Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Cara Mengatasi Pencemaran Air Secara Lengkap

Cara Mengatasi Pencemaran Air Secara Lengkap - Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan mengenai pencemaran air dan dampak yang ditimbulkan. Mengingat sangat pentingnya air bagi kelangsungan hidup manusia dan organisme lainnya, sudah menjadi tanggung jawab manusia sebagai khalifah dibumi senantiasa menjaga kesimbangan yang terjadi. Pencemaran air yang dapat merusak suatu fungsi kehidupan tidak dapat dibiarkan. Berbagai cara yang dapat diamalkan guna mengatasi pencemaran air. Pemerintah sendiri telah menerapkan aturan mengenai kualitas air dengan menetapkan PP No. 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas dan pengendalian pencemaran air. Dengan ditetapkannya peraturan ini maka akan bersifat mengikat bagi seluruh lapisan masyarakat untuk bersama – sama menjaga kualitas air untuk kualitas kehidupan yang lebih baik.

Secara umum, upaya untuk menanggulangi masalah pencemaran air dapat dibedakan menjadi dua:

 

a.    Teknis


Upaya ini merupakan cara penanggulangan pencemaran dengan langsung turun pada penyebab pencemaran. Contohnya yaitu mengolah limbah buangan industri sebelum dibuang ke lingkungan, atau mengolah limbah menjadi produkyang dapat digunakan kembali. Maka dapat disimpulkan bahwa teknik ini menanggulangi pencemaran dengan mengurangi tingkat pencemarannya.
Advertisement

 

b.    Non- Teknis 


Pada teknik ini penanggulangan pencemaran dilakukan dengan membuat peraturan- peraturan untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Peraturan inimengatur mulai dari perencanaan, pengaturan, serta pengawasan dari segala macam bentuk kegiatan industri. Teknik AMDAL adalah uji berkala yang dilakukan oleh suatu industri sebelum dibangun. Dengan penerapan teknik ini akan mengurangi pencemaran dari awal.

Namun sejatinya, penanggulangan pencemaran sebenarnya adalah tugas semua lapisan masyarakat. Tentu saja, kita wajib mengurangi pencemaran air minimal dari pemakaian pribadi. Kesadaran akan air bersih harus dimilliki oleh setiap lapisan masyarakat, bahwa dengan kualitas air yang baik itu akan menopang kehidupan yang lebih baik. Adapun upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi pencemaran air yang terjadi yaitu:

1.    Hemat air

Meningkatnya populasi manusia menyebabkan kebutuhan akan air bersih semakin tinggi, namun permintaan ini tidak didukung dengan ketersediaan air. Sumber air bersih semakin menipis. Tentu saja kita perlu sikapi dengan bijak untukmenanggapi fenomena ini. Berhemat air adalah bukan hal yang baru saja kita dengar. Nasihat ini telah dilontarkan sebelum keadaan air seperti sekarang. Tentu saja kurangi pemakaian air sebisanya. Jangan boros, gunakan air dengan tepat, karena banyak orang yang tidak mendapat air yanng bersih.

2.    Kurangi penggunaan senyawa kimia

Meningkatnya populasi manusia tentu saja sebanding dengan meningkatnya limbah buangan yang dihasilkan, penggunaan senyawa- senyawa kimia yang ikut terbuang di suatu perairan tentu akan membuat kualitas air menurun. Senyawa kimia yang berasal dari berbagai sumber  seperti penggunaan detergent, obat- obatan, pestisida, dan lain- lain dapat mempengaruhi kesuburan tanah karena terbawa oleh air. Masuknya limbah detergent dalam suatu perairan dapat menimbulkan peristiwa eutrofikasi, yaitu pertumbuhan tumbuhan air yang amat pesat. Hal ini sangat merugikan bagi biota perairan seperti ikan karena kandungan oksigen serta suhu perairan tersebut menjadi turun.

3.    Tidak membuang sampah di sumber perairan

Banjir adalah salah satu bencana yang dibuat oleh akumulasi kesalahan manusia yang membuang sampah sembarangan. Sampah- sampah merupakan tempat berkembangnya segala macam patogen, dengan demikian meningkatnya sampah disuatu perairan akan meningkatkan patogen berbahaya yang akan menyebar dengan mudah melalui air. Oleh karena itu jangan jakdikan sungai atau sumber- sumber air sebagai tempat pembuangan sampah sebelum memberi dampak buruk bagi kita.

4.    Bioremediasi

Bioremediasi adalah suatu teknik rehabilitasi lingkungan air dengan penggunaan organisme yang ramah lingkungan. Bioremediasi menggunakan mikroorganisme untuk mengatasi pencemaran yang terjadi di wilayah perairan. sangat cocok untuk menangani limbah indutri yang masuk ke perairan. contohnya seperti limbah minyak buangan industri yang sangat mengotori perairan, hal ini dpat diatasi dengan memberikan bakteri untuk mendegradasi minyak serta unsur logam yang mejadi polutan diperairan tersebut. Banteri- bakteri tersebut memiiki enzim- enzim yang mampu merombak zat racun pada polutan menjadi senyawa yang lebih ramah lingkungan.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top