Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Proses Metamorfosis Nyamuk (Penjelasan Lengkap)

Proses Metamorfosis Nyamuk (Penjelasan Lengkap) - Seperti serangga lainnya, nyamuk mengalami perubahan bentuk atau metamorfosis. Metamorfosis yang terjadi pada nyamuk sama seperti pada kupu- kupu yaitu metamorfosis sempurna, oleh karenanya, nyamuk dan kupu- kupu digolongkan kedalam satu kelompok besar. Terdapat sekitar 2.700 spesies nyamuk di muka bumi dan mungkin akan bertambah seiring masih banyak spesies yang belum teridentifikasi. Adapun tahapan metamorfosis pada nyamuk yaitu:

 

Telur


Nyamuk-nyamuk betina akan meletakkan telur-telurnya di tempat- tempat berair seperti kolam, danau atau tempat- tempat penampungan air lainnya. Umumnya nyamuk betina akan meletakkan telur- telur setelah menghisap darah dan diletakkan di permukaan air yang tergenang. Telur- telur ini tersusun sangat rapat seperti suatu rakit yang mampu mengapung di atas perairan. setiap rakitan ini terdiri atas ratusan telur. 

Waktu yang dibutuhkan pada fase telur ini sangat bervariasi, tergantung pada jenisnya dan lingkungan. Fase telur dapat berlangsung satu hari sampai sembilan bulan.bahkan beberapa nyamuk dalam fase telur selama musim dingin. Telur akan menetas dalam satu sampai tujuh hari menjadi larva. Larva-larva ini memiliki gigi kecil yang sementara di bagian kepala yang digunakan untuk memecah cangkang telur.

 

Larva


Larva yang baru menetas berukuran amat kecil. Tubuh larva dilindungi oleh rangka luar (eksoskleton) seghingga dalam perkembangannya larva-larva ini akan berganti kulit ataumolting untuk mempersiapkan ukura tubuh larva yang lebih besar. Larva-larva ini biasanya akan memakan lagi rangka luar yang telah dilepaskannya. Larva mengalami pergantiankulit sampai empat kali, periode diatara pergantian kulit ini disebut dengan instar.

Larva mengapung di dekat permukaan air. Larva memiliki sipon struktur yang dapat digambarkan dengan alat penyelam, snorkel. Sipon ini berfungsi untuk pengambilan oksigen dan makanan. Sipon terletak di bgian dasar perut tubuh larva.  Larva merupakan pemakan bakteri dan senyawa organik lainnya yang terdapat di perairan.
Advertisement

 

Pupa


Sama seperti kupu-kupu, pupa merupakan masa transisi antara larva dengan hewan dewasa. Pada nyamuk, pupa terjadi setelah larva telah emapat kali mengalami molting (pergantian kulit). Pada fase ini, tubuhnya sangat aktif melakukan metabolisme untuk pembentukan tubuh menjadi nyamuk. Pupa hanyaberlangsung pada beberapa hari. Berbeda dengan insekta lainnya yang mana pada fase pupa sangat in-aktif, pupa nyamuk sangat aktif dan dapat bergerak sangat cepat di air. Pupa nyamuk tersusun dalam struktur seperti tanda koma yang transparan sehingga perkembangan nyamuk dapat dilihat dari cangkang pupa.

 

Imago


Imago merupakan fase dewasa dimana pupa berubah menjadi nyamuk. Setelah satu sampai tiga hari, nyamuk akan mulai timbul dari perairan. kulit pupa masih tersisa menutupi bagian atas tubuh nyamuk. Nyamuk dewasa yang baru keluar dari fase pupa, masih sangat lamban dalam melakukan aktivitas. Untuk beberapa hari nyamuk akan tetap berada di permukaan atas air karena sayap dan tubuhnya belum cukup kuat. Ketika bagian ini sudah kuat maka nyamuk akan mulai aktif terbang mencari makanan berupa nektar bunga sebagai sumber gula sebagai bahan pembentuk energi yang dibutuhkansaat terbang dan reproduksi.

Umumnya, nyamuk jantan jauh lebih cepat keluar dari fase pupa dibanding pad nyamuk betina. Hal ini tentu menyebabkan nyamuk jantan akan lebih cepat perkembangannya. Nyamuk jantan memiliki antena bulu yang sangat berperan dalam reproduksi. Melalui antena ini, nyamuk jantan mampu mendengar desiran sayap nyamuk etina yang baru muncul dari fase pupa. Tiap spesies memiliki suara desiran sayap yang berbeda, jantan akan mampu mengenali desiran betinanya. Kemuadian merekapun kawin. Setelah perkawinan, nyamuk betina akan mulai menghisap darah guna mencukupi kebutuhan protein yang dibutuhkan untuk perkembangan telur-telurnya. Sedangkan kebutuhan energi diperoleh dengan mengkonsumsi nektar bunga. Nyamuk jantan hanya memakan nektar, sedang nyamuk betina yang sedang hamil yan menghisap darah. Oleh karena itu, nyamuk betinalah yang menjadi perantara penularan penyakit seperti DBD, malaria, cikungunya, dan lain- lain. Sebagian besar betina meninggal sebelum menghisap darah untuk kedua kalinya, beberapa mampu bertahan sampai dua atau tiga kali menghisap darah hal ini karena nyamuk jenis ini berpindah-pindah sumber makanannya.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top