Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Ciri Ciri Animalia (Penjelasan Lengkap)

Ciri Ciri Animalia (Penjelasan Lengkap) - Kingdom animalia merupakan salah satu dari keberagaman makhluk hidup di muka bumi. Pengelompokkan makhluk hidup yang dirakarsai oleh Linnaeus memudahkan kita dalam mengenali makhluk hidup. Seperti yang telah dijelaskan pada artikel- artikel sebelumnya, pengelompokan makhluk hidup di dasarkan atas kesamaan ciri yang ditemukan pada makhluk hidup. 

Kata animal berasal dari bahasa latin “animalis” yang berarti memiliki napas. kelompok animalia merupakan organisme yang dengan mudah dikenali, ciri- ciri kehidupan lebih nyata ditunjukkan oleh animalia karena strukturnya yang khas dibanding kelompok organisme lainnya. Kajian tentang klasifikasi makhluk hidup makin berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi.  Animalia merupakan salah satu kingdom (kerajaan) makhluk hidup, yang dibedakan dari kingdom plantae, protista, monera, dan fungi. Sekitar 9- 10 juta spesies yang termasuk ke dalam kingdom animalia, 800.000 diantara telah berhasil diidentifikasi. Tidaklah sulit bagi kita untuk mengelompokkan organisme ke dalam kindom animalia, asal organisme tersebut menunjukkan ciri – ciri yang ditunjukkan oleh kelompok kerajaan ini. Ciri- ciri kingdom animalia yang telah ditentukan oleh pakar taksonomi antara lain:

1. Struktur tubuh

Hewan merupakan kelompok eukariotik, yakni kelompok sel yang memiliki inti sejati. Namun jika mengandalkan ciri ini, kita akan kesulitan, karena tumbuhan(plantae), jamur (fungi), protozoa memiliki ciri yang sama. Ciri yang membedakannya dengan kindom lainnya ialah, struktur sel hewan (animalia) tidak memiliki dinding sel seperti pada tumbuhan ataupun jamur, dan hewantersusun atas banyak sel yang membentuk suatu koordinasi yang membedakan dengan protozoa (uniseluler = satu sel). Bentuk yang dimiliki oleh kelompok animalia sangat beragam tergantung pada tingkat kekompleksan jenisnya.

2. Cara perolehan makan

Keabsenan organel kloroplas mengubah sifat dan kemampuan dari suatu organisme. Semua animalia tidak memiliki organ ini yang menyebabkan animalia tergolong ke dalam kelompok heterotrof, yaitu kelompok organisme yang memperoleh asupan makanannya dari organisme lain. Berdasarkan cara makannya, maka animalia dapat digolongkan sebagai herbivora yaitu kelompok animalia pemakan tumbuhan, karnivora pemakan hewan lain (daging), suspensi pemakan senyawa organik yang terbawa arus air, detrivor pemakan senyawa organik hasil perombakan di daratan.

Advertisement
3. Sistem organ penyusun tubuh

Animalia tersusun atas multisel yang membentuk organisasi. Sebagian besar hewan memiliki sistem organ yang menjalankan fungsi- fungsi khusus. Sistem- sistem ini memiliki tugas khusus dalam menjalankan fugsi kehidupan pada tubuh hewan. (tidak semua hewan memiliki sistem organ yang lengkap, kelompok hewan tingkat rendah tidak memiliki sistem organ yang tidak lengkap).

• Sistem pencernaan, sistem yang berperan dalam penyediaan asupan makanan bagi tubuh hewan. Sistem pencernaan ini bervarisi pada hewan, tergantung pada jenis makanan dan tigkat kekompleksannya.
• Sistem endokrin, sistem yang meghasilkan protein pengatur pertumbuhan hewan. Beberapa hewan tidak memiliki fungsi ini.
• Sistem saraf, yang merupakan pengatur koordinasi terhadap rangsangan yang datang
• Sistem integumen, sistem yag menutupi tubuh hewan
• Sistem pernapasan, sistem yang menyediaakan asupan oksigen bagi tubuh hewan. Oksigen amat penting bagi penyediaan energi.. proses ini dapat dilakukan dengan difusi, sistem trakea, insang, serta paru- paru.
• Sistem peredaran, berfungsi dalam pengedaran nutrisi serta senyawa-senyawa yang dibutuhkan tubuh serta limbah hasil metabolisme untuk dibuang.
• Sistem pertahanan tubuh, atau sistem imun merupakan sistem yang dibangun untuk melawan segala patogen yang dapat menyerang tubuh.
• Sistem eksresi, atau sistem pembuangan akan membuang semua limbah hasil metabolisme yang bersifat racun bagi tubuh.
• Sistem reproduksi berperan dalam menghasilkan individu bau untuk melestarikan jenisnya. Sebagian besar reprosuksi pada hewan dilakukan melalui perkawinan (sexual), yang leibatkan gamet jantan (sperma) dan betina (ovum), meski demikian perkembangbiakan secara vegetatif kerap ditemukan pada kelompok hewan tingkat rendah.

4. Lokomotif

Hewan memiliki lokomosi atau pergerakan yang aktif dibanding dengan kelompok organisme lainnya. Meski demikian, ditemukan kelompok hewan yang sesil (pasif) yang menempel pada dasar perairan, seprti pada filum porifera.

5. Habitat

Habitat hewan sangat beragam, tersebar di berbagai belahan bumi baik daratan maupun perairan.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top