketika menempel dan menginfeksi sel bakteri. 

d. Materi genetik 

Asam nukleat virus yang berperan sebagai materi genetik hanya ada satu macam, DNA atau RNA. Inilah yang membedakan dengan organisme lain yang memiliki keduanya. Asam nukleat ini yang akan diinjeksi ke dalam sel inang yang akan menginfeksi dan mengambil alih fungsi metabolisme sel inang, mentranslasi kode- kode yang ada pada materi genetik sel inang. Hal ini karena virus tidak memiliki organel perangkat sintesis protein, oleh karena itu virus akan menggunakan organel- organel dari sel inang. Perbedaan asam nukleat akan mempengaruhi sifat virus, RNA merupakan asam nukleat rantai tunggal sedang DNA merupakan asam nukleat rantai ganda. Penetrasi asam nukleat pada sel inang akan mengendalikan sel inang untuk menjalankan perintah dari materi genetik virus. Jika virus RNA yang menginfeksi maka asam nukleat RNA akan merangsang enzim proses transkripsi balik. Dengan demikian protein- protein penyusun tubuh virus akan terbentuk melalui sintesis protein yang dilakukan oleh sel inang. 

Contoh virus berdasarkan kandungan asam nukleat:

1. Virus DNA, adenovirus, parvoviridae, poxviridae,bakteriofage, Herpes

2. Virus RNA, HIV (retroviridae),picornaviridae, orthomyxoviridae, 

e. Reproduksi 

Virus digolongkan ke dalam makhluk hidup karena kemampuannya bereproduksi. Meski tubuhnya sangat sederhana, virus mampu memperbanyak jumlahnya dengan reproduksi yang hanya dilakukan jika virus berhasil menginfeksi sel hidup. Jalur replikasi (perbanyakan) virus dibedakan menjadi:

• Daur litik, merupakan jalur replikasi virus yang mana materi genetik virus mengambil alih semua fungsi sel untuk mensintesis kode- kode asam amino pada materi genetik virus. Ciri khas pada daur ini, virus akan memecah sel inang setelah proses replikasi telah selesai dan akan menghasilkan begitu banyak koloni virus.

• Daur lisogenik. Pada daur ini pertama- tama, materi genetik virus akan bergabung dengan materi genetik sel inang. Sehingga ketika sel inang bereproduksi maka materi genetik virus akan ikut membelah dan memperbanyak. Sampai pada waktu tertentu, materi genetik virus akan memisah dari sel inang, dan menguasai seluruh fungsi sel, seperti pada layaknya daur litik.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top