Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Uraian Klasifikasi Artropoda Secara Lengkap

Uraian Klasifikasi Artropoda Secara Lengkap - Phylum artropoda merupakan kelompok hewan yang paling sukses hidup di bumi. Hal ini karena anggota filum artropoda dapat ditemukan di semua biosfer pada belahan bumi. Anggota filum artropoda yang telah berhasil dideskripsikan sekitar berjumlah satu juta spesies. Hewan- hewan artropoda memenuhi habitat yang ada di bui, air, daratan, dan udara. Dan artropoda merupakan kelompok terbesar penghuni keragaman hewan, sekitar 80% kelompok hewan merupakan filum artropoda. Keanekaragaman artropoda diklasifikasi menjadi beberapa subfilum yaitu:

1. Subfilum Trilobita


Trilobita (tri= tiga, lobus= segmen) merupakan subfilum paling tua pada filing artropoda. Semua nggota subfilum ini telah punah sekitar 250 juta tahun yang lalu dan memiliki habitat di lautan dangkal. Segmentasi pada trilobita sangat jelas, tubuh terbagi menjadi kepala, dada, dan perut. 

2. Subfilum Chelicerata


Anggota subfilum ini memiliki anggota badan tambahan untuk makan yang mirip dengan cakar disebut dengan chelicerae (bahasa Yunani, cheilos “bibir”; cheir “lengan”). Kelompok ini sebagian besar hidup di daratan. Chelicerata tidak memiliki antena dan juga mandibula, tubuhnya tersegmen menjadi dua bagian, cepalothorax (bagian kepala dan dada menyatu) dan perut (abdomen). Dibagian cepalothorax terdapat sepsang chelicerae, sepasang pedipalpus, dan empat pasang kaki. Chelicerata dibedakan menjadi dua kelas, merostomata dan arachnida.

Kelas merostomata merupakan chelicerata primitive yang hidup di perairan. Kepiting sepatu kuda (horseshoe crabs) merupakan salah satu anggota kelas. Merostomata memiliki ciri bentuk tubuhnya dilindungi oleh karapaks di bagian cepalothorax, sedang bagian perutnya tipis, panjang dan merunjing. Pada bagian ujung tubuhnya terdapat telson, yang merupakan perpanjangan karapaks berbentuk seperti dayung yang berfungsi untuk perlindungan dari predator dengan melemparnya ketika mulai mendekati. 

Merostomata merupakan predator hewan- hewan invertebrata lain yang ukurannya lebih kecil. Merostomata bernafas menggunakan insang0insang buku yang terletak pada sisi perutnya, tubuhnya dilengkapi dengan enam apekdiks, sepasang chelicera, sepasang pedipalpus, dan empat pasang kaki yang terletak di bagian cephalotorax. Sampai saat ini, hanya ada lima spesies yang hidup dari kelas merostomata sedang yang lainya telah punah.

Kelas arachida berjumlah sekitar 100.000 spesies yang telah berhasil diidentifikasi. Arachnida merupakan chelicerata terrestrial yang bernfas dengan paru-paru buku atau ada juga dengan trakea. tubuhnya terbagi menjadi dua segmen cepalothorax yang dilengkapi dengan enam apekdiks (sepasang chelicerae, sepasang pedipalpus, dan empat pasang kaki. Sedangkan pada bagian perut terdapat alat kelamin.  Pada Ordo Araneae yang merupakan kelompok laba- laba, bagian perutnya dilengkapi dengan alat pembuat jaring-jaring yang disebut dengan spineret. 

Jaring-jaring laba- laba merupakananyaman proteinmemiliki fungsi sebagai sarang, perangkap mangsa, dan sebagai jalur lintasan laba-laba. Beberapa laba-laba memiliki racun yang akan dikeluarkan melalui chelicerae. Kala jengking dari ordo scorpion memiliki racun yang dikeluarkan melalui cakar tajam dan runjung yang terletak pada bagian ujung tubuhnya. Sedangkan kutu dan tungau dari ordo Acari merupakan parasit pada vertebrata yang akan menghisap darahnya. Beberapa anggota Acari merupakan vektor pembawa penyakit. Arachnida merupakan karnivora biasanya akan memangsa hewan- hewan yang lebih kecil seperti serangga. 

