Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Klasifikasi Kingdom Animalia (Uraian Lengkap)

Klasifikasi Kingdom Animalia (Uraian Lengkap) - Kelompok organisme yang termasuk dalam kindom animalia dapat ditemukan diberbagai belahan bumi. Ada sekitar 9 sampai 10 juta spesies yang mana 800.000 spesies diantaranya telah berhasil diidentifikasi. Evolusi yang terjadi pada animalia telah terjadi sejak ratusan tahun yang lalu. Perkembangan animalia diyakini berasal dari evolusi nenek moyang protozoa. Pembagian kelompok hewan didasarkan pada keragaman ciri yang dimilikinya. Pengelompokkan ini didasarkan pada beberapa hal berikut ini:

 

1. Tulang belakang


• Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki sumsum tulang belakang
• Inverebrata kelompok hewan yang tidak memiliki tulang belakang.

 

2. Lapisan tubuh


Perkembangan embrio hewan akan membentk lapisan- lapisan embrionik yang akan berkembang menjadi organ – organ penyusun tubuh hewan. Dalam ini dibedakan menjadi dua :

• Diploblastik yaitu kelompok hewan yang membentuk dua lapisan embrionik, ektoderm dan endoderm. Contoh hewan porifera, coelenterata.
• Triploblastik, hewan yang membentuk tiga lapisan embrionik, ektoderm- mesoderm- dan endoderm. Triploblastik memiliki tingkat kekompleksan yang lebih tinggi.

 

3. Simetri tubuh


Simetri tubuh atau sumbu simetri yaitu pembagian tubuh menurut sumbu simetrinya, dibedakan menjadi

• Simetri bilateral, yaitu hewan yang memiliki dua sisi yang sama jika dipotong dari sumbu tubuhnya. , contohnya : manusia (bentuk depan sam dengan bentuk belakang, sisi kanan sama dengan sisi kiri)
• Simetri radial, merupakan kelompok hewan yang memiliki ukuran yang sama dari setiap potongan yang diambil dari tiap sumbu tubuhnya. Simplenya, bayangkan bentuk radial adalah bentuk sebuah bola, yang jika dipotong dari sumbu tubuuhnya akan memiliki bentuk potongan yang sama.

 

4. Rongga tubuh (coelom)


Perkembangan rongga tubuh terbentuk di awal perkembangan embrio hewan, yang pada fokus ini dibedakan menjadi:

• Aselomata, kelompok hewan yang tidak memiliki rongga tubuh.. kelompok hewan ini merupakan kelompok diploblastik, yang hanya membentuk dua lapisan, tidak terbentuk rongga dalam perkembangannya. Contoh: cacing pipih.
• Pseudoselomata, hewan triploblastik yang pembentukan rongga tubuhnya belum sempurna, maka disebut dengan rongga semu. Dimiliki oleh cacing tambang (nemathelmintes).
• Selomata, kelompok triploblastik dengan rongga tubuh yang sempurna terbentuk. Dimiliki oleh sebagian besar anggota hewan (terutama kelompok vertebrata).
Advertisement

Dalam sistem taksonomi, kingdom animalia dibedakan menjadi beberapa filum:

 

a. Porifera


Invertebrata. Hewan dalam filum ini memiliki ciri yang mencolok yakni tubuhnya memiliki pori (pori, pori; ferus, mengandung). Habitat hewan porifera adalah perairan (tawar dan laut), hewan ini merupakan pemakan suspensi, memiliki simetri tubuh radial tergolong dalam hewan diploblastik, dan memiliki pergerakan yang pasif karena hewan ini menempel di dasar perairan (sesil). Contoh: spongila sp.

 

b. Coelenterata


Invertebrata. Merupakan hewan yang memiliki rongga perut (coelom, rongga; enteron, perut). Diploblastik radial, dan memiliki pergerakan yang aktif. Ciri khas pada filum ini memiliki sel penyengat yang mengandung racununtuk menangkap mangsanya. Pada siklus hidupnya ditemukan fase polip yang sesil dan fase medusa yang bebas bergerak diperairan. Contoh: ubur- ubur, anemon, obelia, hydra.

 

c. Platyhelmintes


Invertebrata. Dikenal dengan cacing pipih karena memiliki bentuk tubuh yang pipih. Merupakan hewan bilateral, diploblastik aselomata. Sebagian besar bersifat parasit. Contoh: planaria, cacing pita, cacing hati.

 

d. Nemathelmintes


Invertebrata. Cacing tambang, memiliki tubuh yang lebih kompleks dibanding pendahulunya. Tubuhnya merupakan simetri radial, triploblastik dan memiliki rongga tubuh semu. Semuanya bersifat parasit. Contoh cacing kremi.

 

e. Annelida


Invertebrata. Cacing gelang yang memiliki rongga tubuh sejati, radial triploblastik. Ciri khas pada filum ini ialah tubuhnya memiliki sekat atau ruas- ruas tubuh (metameri). Contoh: cacing tanah, pacet, linta.

 

f. Mollusca


Invertebrata. Hewan lunak adalah sebutan yang paling khas untuk filum ini. Bebarap memiliki cangkang untuk melindungi tubunya yang lunak. Contoh: gurita, cumi- cumi, keong, kerang.

 

g. Arthtropoda


Invertebrata. Kaki beruas- ruas adalah ciri utaa pada filum ini. Memiliki eksoskleton atau rangka luar yang melindungi tubuhnya. Beberapa memiliki sayap. Contoh: kecoa, udang, luing, laba- laba.

 

h. Echinodermata


Kelompok invertebrata yang paling kompleks jika dilihat dari perkembangannya. Filum ini memiliki kedekatan dengan kelompok vertebrata. Radial triploblastik, selomata.. habitatnya adalah diperairan. Contoh: bintang laut, bulu babi dll.

 

i. Chordata


Merupakan kelompok hewan yang memiliki sumbu saraf yang disebut dengan notochord, selanjutnya akan menjadi vertebrata. Kelopok ini merupakan kelompok hewan yang memiliki tingkat kekompleksan paling maju diantara hewan lainnya. Habitatnya ada di perairan dan daratan. Berbagai adaptasi dilakukan untuk menyesuaikan dengan lingkungan. Filum ii dibedakan menjadi lima kelas yaitu,pisces (ikan), amphibia, reptilia, aves, serta mamalia yang termasuk manusia di dalamnya.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top