Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Penjelasan Proses Metamorfosis Kupu-Kupu Lengkap

Penjelasan Proses Metamorfosis Kupu-Kupu Lengkap - Metamorfosis merupakan perubahan bentuk tubuh yang terjadi pada suatu organisme (meta= perubahan; morfom= bentuk). Kelompok hewan insekta (serangga) mengalami perubahan bentuk tubuh dalam fase hidupnya. Metamorfosis menjadi dasar pengelompokan serangga. Ada dua macam metamorfosis yang terjadi pada serangga, sempurna dan tidak sempurna. Serangga dikelompokkan dalam kelompok metamorfosis sempurna apabila memiliki bentuk hewan muda dengan hewan dewasa sangat berbeda. Hewan muda disebut dengan istilah larva yang memiliki jenis makana yng berbeda dibanding hewan dewasa. Sedangkan kelompok metamorfosis tidak sempurna ialah jika serangga memiliki bentuk hewan muda yang sama dengan hewan dewasanya.

Kupu-kupu merupakan serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Adapun tahapan-tahapan proses metamorfosis dari kupu- kupu ialah sebagai berikut:

a. Telur

Hewan muda kupu – kupu merupakan herbivora, maka dari itu, telur- telur ini akan diletakkan di atas daun –daun tumbuhan. Telur- telur kupu –kupu erukuran sangat kecil, biasanya induk betina akan meletakkan banyak telur di atas daun dengan harapan bebrapa dari telur –telur itu dapat bertahan hidup. Spesies kupu –kupu memiliki ciri khas hanya memakan satu jenis tumbuhan, maka dapat kita temukan ulat tertentu pada spesies tumbuhan. Setelah pendaratan dia atas daun, telur –telur ini akan membuat daun menggulur. Telur akan berkembang sampai waktu tertentu, setelah perkembangan embrio di dalam telur maka embrio akan siap keluar dari telur membentuk larva.

b. Larva

Disebut juga ulat. Hewan muda dari kupu –kupu ini disebut juga dalam fase makan karena larva senantiasa aktif memakan dedauan yang dihinggapinya. Dengan demikian ukuran ulat lambat laun akan semakin besar membuat ulat berganti kulit sebanyak empat sampai lima kali. Ulat akan banyak makan yang akan disimpan untuk perkembangan menjadi desawa. Ukuran larva dapat sampai 100 kali lebih besar dibanding ukuran saat dewasa.
Advertisement

c. Pupa

Disebut juga sebagai fase transisi terjadi ketika larva telah sempurna berkembang, maka larva akan berhenti memakan dedauan dan membentuk pupa atau kepompong. Larva akan membentuk struktur yang dibentuk dari ludahnya yang membentuk seperti anyaman benang-benang halus yang kuat disebut dengan kokon. Pada kupu- kupu biasanya ulat akan membentuk pupa di bawah cabang batang, di awah dauh, atau di bawah serah-serah daun, hal ini tergantung pada spesies kupu- kupunya. Fase kepompong pada kupu –kupu berlangsung dengan waktu yang bervariasi, ada yang berkisar beberapa minggu, bulan, bahkan ada yang sampai tahunan.  Fase pupa merupakan fase yang amat penting bagi kupu- kupu karena pada fase ini akan mempersiapkan perubahan yang besar. Sel- sel larva akan berubah membentuk sayap, kaki, mata, dan bagian- bagian tubuh lainnya. Pada fase ini memerlukan energi yang sangat besar, yang diperoleh dari simpanan makanan pada saat fase larva.

d. Imago

Terlihat perubahan bentuk yang amat jauh pada kupu- kupu muda dengan kupu- kupu dewasa. Setelah melewati masa- masa kepompong, kupu –kupu mengalami perubahan bentuk yang amat besar. Fase dewasa ini merupakan fase persiapan untuk reproduksi. Kupu –kupu dewasa merupakan pemakan madu yang diperoleh dari sari –sari bunga. Beberapa kupu –kupu memiliki masa hidup  pada fase dewasa selama satu atau dua minggu. Namun beberapa spesies ditemukan melakukan hibernasi selama musim dingi dan akan hidup untuk beberapa bulan setelahnya.  Kupu- kupu dewasa merupakan hewan dengan mobilitas yang tinggi dengan sayapnya dibanding ketika fase larva yang sangat lamban. Fase dewasa ini bertanggung jawab atas kelangsungan jenisnya dan menntukan dimana individu- indivu baru akan berkembang.

KONTROL HORMONAL SAAT METAMORFOSIS


Proses metabolisme di dalm tubuh kupu- kupu dipengaruhi oleh hormon. Hormon ekdison yang disekresikan oleh kelenjar protoraks (belakang kepala ulat) akan merangsang prosesmolting atau pergantian kulit pada saat fase larva. Selain itu, ekdison juga merangsang untuk mendorong perubahan dari ulat menjadi kupu- kupu. Sekresi hormon ekdison ini dikontrol oleh hormon otak (brain hormone).

Hormon juvenil, merupakan hormon yang mempertahankan bentuk larva disekresi oleh kelenjar allat yang terletak di belakang otak. Hormon ini berungsi mempertahankan bentuk larvanya. Sehingga jika suatu larva memiliki konsentrasi juvenil yang tinggi, maka perubahan menjadikupu- kupu akan terhambat. Fase pupa terjadi ketika konsentrasi juvenil berkurang sehingga ekdison akan merangsang ke tahapan selanjutnya, pupa.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top