Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Pengertian Relung Ekologi dan Klasifikasinya

Pengertian Relung Ekologi dan Klasifikasinya - Dalam konsep ekologi kita akan membicarakan hubungan timbal balik antara komponen biotik dengan komponen abiotik, atau antar sesama komponen biotik, atau sesama komponen abiotik. Hubungan ini akan sangat terlihat dalam aliran energi dan materi dari suatu rantai makanan yang terbentuk pada suatu ekositem. Dalam hubungan antara komponen biotik, kita akan menemukan peran suatu organisme dalam suatu ekosistem, yang disebut dengan istilah relung atau niche. Relung ekologis ialah jumlah total dari semua penggunaan komponen biotik dan abiotik oleh suatu organisme di dalam habitatnya. 

Pengertian relung atau niche adalah peranan suatu organisme dalam suatu ekosistem. Eugene Odum, ahli kologi ternama membuat sebuah analogi untuk mendefinisikan relung agar mudah dipahami. Odum menggambarkan, jika suatu habitat organisme adalah alamatnya, maka relung merupakan pekerjaan organisme tersebut dalam suatu ekosistem. Selain itu, C.S. Elton mendefinisikan relung sebagai suatu mode kehidupan suatu organisme di dalam ekosistemnya (habitat) yang terkait dengan peran atu profesinya pada habitatnya. Sementara itu, seorang ahli zoologi, G.E. Hutchinson berpendapat bahwa reluang adalah cara dimana suatu organisme melakukan toleransi (adaptasi), interaksi guna memperoleh kebutuhannya dengan memperoleh sumber daya alam yang dibutuhkan.  Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa relung suatu organisme adalah peranan ekologisnya, bagaimana organisme tersebut mampu beradaptasi dengan lingkungan ekosistemnya. 

Dimensi relung adalah upaya- upaya yang dilakukan oleh suatu organisme terhadap nilai toleransi yang mampu diberikan terhadap kondisi yang bervariasi pada suatu ekosistem. Dimensi ini mencakup nilai kelembapan, pH, suhu, air, curah hujan, dan unsur komponen abiotik lainnya serta keberadaan sumber daya alam (komponen biotik) yang bervariasi untuk pemenuhan kebutuhan suatu organisme. Dimensi relur saling terkait satu sama lain yang memiliki hubungan yang bervariasi yang akan menentukan type atau jenis ekosistem (habitat). Oleh karena itu, alam akosistem) bersifat multi dimensi. Contoh, dimensi relung populasi kadal pohon tropis mencakup ukuran suhu, tinggi pohon, cahaya, serta keberadaan serangga sebagai mangsanya. 

Advertisement
Suatu organisme dapat memiliki relung yang lebih esar, jika dalam suatu ekosistem organisme tersebut tidak memiliki kompetitor, serta predator. Dengan demikian, peluang-peluang untuk memperoleh sumber daya alam yang dibutuhkan oleh organisme tersebut lebih besar. Namun demikian, kemampuan hidup organisme tersebut dapat berubah ketika kondisi kebalikannya. Hadirnya kompetitor dan juga predator tentu akan mengurangi kemampuan hidup (viabilitas) organisme tersebut. Kondisi tersebut menjadi alasan bagi Hutchinson untuk membedakan relung organisme. Relung diklasifikasikan menjadi dua macam:

1. Relung Fundamental


Yang dimaksud dengan relung fundamental ialah penggambaran dari semua potensi yang terdapat pada suatu organisme. Relung fundamental mengacu pada kumpulan sumber daya yng secara teoritis mampu digunakan oleh suatu populasi di bawah keadaan ideal.  Dalam suatu ekosistem organisme akan terlibat dalam jaring- jaring makanan,dan dihadapkan pada interaksi kompetisi, predasi, serta ketidakhadiran suatu sumber daya alam tertentu. Dengan demikian, hal tersebut akan memaksa suatu organisme untuk melakukan adaptasi dan menggunakan sebagian relung fundamentalnya. 

2. Relung Realisasi  


Berbeda dengan relung fundamental, relung realitas menggambarkan kondisi serta sumberdaya yang dibutuhkan oleh organisme untuk bertahan hidup, bahkan ketika hadir kompetitor dan preditor. Relung realitas menunjukkan sumberdaya alam yang sesungguhanya digunakan oleh suatu populasi secara kolektif. 

Oleh karena itu, dapat kita simpukan bahwa dalam suatu habitat (ekosistem), tidak boleh terdapat dua spesies yang memiliki relung yang sama, karena jika hal ini terjadi maka akan terjadi kompetisi. Akan tetapi, spesies yang sama namun tinggal di habitat yang berbeda (namun struktur ekologis identik) maka dapat hidup bersama- sama dalam suatu komunitas, jika terdapat minimal satu perbedaan dalam relung organisme tersebut. 

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top