Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Pengertian Keanekaragaman Hayati (Lengkap)

Pengertian Keanekaragaman Hayati (Lengkap) - Keanekaragaman hayati atau biodiversity merupakan suatu keanekaragaman yang terdapat pada makhluk hidup serta kehidupan yang berlangsung di bumi. Konvensi keanekaramanan hayati mendefinisikan biodiversity sebagai suatu keanekaragaman yang terdapat pada organisme hidup dari semua sumber termasuk dari daratan, laut, dan ekosistem akuatik lainnya serta kompleks ekologi yang terbentuk pada suatu ekosistem. 

Sementara itu, Sudarsono (ahli ekologi) mendefinisikan biodiversity sebagai keanekaragaman sumber daya hayati  yang meliputi baik kekayaan jenis maupun plasma nutfah, serta keanekaragaman ekosistem. Global Village Translations mengartikan keanekaragaman hayati sebagai kehidupan organisme di bumi (tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme) di bumi, serta keanekaragaman sistem ekologi yang terbentuk dimana mereka hidup. 

Keragaman mengacu pada keragaman organisme yang terdapat dalam suatu ekosistem.  Keragaman tersebut mengacu pada variasi gen, vasiasi spesies, serta variasi ekosistem pada suatu wilayah, bioma, atau planet. Dengan demikian, keanekaragaman hayati mencakup variasi genetik pada individu (spesies), variasi spesies pada suatu wilayah, dan variasi habitat pada lanskap. 

Keanekaragaman pada ekosistem daratan paling tinggi terdapat pada daerah yang terletak dekat di bidang ekuator. Hal ini karena daerah daratan yang terletak di bidang ekuator memiliki iklim yang hangat serta memiliki produktivitas primer yang tinggi.  Sedangkan keanekaragaman tertinggi pada wilayah akuatik laut ialah pada samudera pasifik atau lautan yang memiliki suhu permukaan yang tinggi (hangat). Tinginya tingkat keanekaragaman hayati di suatu tempat atau wilayah sangat dipengaruhi oleh iklim atau lingkup komponen abiotik lainnya. 

Keanekaragaman hayati memiliki peranan penting bagi kehidupan di Bumi. Keanekaragaman hayatai terbentuk karena hubungan antar organisme dengan lingkungannya. Hubungan ini dapat dibayangkan sebagai suatu karpet tenunan, yang jika kita mengambil satu benang maka akan mempengaruhi susunan benang terdekatnya, yang akhirnya akan merusak struktur karpet. Keanekaragaman hayati juga membantu kita dalam mengatasi permasalahan-permasalah yang terjadi dilingkungan, seperti pencemaran udara. 
Advertisement

Meningkatnya gas karbondioksida menimbulkan efek rumah kaca yang meningkatkan suhu di Bumi. Peningkatan suhu ini dapat merusak komposisi abiotik, seperti mengubah suhu di wilayah kutub. Suhu yang tinggi mampu membuat glestser es di kutub dapat mencair. Hal ini akan meningkatkanpermukaan air laut dan merusak beberapa ekosistem. Peningkatan emisi karbon dapat dikurangi oleh tumbuhan yang mampu mengolah karbondioksida menjadi senyawa gas oksigen yang penting untuk pernapasan. Namun, apa daya, aktivitas manusia menghasilkan jumlah karbon yang berlebih di atmosfer, terlebih lagi penggunaan atau pengeksploitasian sumber daya yang merupakan akumulasi dari aktivitas manusia terdahulu menyebabkan iklim dunia berubah. Perubahan iklim merupakan ancaman besar bagi keanekaragaman hayati. 

Perubahan iklim bumi mengubah unsur- unsur komponen abiotik, meliputi suhu udara dan laut, panjang musim, tinggi permukaan laut, arus angin, curah hujan, pH, dan lainnya yang dapat mempengaruhi kehidupan organisme di dalamnya. Perubahan iklim mempengaruhi habitat dan perilaku banyak spesies yang berbeda. Banyak spesies yanng tidak mampu menanggapi  perubahan dengan baik, sehingga akan terancam kepunahan.  Selain itu, bencana alam seperti hujan meteor menunjukkan kepunahan masal seluruh populasi dinosaurus, dan juga meletusnya gunung berapi yang merusak komunitas tumbuhan serta mematikan beberapa populasi hewan. Dengan demikian, dapat menurunkan nilai keanekaragaman hayati di suatu wilayah. Keunikan dari keanekaragaman hayati juga telah membius beberapa oknus untuk mengeksplotasinya secara berleih tanpa melakukan perbaikan. 

Kekayaan keanekaragaman hayati banyak memberikan keuntungan bagi kehidupan manusia serta ekosistem. Selain berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta membantu mengatasi pencemaran, keanekaragaman hayati sebagai sumber daya alam juga memiliki nilai ekonomis, serta sumber pangan, papan, sandang  bagi kehidupan manusia. Untuk itu, mengingat pentingnya keanekargaman hayati, maka manusia sebagai satu- satunya spresies yang menguasai bumi, hendaknya bijak dalam memanfaatkan keanekaragaman hayati dan juga merawatnya.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top