Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Penjelasan Proses Metamorfosis Lalat dari Telur - Lalat Dewasa

Penjelasan Proses Metamorfosis Lalat dari Telur - Lalat Dewasa - Lalat merupakan salah satu serangga yang menjadi vektor (pembawa) bibit – bibit penyakit. Lalat biasa menghampiri tempat-tempat kotor seperti sampah, kotoran, lalu hinggap ke dlam makanan atau benda-benda pribadi milik kita. Dengan demikian bibit penyakit dari kotoran itu dapat menyebar. Penyakit yang dibantu penyebarannya oleh lalat antara lain, penyakit tidur (Trypanosoma gambiese), diare, dan lain-lain. Sama seperti serangga lainnya, tubuh lalat terdiri atas tiga bagia, kepala, dada, dan perut. Lalat memiliki dua pasang sayap, yang mana sepasang sayap mereduksi bentuknya (mengecil) yang disebut dengan halter, oleh karena itu banyak dari kita mengira bahwa lalat hanya memiliki sepasang sayap. Gerakan sepasang halter ini menimbulkan bunyi “nging” yang ditemukan pada lalat. Lalat mengalami metamorfosis sempurna seperti pada kupu- kupu dan nyamuk. Tahapan-tahapan metamorfosis yang terjadi pada lalat yaitu:

 

1. TELUR


Setelah perkawinan, lalat betina akan meletakkan telur-telur ditempat- tempat yang sesuai tergantung pada jenisnya. Telur- telur ini tersusun seperti tumpukan yang dpat disusun dari 150 telur. Setlah memperoleh tempat yang sesuai, seperti tempat yang kotor, bangkai, benda-benda yang permukaanya gelap, induk betina mampu memproduksi lima sampai enam tumpukan telur dalam beberapa hari. Pada lalat buah, induk betina meletakkan telur- telurnya di dalam buah yang sedang berkembang, sedang lalat rumahbiasa meletakkan telur-telurnya di tempat- tempat yang kotor seperti bangkai atau tumpukkan sampah.

 

2. LARVA


Telur - telur akan menetas dalam beberapa hari menjadi larva yang disebut dengan maggot atau belatung. Bentuk belatung hampir sama dengan ulat pada kupu- kupu, tidak berkaki dan berwarna putih. Larva lalat rumah merupakan pemakan daging dan senyawa organik lainya, sedang larva lalat buah pemakan buah (herbivora). Sehingga tak ada perbedaan makanan antara larva dengan hewan dewasanya, tidak seperti pada serangga lain yang mengalami transisi jenis makanan. Larva memiliki mulut yang dilengkapi dengan gigi-gigi halus. Seperti pada larva serangga lainnya, lambat laut ukuran tubuh larva makin membesar, sehingga rangka luar tubuhnya tidak akan muatlagi. Maka dengan itu, seiring bertambahnya ukuran tubuh, larva akan mengalami molting atau pergantian kulit dengan rangka luar yang lebih besar. Larva lalat mengalami pergantian kulit sampai 2 atau tiga atau lebih tergantung pada jenisnya. Pertumbuhan larva sangat cepat, dalam waktu kurang dari dua hari, ukuran tubuhnya dapat bertambah dua kali lipat dibanding ukuran awal, pada saat inilah mereka akan mengganti kulitnya (molting).
Advertisement

 

3. PUPA


Setelah berganti kulit sampai beberapa kali, selanjutnya larva akan menjadi pupa. Larva- larva berigrasi mencari tempat yang gelap untuk berubah menjadi pupa.  Pupa lalat memiliki struktur yang mirip dengan pupa kupu- kupu. Pupa dilindungi oleh eksoskleton yang mengeras, berwarna kecoklatan, yang disebut dengan kokon. Pupa tidak aktif melakukan aktivitas (makan), namun di dalam tubuhnya terjadi proses metabolisme yang sangat aktif dalam pembentukan bentuk lalat yang memerlukan energi amat banyak. Pada hari ke-3 sampai hari ke-6 terjadi pembentukan kaki dan juga sayap.  Selanjutnya pupa akan menetas dan berubah menjadi lalat yang memiliki bentuk yang sangat berbeda ketika saat menjadi larva.

 

4. LALAT DEWASA


Setelah keluar dari fase pupa,  lalat aktif terbang mencari maknan.  Setelah dua sampai tiga hari lalat betina siap melakukan reproduksi. Lalat memiliki maa hidup yang pendek, oleh karena itu lalat sering dijadikan objek penelitian. Masa hidup hidup lalat rta- rata ialah 21 hari. Lalat betina mampu menghasilkan telur sebanyak 900 selama hidupnya. Pada fase ini, lalat akan kembali meletakkan telur- telurnya yang akan menghasilkan individu- individu baru.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top