Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Pengertian Bioma Gurun, Ciri, dan Komponennya

Pengertian Bioma Gurun, Ciri, dan Komponennya - Bioma gurun merupakan satu dari bioma daratan yang memiliki iklim yang paling panas, kebalikan dari bioma tundra yang merupakan bioma terdingin, gurun melengkapinya dengan menjadi bioma terpanas dan kering. Bioma gurun dapat ditemukan di belahan bumi baian tengah terbentang pada benua amerika, asia, dan australia. Tingkat evaporasi yang tinggi dengan suhu yang sangat panas di malam hari dan dingin di malam hari, membuat hanya beberapa tumbuhan saja yang mampu berkembang di bioma ini. Bioma gurun tersusun atas komponen abiotik dan biotik yang senantiasa aling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain. Komponen- komponen penyusun bioma gurun antara lain:

Komponen Abiotik


Suhu. Bioma gurun dikenal sebagai bioma terpanas yang pernah ada diantara bioma daratan lainnya. Pada siang hari suhu rata- rata mencapai 38 derajat celcius, suhu terpanas dapat mencapai 60 atau lebih. Sedang pada malam hari, suhu bioma gurun sangat berbeda ketika siang hari, yaitu sekitar -3 sampai 9 derajat celcius. Suhu yang sangat ektreem pada bioma gurun membuat sangat sedikit vegetasi tumbuhan yang dapat tumbuh. Oleh karena itu suhu pada malam hari sangat dingin karena di bioma gurun sangat sedikit tumbuhan yang dapat menahan panas.  

Tanah. Dengan suhu yang sangat panas serta curah hujan yang sangat pendek, membuat daratan (tanah) pada bioma gurun sangat kering, dengan tekstur berpasir atau berbatu.

Air. Keadaan air pada bioma ini sangat minim. Curah hujan sangat  pendek,sekitar 250mm pertahun. Hal ini sangat menetukan vegetasi yang akan hidup di daratannya. Vegetasi tumbuhan dan hewan memiliki semacam adaptasi dengan kondisi lingkungan yang demikian.

Advertisement

Komponen Biotik


Tumbuhan. Tak banyak vegetasi tumbuhan yang dapat ditemukan pada bioma gurun. Tumbuhan- tumbuhan yang dapat ditemukan pada bioma ini memiliki suatu bentuk adaptasi terhadap lingkungan. Rata- rata tumbuhan yang ditemukan pada bioma ini emiliki daun yang berukuran kecil atau dapat berubah menjadi duri, tebal, dan dilindungi oleh lapisan lilin (kutikula), hal ini merupakan suatu adaptasi terhadap lingkungan yang panas dan kering. Tingkat penguapan pada boma gurun sangat besar, sedang kondisi air sangat minim, dengan struktur daun atau tubuh yang demikian akan menghalau penguapan pada siang hari yang akan menyebabkan kehilangan banyak air. Selain itu, adaptasi lainnya yang dilakukan oleh tumbuhan ialah dengan menutup stomata pada siang hari. 

Stomata merupakan celah pada bagian jaringan epidermis bawah daun yang berfungsi sebagai celah masuknya gas (karbondioksida dan oksigen). Namun ketika stomata membuka pada sianng hari yang terik dengan udara yang panas tentu akan memicu penguapan air dari dalam tumbuhan. Oleh karena itu, tumbuhan gurun menutup stomata pada siang hari dan menutupnya pada siang hari. Namun demikian akan berimbah pada metabolisme karbohidrat (fotosintesis). Adalah jalur CAM menjadi alternatif jalur fotosintesis yang cocok di daerah kering seperti pada gurun. Tumbuhan yang dapat ditemui pada gurun yaitu, kaktus, semak belukar, tumbuhan berduri. 

Hewan. Komunitas hewan yang dapat ditemukan ialah kelompok hewan yang mampu menghemat air atau hewan – hewan yang tidak memerlukan banyak air dalam waktu tertentu. Seperti unta, mencit gurun, ular, kadal, insekta (serangga), burung, hewan nokturnal dan lainnya. 

Pengurai. kelompok dekomposer tentu akan sangat penting dalam suatu ekosistem, karena dengannya, unsur- unsur organik penyusun makhluk hidup akan menambah kekayaan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tumbuhan. Kelompok bakteri yang tahan panas adalah kelompok pengurai utama pada bioma ini, mengingat suhu permukaan pada bioma ini sangat tinggi, sehingga kurang cocok bagi jaur.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top