Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Uraian Proses Reproduksi Mamalia Secara Detail

Uraian Proses Reproduksi Mamalia Secara Detail - Proses reproduksi pada mamalia berlangsung secara kawin atau seksual atau generatif yang berarti melibatkan sel gamet (sperma dan ovum) untukmenghasilkan individu baru. Mamalia termasuk organisme gonokhoris, yakni hanya memiliki satu jenis alat kelamin, oleh karena itu ididivu baru terbentuk melalui perkawinan antara mamalia jantan yang menghasilkan sperma dan mamalia betina yang menghasilkan ovum. Ciri khas pada mamalia yaitu apabila terjadi perkawinan dan terbentuk zigot, maka zigot akan berkembang menjadi embrio yang akan terjadi di dalam tubuh mamalia betina (di dalam rahim). Masa kehamilan pada mamalia memliki waktu yang bervariasi tergantung pada spesiesnya. Namun umumnya, mamalia yang berukuran besar cenderung memiliki masa kehamilah yang lama. Untuk lebih jelasnya mengenai proses reproduksi mamalia, maka akan dibahas terdahulu mengenai organ reprodusi dan selanjutya tentang masa kehamilan.

 

ORGAN REPRODUKSI MAMALIA


Mamalia dan sebagian hewan lainnya memiliki kelamin tunggal yang akan menghasilkan satu jenis sel gamet. Mamalia jantan menghasilkan sel sperma sedangkan mamalia betina melengkapi dengan menghasilkan sel telur.

ORGAN REPRODUKSI MAMALIA JANTAN

Organ reproduksi jantan terdiri atas dua bagian,

a. Bagian luar, merupakan bagian yang tampak dari luar terdiri dari

1) Penis, terdiri ata jaringan erektil yang berfungsi sebagai alat kopulasi untuk menghantarkan sel sperma ke dalam tubuh mamalia betina

2) Skrotum, mrupakan kulit pelindung buah zakar (testis). Skrotum menjaga agar suhu testes tetap optimum yang mampu mengendur jika suhu tubuh telalu panas, dan mengkerut jika suhu lingkungan dingin.

b. Bagian dalam, terdiri atas

1) Sepasang Testis (testes)

Mamalia jantan memiliki sepasang testis (testes) yang tersusun atas pelipatan-pelipatan saluran kecil disebut dengan tubulus seminiferus. Pembentukan spel sperma berlangsung di dalam tubulus ini. Sel- sel leydig yang terdapat di antara saluran ini berfungsi menghasilkan hormon androgen (terutama testosteron).

2) Epididimis

Merupakan saluran yang keluar dari testes yang tersusun berkelok-kelok sehingga terlihat pendek. Panjang saluran ini berkisar antara 6m (pada manusia). Setelah selesai pembentukan sperma di dalam tubulus seminiferus, sel-sel sperma akan memasuki wilayah ini untuk dimatangkan. Diperlukan waktu sekitar 20 hari bagi sperma untuk melewati saluran ini. Di dalam epididimis, bentuk sperma akan disempurnakan dengan pembentukan flagel. Sehingga sperma memiliki motilitas dan siap untuk membuahi sel telur. Pada saat ejakulasi, sel sperma yang telah matang ini akan didorong keluar melalui saluran vas deferens.

3) Vas deferens

Merupakan saluran sperma yang akan membawa sperma keluar dari epididimis. Saluran ini berkelok dibelakang vesica urinaria (kandung kemih) dan bermuara di duktus ejakulasi, merupakan saluran pendek pertemuan antaravas deferens dengan vesica seminalis (keenjar asesoris).

4) Kelenjar asesoris

Menghasilkan cairan sperma (cairan semen) yang berfungsi untuk membantu pergerkan sel sperma serta penyediaan nutrisi. Terdiri atas tiga kelenjar, vesica seminalis yang menghasilkan 60% dari cairan semen, berupa cairan kental kekuningan dan bersifat basa.  Selain itu cairan yang dihasilkan vesica seminalis juga mengandung lendir, glukosa serta enzim-enzim yang mendukung penyediaan energi bagi sperma. Kelenjar prostat merupakan kelenjar kedua yang menghasilkan cairan semen yang encer seperti susu dan mengandung enzim antikoagulan, serta nutrisi bagi sel sperma. Kelenjar asesoris terakhir ialah bulbouretalis yang mensekresikan cairan mukus bening untuk membersihkan saluran urethra dari sisa-sisa urin yang asam.

