Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

4 Fungsi Trakea pada Pernapasan Manusia

4 Fungsi Trakea pada Pernapasan Manusia - Trakea atau dikenal juga dengan sebutan tenggurokan merupakan saluran pernapasan yang menghubungkan udara luar yang masuk dari hidung ke dalam tubuh melalui paru- paru. Trakea tersusun atas rangkaian tulang rawan yang membentuk cincin huruf “C”. Panjang trakea sekitar 4 inchi (10cm) yang tersusun atas sekitar 20 cincin tulang rawanyang memiliki diameter sekitar 1 inchi, yang masing- masing cincin dihubungkan oleh jaringan ikat. Saat mengambil nafas (inspirasi) ukuran trakea akan sedikit memanjang dan melebar, dan ketika mengeluarkan napas (ekspirasi) ukurannya akan kembali normal. Trakea disusun oleh otot lurik, dinding- dinding trakea tersusun atas epitel bersilia yang mengeluarkan lendir. Struktur yang dimiliki oleh trakea tentu disesuaikan dengan fungsi yang dijalankannya. Trakea memiliki fungsi sebagai berikut:

1. Mengantarkan udara pernapasan


Trakea merupakan organ pernapasan yang berbentuk pipa yang menghubungkan antara rongga mulut dengan rongga paru- paru. Trakea berperan sebagai saluran pernapasan yang menghubungkan udara pernapasan yang diambil dari hidung masuk ke dalam rongga mulut kemudian mengalir melalui trakea menuju rongga paru- paru. Di dalam rongga paru- paru ini udara pernapasan (inspirasi yang mengandung oksigen) akan ditukar dengan limbah hasil metabolisme berupa gas karbondioksida dan uap air yang dikeluarkan ke luar tubuh melalui rongga paru- paru, saluran trakea, kemudian dibuang lewat hidup. Jelas trakea memiliki peranan yang amat penting sabagai penghubung antara udara dari lingkungan hingga masuk ke dalam tubuh, dan sebaliknya membuang gas beracun ke luar tubuh. 

2. Proteksi


Dinding trakea tersusun atas sel epitel bersilia yang menghasilkan lendir (mukus). Lendir yang disekresikan oleh sel epitel trakea berperan untuk menjerat kotoran serta patogen yang terbawa udara. Struktur yang serupa juga dimiliki oleh rongga hidung. Pada bagian trakea tetap perlu struktur tambahan ini, mengingat udara dapat masuk melalui rongga mulut yang tidak memiliki lendir atau penyaringan seperti pada rongga hidung. Kotoran dan patogen yang terjerat lendir di dalam tabung trakea kemudian akan dibuang melalui rongga mulut menjadi bentuk dahak atau dapat tertelan ke saluran pencernaan melalui esoagus. Dengan demikian, trakea menjaga agar udara yang masuk ke dalam tubuh bebas dari patogen. Namun, beberapa zat atau partikel mampu menyebabkan dinding- dinding esofagus terluka (iritasi) yang akan menyebabkan rasa gatal melalui batuk. Dengan batuk, trakea berupaya untuk mengeluarkan partikel tersebut dari dalam tubuh. 

Advertisement

3. Penunjang 


Trakea atau tenggorokan berperan dalam penunjang organ lain. Pada bagian ujung trakea terdapat laring yang merupakan kotak suara.  Pada bagian ini terdapat katup epiglotis, katup yang akan menutup trakea ketika akan menelan makanan, sehingga makanan akan masuk ke saluran pencernaan, bukan ke sistem pernafasan. Bila hal ini terjadi, maka akan mengalami tersedak, yang merupakan mekanisme trakea untuk mengeluarkan zat makanan yang masuk ke dalam saluran pernafaan.  Selain itu, pada bagian pangkal trakea membentuk cabang, ke kanan dan ke kiri. Percabangan trakea ini berfungsi sebagai penopang organ paru-paru. Di dalam paru- paru tersusun atas gelembung- gelembung udara yang merupakan pintu masuk yang sesungguhnya udara luar ke dalam tubuh. Di dalam alveoli ini akan terjadi pertukaran udara (oksigen dengan karbondioksida). 

4. Pengaturan suhu


Udara dari lingkungan memiliki suhu yang berbeda dengan suhu tubuh. Di dalam trakea, udara yang masuk akan dihangatkan. Selain untuk penyesuaian suhu juga bertujuan untuk mematikan patogen yang terbawa masuk. 

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top