Advertisement

3. Subfilum Crustaceae


Sekitar 40.000 spesies yangtelah berhasil diidentifikasi dari anggota subfilum crustaceae termasuk lobster, kepiting, udang, dan lainnya. Crustacea merupakan artropoda aquatik baik perairan tawar maupun laut. Ciri khas pada anggota subfilum ini ialah memiliki cangkang keras berkalsium (crust: kulit yang mengeras). Krustasea merupakan satu- satunya artropoda yang memiliki dua pasang antena, selain itu ia memiliki dua pasang maksila pada rahang atas dan sepsang mandibula pada rahang bawah, keduanya membantu dalam proses pengambilan makanan. 

Beberapa pasang kaki terletak pada bagian thorax sampai ke perut yang membantu berjalan, bereng dan juga sebagai alat kopulasi serta meletakkan telur- telur krustasea. Dibagian ujung perut terdapat ekor ‘telson” yang berfungsi sebgai reseptor. Tubuhnya terbagi menjadi tiga bagian, kepala, dada, dan perut. Subfilum ini dibedakan ke dalam beberapa kelas berdasarkan letak dan jumlah kaki. 

4. Subfilum Uniramia 


Subfilu ini merupakan kelompok terbesar pada filum artropoda mencakup kelas centipoda, milipoda, dan insekta. Dinamakan uniramia karena anggota kelompok ini memiliki kaki yang tidak bercabang. (uniramous= tak bercabang) dan memiliki sepasang antena serta dua pasang maksila. Respirasi pada anggota uniramia menggunkan trakea. uniramia merupakan penghuni daratan bumi.

Kelas chilopoda, lipan dan kelabang merupakan karnivora daratan yang berjumlah sekitar 5000 spesies (yang telah berhasil diidentifikasi). Tubuhnya beruas-ruas (bersegmen) dan setiap segmen terdapat sepasang kaki. Pada bagian anterior (kepala) terdapat sepasng antena dan juga tiga pasang mandibula yang mengandung racun. Tubuhnya tersegmen menjadi dua, kepala dan perut (bagian dada dan perut menyatu).

Kelas dipopoda, sering dikenal dengan kaki seribu. Struktur tubuh mirip dengan chilopoda (centipoda), hanya saja diplopoda memiliki dua pasang kaki pada setiap segmen tubuhnya.. berbeda dengan chilopoda, diplopoda merupakan herbivora daratan. Mereka memakan serasah daun yang telah mebusuk, lumut, dan tumbuhan lainnya. Diplopoda tidak beracun, ia akan menggulungkan tubuhnya ketika merasa terancam. 

Kelas insekta merupakan anggota terbesar yang pernah ada di dalam kerajaan hewan, hampir satu juta spesies yang telah dideskripsikan. Insekta ditemukan diberbagai habitat bumi, daratan maupun perairan. pada masa hidupnya, insekta akan mengalami metamorfosis yang dibedakan menjadi sempurna dan tidak sempurna. Oleh karena itu tipe metamorposis menjadi dasar pengelompokkan insekta. Metamorfosis sempurna yaitu peroses perubahan bentuk pada insekta yang mana bentuk hewan muda sangat berbeda dengan hewan dewasa, perbedaan ini juga dapat terjadi dengan jenis makanan seta habitatnya. 

Sedangkan metamorfosis tidak sempurna, bentuk hewan muda dengan hewan dewasa sama, hanya ukuran saja yang berbeda.tubuh insekta tersegmen secara sempurna menjadi tiga bagian, kepala, dada, dan perut. Insekta memiliki sepasang antena , perangkat mulut (rahang atas, rahang bawah, dan bibir), dan tiga pasang kaki, selain itu memiliki dua pasang sayap dibagian dada namun beberapa mengalami reduksi pengurangan jumlah sayap. Insekta memiliki mata tunggal dan mata majemuk, disebut juga kelas hexapoda (hexa = enam; podos= kaki) karena memili enam kaki atau tiga pasang kaki.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top