5) Saluran urinaria (urethra)

Merupakan jalur pengeluaran urin dan sperma keluar tubuh. Meski satu saluran, tidak akan terjadi pencampuran antara sperma maupun urin. Hal ini karena ketika pengeluaran sperma maka klep akan menurup ujung kantung kemih sehingga urin tidak keluar, begitu pula sebaliknya.
Advertisement

ORGAN REPRODUKSI MAMALIA BETINA

a. Bagian luar

1) Labia mayor dan minor

Sepasang Labia mayor merupakan tonjolan lemak, melindungi labia minor yang lebih tipis dan sensitif.

2) Klitoris

Penonjolan di ujung vestibula tersusun atas batang pendek yang dipenuhi dengan pembuluh darah. Klitoris hampir serupa dengan penis padajantan.

b. Bagian dalam

1) Ovarium

Merupakan bagian yang berfungsi sebagai tempat produksi ovum. Terdapat sepasang ovarium terdapat di rongga perut bagian bawah. Masing-masing ovum dapat menghasilkan ovum secara bersamaan (minimal satu telur yang akan dimatangkan). Sel telur yang matang akan dikeluarkan dari ovarium melalui proses ovulasi dan selanjutnya akan ditangkap oleh oviduk. Selain menghasilkan sel telur, ovarium juga menghasilkan hormon estrogen dan progesteron yang amat penting dalam mempersiapkan rahim untuk kehamilan.

Dua siklus yang berbeda terjadi pada mamalia betina. Manusia dan primata memiliki siklus menstruasi, yang mana ketika sel telur tidak dibuahi maka akan dibuang bersama dengan lapisan dinding endometrium. Sedangkan mamalia betina lainnya memiliki siklus estrus (betina), yang  ditandai dengan penerimaan hewan jantan oleh hewan betina. Jika sel telur dibuahi pada siklus estrus maka sel telur tersebut dan dinding endometrium akan diserap kembali ke dalam rahim sehingga tidak terjadi pendarahan yang banyak.

2) Oviduk

Dikenal juga sebagai saluran tuba fallopi merupakan saluran telur yang juga menjadi tempat pembuahan sel telur oleh sel sperma. Zigot yang terbentuk akan berkembang di dalam rahim yang telah difasilitasi untuk perkembangan embrio.

3) Rahim

Atau uterus merupakan organ reproduksi betina yang berfungsi sebagai tempat perkembangan embrio. Dinding uterus (endometrium) dibentuk oleh hormon-hormon seks betina (estrogen dan progesteron) yang dipenuhi pembuluh darah guna persiapan kehamilan. Jika terjadi pembuahan maka dinding uterus akan menjadi tempat perkembangan embrio, sedang jika tidak, jaringan ini akan dihancurkan (melalui proses menstruasi atau lainnya, estrus).

Pada mamalia ditemukan bermacam-macam tipe uterus:

• Duplex,memiliki dua rahim dengan dua serviks yang terpisah secara sempurna. Contoh pada kelinci, tikus, hewan pengerat, ruminansia.
• Bicornuate, dua rahim dengan satu serviks. Contoh babi
• Bipartite, satu serviks dengan uterus yang terlihat seolah-olah terbelah menjadi dua. Contoh: kuda, kucing, anjing, biri-biri
• Simplex, satu rahim dengan satu serviks. Contoh: manusia dan primata lainnya.

4) Serviks

Merupakan leher rahim yang membuka ke dalam vagina.

5) Vagina

Merupakan ruanagn berdinding tebal yang membentuk saluran kelahiran bayi saat lahir dan juga merupakan alat kopulasi untuk masuknya sel sperma dari mamalia jantan. Terdapat selaput membran yang tipis disebut dengan himen (selaput dara) menutupi sebagian besar lubang vagina. Hubungan s*ks atau aktivitas fisik yang berat mampu merobeknya.

 

PROSES REPRODUKSI MAMALIA


Semua mamalia melakukan reproduksi secara seksual. Sebagian besar perkembangan embrio terjadi di dalam tubuh induk betina, di dalam rahim, kecuali pada kelompok monotremata, yang hanya terdiri dari satu spesies, platypus yang menjadi satu-satunya mamalia yang bertelur, sedang mamalia lain melahirkan. Di dalam tubuh induk betina, embrio berkembang dengan masuk ke dalam lapisan dinding endometrium melalui proses implantasi. Asupan gizi embrio akan disuplai dari tubuh induk betina melalui plasenta, selain itu embrio juga dilindungi oleh selaput ekstra embrionik yang melindungi embrio dari guncangan. Perkembangan embrio di dalam tubuh induk sangat bervariasi pada spesies mamalia. Pada kelompok marsupials (kangguru, walabi), memiliki kantung yang berfungsi sebagai tempat perkembangan lanjutan bagi embrio karena embrio dilahirkan saat masih muda. Mamalia dilengkapi dengan kelenjar susu yang akan memberi asupan nutrisi ketika bayi baru dilahirkan sampai waktu tertentu.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top