Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Klasifikasi Mamalia (Penjelasan Lengkap)

Klasifikasi Mamalia (Penjelasan Lengkap) - Mamalia merupakan kelompok hewan vertebrata yang memiliki perkembangan yang paling maju diantara kelompok hewan lainnya. Mamalia tersebar dibebagai belahan bumi, daratan dan perairan. beragam modifikasi mungkin dilakukan oleh mamalia terhadap habitatnya, namun ciri-ciri mendasar yang dimiliki tetap ditemukan. Sebagian besar mamalia melahirkan (vivipar) dan kelenjar susu berkembang pada mamalia betina yang menghasilkan air susu untuk mengawali asupan nutrisi anak- anaknya diawal perkembangannya.

Asal mula mamalia diyakini berasal dari evolusi leluhur reptilia.hipotesis ini dikuatkan dengan penemuan fosil leluhur mamalia yang memiliki kemiripan dengan reptilia. Terbentuknya mamalia yang sekarang ini merupakan hasil dari radiasi adaptif yang besar- besaran (evolusi). Mamalia memiliki ukuran yang bervariasi, bekisar antara 30mm-33m. Organisasi spesies mamalia dunia (2006) telah mencatatkan sekitar 5.416 spesies yang telah berhasil diidentifikasi, yang terdiri dari 1.229 genus, 153 famili, dan 29 ordo. The principles of classification of mamals yang ditulis oleh G.G.Simpson, menjadi buku pegangan atas pengelompokkan mamalia. Keanekaragaman mamalia dikelompokkan menjadi dua subkelas yang didasarkan cara perkembangan embrio mamalia.

 

a.    Subkelas protheria


Merupakan mamalia yang bertelur, perkembangan embrio terjadi di luar tubuh yang dilindungi cangkang seperti pada reptil. Setelah menetas, induk betina akan menyususi anaknya. Subclass ini hanya terdiri atas satu ordo, monotremata, yang terbagi menjadi dua famili, tachyglossidae dan ornithorhynchidae. Echidna merupakan contoh hewan  tachyglossidae yang masih hidup ditemukan di benua australia, memiliki bentuk seperti trenggiling, hanya saja rambut-rambutnya berduri, echidna merupakan pemakan semut. Sedang platypus merupakan satu-satu spesies pada famili ornithorhynchidae yang masih hidup, memiliki mulut yang berubah menjadi paruh menunjukkan kemiripan dengan struktur paruh burung. Echidna dan platypus tidak memiliki puting susu, anak-anaknya akan menyedot susu melalui rambutnya. Perkembangan embrio terjadi diluar tubuh, embrio dibekali dengan kuning telur sebagai suply nutrisi untuk pertumbuhan embrio.

 

b.    Subkelas theria


Subkelas ini merupakan kelompok mamalia yang perkembangan embrio terjadi di dalam tubuh induk betina. Dibedakan menjadi dua infrakelas:

1.    Metatheria

Dikenal juga sebagai marsupials yaitu kelompok mamalia berkantung. Perkembangan embrio hanya sebentar di dalam tubuh induk kemudian akan lahir dan perkembangan lanjut s akan berlangsung di dalam kantung. Kelenjar susu tersimpan di dalam kantung hewan ini, embrio yang masih sangat muda akan menyusui sampai bentuknya sempurna. Anak yang masih menyusu di dalam kantung disebut dengan marsupium. Opossum, kangguru, bandikot, koala, adalah contoh dari hewan marsupial yang tersebar di benua Australia.

Advertisement
2.    Eutheria

Kelompok hewan ini merupakan hewan theria sejati yakni yang menyelesaikan perkembangan embrionya sempurna di dalam tubuh induk. Disebut juga dengan hewan berplasenta, yang merupakan syarat dari kelompok ini. Embrio berkembang di dalam rahim (induk betina) asupan makanan disuplai dari induk melalui plasenta. Perkembangan embrio sampai selesai terjadi di dalam tubuh induk betina. Oleh karena itu, masa kehamilan pada kelompok hewan eutheria lebih lama dibanding hewan metatheria. Hewan – hewan eutheria tersebar diberbagai belahan bumi, sebagian di daratan dan beberapa di perairan. terdiri atas ukuran yang bervariasi, masa keha,milan pun bervariasi. Kelompok eutheria terdiri atas beberapa ordo:

a)    Artiodactyl

Merupakan kelompok eutheria herbivora (pemakan tumbuhan) yang memiliki jumlah jari kaki yang genap. Contoh: kambing, domba, babi, sapi, jerapah

b)    Carnivora

Pemakan daging, memiliki gigi taring yang sangat tajam dan runcing serta gigi geraham untuk mengunyah. Contoh: anjing kucing, serigala, beruang laut.

c)    Cetacea

Kelompok eutheria yang hidup di laut, memiliki tubuh menyerupai ikan. Tungkai kaki depan berubah menjadi sirip serta tungkai kaki belakang menyatu membentuk ekor. Rambut hanya pada perkembangan awal selanjutya menghilang. Contoh: lumba- lumba, paus

d)    Chiroptera

Eutheria terbang, sayapnya merupakan pelebaran kulit tungkai depan yang memanjang sampai ke kaki, sehingga dapat terbang seperti burung. Merupakan hewan nokturnal (aktif di malam hari). Contoh: kelelawar.

e)    Edentata

Merupakan kelompok eutheria yangt tidak memiliki geligi (gigi), gigi- gigi mereduksi pada awal perkembanganya. Hewan ini merupakan pemakan semut. Contoh: kukang, armadilo.

f)    Insectivora

Mamalia pemakan serangga, memiliki struktur mulut yang memanjang bagai alat penyedot debu. Contoh: tikus mondok, landak

g)    Lagomorpha

Memiliki gigi seri seperti pahat, ukuran kaki belkang lebih panjang dibanding kaki depan, sehingga akan memiliki lompatan dan lari yang cepat. Daun telinganya melebar.  Contoh: kelinci, terwelu.

h)    Perrissodactyla

Herbivora dengan jumlah jari kaki yang ganjil. Contoh: badak, zebra, kuda.

i)    Proboscoidea

Hidungnya panjang disebut dengan belali, daun telingan melebar kesamping, taring berubah menjadi gading, ukuran tubuhnya besar panjang dan berotot. Contoh:gajah.

j)    Rodentia

Hewan pengerat, memiliki gigi seperti pahat yang apabila tanggal akan diganti terus menerus. Contoh; tupai, berang- berang, tikus dll.

k)    Sirenia

Mamalia akuatik, memiliki tubuh seperti ikan, kaki depan berubah menjadi sirip, sedangkan kaki belakang menyatu, hanya saja kulitnya tidak licin seperti lumba- lumba, kulitnya bergelambir banyak lemak. Akan ke daratan untuk bernafas, bereproduksi, dan ke perairan jika akan mencari makanan. Contoh: putri duyung, singa laut, anjung laut, sapi laut.

l)    Primata

Merupakan mamalia yang paling maju perkembangan cara berpikirnya, korteks serebral otak sangat berkembang. Jari- jari tanganya dapat bertemu dengan ibu jari, mata menghadap ke depan, omnivora, beberapa berjalan dengan dua kaki, beberapa masih berjalan dengan empat kaki. Contoh: manusia, simpanse, bekantan, monyet, lemur, kera.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top