Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Pengertian dan Ciri Ciri Ekosistem Air Laut

Pengertian dan Ciri Ciri Ekosistem Air Laut - Bioma air laut (oseanik) merupakan satu dari keragaman bioma akuatik di bumi. Dengan ciri khas memiliki kadar garam yang tinggi serta kedalaman laut yang dalam tentu membuat bioma ini kaya akan variasi di dalamnya serta menentukan biota yang mampu beradaptasi dengannya.

Pengertian Ekosistem Air Laut


Ekosistem atau bioma air laut merupakan tatanan secara keseluruhan pada komponen abiotik dan komponen biotik penyusunnya. Ekosistem air laut mirip dengan ekosistem air tawar, dalam hal penyebaran komponen biotiknya yang ditentukan oleh komponen abiotik seperti cahaya, suhu, tentu saja ini ditentukan oleh kedalam air, derajat penetrasi cahaya, jarak dari pantai. Dengan demikian stratifikasi yang terbentuk pada bioma ini sangat beragam dan dihunioleh biota yang beragam pula. 

Terdapat zona fotik yakni daerah yang terkena paparan cahaya matahari, pada daerah ini ditemukan banyak fitoplankton yang sangat membutuhkan cahaya matahari untuk berfotosintesis, zooplankton, serta ikan- ikan kecil. Cahaya matahari tidaka seluruhnya mampu menembus kedalaman lautan, zona ini disebut dengan afotik yaitu zona yang gelap, tidak mendapat cahaya. 

Zona pasang surut (intertidal) merupakan daerah pertemuan antara lautan dengan daratan pantai. Zona neritik merupakan daerah yang dangkal, dekat dengan bibir pantai, sedang daerah yang amat zaut dari bibir pantai dan memiliki kedalaman yang dalam disebut dengan zona oseanik disebut juga daerah perairan terbuka (pelagik), dan yang paling dalam yaitu zona bentik yaitu daerah dasar perairan.

Zona Pasang Surut

Zona ini muncul dan terendam secara bergantian karena dipengaruhi oleh siklus pasang yag terjadi dua kali sehari. Tentu saja ini akan mempengaruhi komunitas biotik penghuninya yang terpapar variasi harian yang berbeda dalam hal penyediaan air dan suhu. Dan yang terpenting ialah organisme pada zona ini akan terpapar terpaan gelombang yang dapat menerpa organisme tersebut. Sebagian besar organisme memiliki adaptasi morfologi dengan menempel di substrat yang kuat untuk menerpa gelombang. 

Banyak hewan, seperti cacing, remis, serta kepiting membenamkan diri ke dalam substrat pasir atau lumpur ketika sedang surut dan mengambil makanan ketika air pasang.  Terpaan gelombang memindahkan pasir, lumpur serta alga ke daerah pantai.

Terumbu Karang (Zona Neritik)

Pada zona neritik (lepas pantai), terdapat populasi terumbu karang yang dihuni oleh beberapa organisme membentuk suatu ekosistem terumbu karang. Pasokan nutrisi disuplay oleh terpaan gelombang yang membawa alga, sedang cahayamatahari yang masuk memungkinkan terjadinyafotosintesis pada bioma ini. Terumbu karang didominasi oleh struktur karang itu sendiri yang dibentuk oleh kelompok cnidaria (anemon) yang beraneka raga, mensekresikan kerangka luar yang keras terbuat dari kalsim karbonat. Kerangka ini menjadi substrat bagi tubuhnya karang, spons, serta alga. 

Alga mutiseluler serta uniseluler melakukan forosistensis sedang hewan air pemakan alga (zooplankton) memakan organisme kecil serta serpishan- serpiha organik. Mengingat pentingnya terumbu karang karena menjadi habitat bagi beberapa organisme kita wajib ikut melestarikannya. Karena polusi air mampu merusak kelestarian dari bioma ini.

Advertisement
Bioma Pelagik

Bioma pelagik merupakan daerah laut yang jauh dari bibir pantai, memiliki kedalaman yang sangat dalam. Daerah ini menandung seikit plankton, karen plankton terkumpul terbawa arus ombak ke daerah pesisir. Stratifikasi pada bioma ini sama seperti pada bioma air tawar, hanya saja panjang daerahnya saja yang berbeda. Daerah permukaan dihuni oleh planton, pada derah ini paparan cahaya sangat besar, dibutuhkan untuk  fotosintesis alga. 

Sebagian besar plankton (alga) memiliki struktur yang menggelembung agar tetap menggelembung di zona fotik. Pada zonafotik ditemukan komunitas hewan pemakan plankton, seperti ikan- ikan kecil, ubur- ubur, udang, dan protozoa (zooplankton). Banyak burung- burung laut menangkap ikan yang muncul di permukaan air.

Di bawah zona fotik merupakan zona bentik yang merupakan dasar perairan daerah gelap karena terlalu dalam sehingga cahaya sulit menembus masuk (afotik). Organisme yang hidup di zona ini memiliki pergerakan yang sangat aktif, dan telah beradaptasi terhadap suhu yangdingin (sekitar 3 derajat). Pada daerah gelap, panas dan kurang oksigen ini tidak terdapat plankton (alga) sebagai sumber pangan. Bakteri kemoautotrof menjadi alternatif pilihan dalam kedalaman laut menjadi sumber pangan organisme lain.

Secara umum, zonasi pada bioma laut yaitu:

1. Zona litoral

Zona pasang surut yang berpapasan dengan bibir pantai.

2. Zona neritik

Daerah yang terpapar cahaya (fotik) dengan kedalaman 0-200m. Kaya akan sumber makanan.

3. Zona batial

Disebut juga daerah termoklin, pada daerah ini merupakan wilayah yang membatasi antara zona fotik dan afotik. Cahaya yang masuk pada zona ini sangat sedikit (remang- remang). Zona ini memiliki perubahan suhu yang amat cepat. Sangat sedikit alga, hewan- hewan sangat aktif kebanyakan merupakan predator.

4. Zona abisal

Daerah laut dengan kedalaman lebih dari 2000m dari permukaan laut. Sama sekali tidak ada cahaya (afotik), suhu amat rendah, hanya beberapa hewan saja yang dapat ditemukan pada zona ini engingat lingkungan sangat ekstreem. 

Dari pemaparan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa bioma air laut memiliki ciri-ciri:

- Memiliki variasi suhu yang sangat kental
- Kadar garam tinggi
- Tidak dipengaruhi oleh lingkungan sekitar seperti pada bioma air tawar
- Arus air dipengaruhi oleh rotasi bumi
- Variasi pencahayaa tinggi berdasarkan kedalaman

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top