Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Berbagai Penyebab Pencemaran Tanah dan Cara Mengatasinya

Berbagai Penyebab Pencemaran Tanah dan Cara Mengatasinya - Menurut peraturan pemerintah no. 150 tahun 2000, tanah merupakan lapisan bumi teratas yang mengandung berbagai senyawa mineral dan senyawa organik lainnya, yang menopang kehidupan manusia serta organisme lainnya. Seperti yan telah disebutkan, tanah mengandung berbgai mineral yang menopang kehidupan tumbuhan. Mineral- mineral ini sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan, selain itu tanah menjadi tempat hidupnya tumbuhan dan beberapa hewan. Kandungan senyawa organik di dalam tanah memfasilitasi hewan- hewan pemakan detritus, cacing, yang dapat menyuburkan tanah. Tanah yang subur dapat menumbuhkan berbagai tanaman, dengan demikian akan mendukup kehidupan berbagai hewan. Kehidupan datang seiring dengan kondisi tanah yang subur.

Namun, (lagi- lagi ulah manusia), beberapa aktivitas manusia membuat komposisi tanah berubah. Meningkatnya populasi manusia yang juga berarti terjadi peningkatan aktivitas manusia yang menghasilkan buangan yang dapat mencemari lingkungan, salah satunya tanah. Kerusakan tanah merupakan kondisi dimana struktur dasar penyusun tanah mengalami perubahan akibat substansi pencemar. Pencemaran tanah didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana partikel – partikel kimia masuk ke dalam tanah baik secara alami atau buatan sehingga merusak komponen tanah. Dengan demikian akan merusak komponen tanah, yang juga akan merusak kestabilan ekosistem.  Adapun komponen- komponen bahan pencemar pada tanah dibedakan menjadi dua bentuk:

a. Limbah padat

Limbah padat yang mencemari tanah berasal dari senyawa anorganik yang tidak dapat atau memerlukan waktu yang amat lama untuk didegradasi. Sampah sampah ini terkubur di dalam tanah namun tak dapat terurai oleh mikroba pengurai di dalam tanah karena tersusun dari senyawa yang tidak dapat diuraikan seperti plastik, kaleng, sterofom, dan sebagainya. Keberadaan smpah- sampah tak terurai ini harus ditangai dengan serius. Karena jika dibiarkan, maka kesuburan tanah akan terganggu. Tanah yang tercemar dengan limbah padatan ini akan menjadi tandus, karena daerah resapan air menjadi berkurang. hal ini tentu akan mengganggu kehidupan organisme, bahkan tidak mendukung terjadinya suatu kehidupan.

b. Limbah cair

Pemakaian senyawa kimia dalam bentuk cair akan terbawa oleh perairan dan akhirnya mencemari komponen tanah. Senyawa kimia seperti penggunaan detergent, oli, cat, tinja, pestisida dll, adalah salah satu agen pencemar yang terjadi ditanah. Senyawa benzen yang ikut terbuang dan masuk ke dalam tanah sangat membahayakan bagi kesehatan manusia. Apaila terjadi paparan terus- menrus dengan senyawa ini maka dapat menimbulkan anemia. Masuknya limbah cair ke dalam tanah akan membuat kerusakan tanah. Kilang- kilang minyak yang mengotori perairan dan selanjutnya masuk mencemari tanah. Selain itu, limbah pertanian seperti penggunaan pestisida juga selain merugikan bagi kehidupan organisme lainnya.
Advertisement

Pencemaran yang terjadi pada linkungan tanah harus segera ditangani.  Penanggulangan kerusakan tanah harus disesuaikan dengan status kerusakan tanah. Merujuk pada peraturan pemerintah no. 150 Tahun 2000, status kerusakan tanah adalah suatu kondisi dimana dalam suatu tempat dan waktu tertentu mengalami kerusakan berdasarkan kriteria baku (ukuran batas perubahan sifat dasar tanah). Tindakan penanggulangan kerusakan tanah dilakukan untuk mencegah meluasnya kerusakan tanah serta mengembalikan kualitas tanah akibat kerusakan. Cara yang dapat dilakukan untuk menangani pencemaran tanah antara lain:

1. Bioremediasi

Bioremediasi merupakan suatu proses pembersihan pencemaran tanah degan menggunakan mikroorganisme.  Limbah- limbah cair yang mencemari tanah sulit diatasi oleh manusia, oleh karena itu dengan memanfaatkan keanekaragaman organisme, ditemukn spesies jamur dan mikroorganisme yang dapat mengurai limbah- limbah ini. Tentu ini sangat menguntungkan, karena sangat ramah lingkungan, dan mengatasi pencemaran yang terjadi.

2. Remediasi

Hampir serupa dengan bioremediasi, proses ini bertujuan untuk membersihkan tanah dari partikel- partikel pencemar dengan berbagai cara. Dibedakan menjadi dua cara yaitu secara insitu yaitu pembersihan pencemar dari permukaan saja, sedang eksitu dilakukan denan melakukan penggalian tanah lalu mengeluarkan partikel- partikel pencemar.

3. Membuang sampah pada tempatnya

Membuanglah sampah pada tempatnya, nasehat ini telah ddengar semasa kita kecil. Dari kecil kita sudah diajarkan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Dengan membuang sampah pada tempatnya tentu tak mgnotori tanah, dan tidak mencemari tanah. Karena sampah yang kita temukan di dalam tanah itu bisa saja dari sampah kehidupan manusia masa lalu. Oleh karena itu, sampah yang kita buang sembarang itu dapat terkubur dan dapat ditemukan kembali oleh anak cucu kita.

4. Memisahkan jenis sampah berdasarkan penyusunnya

Sudah banyak ditemukan ditempat- tempat umu kotak sampah yang memisahkan sampah organik dan anorganik. Ini adalah salah satu tindakan prefentif. Karena sampah anorganik sangat sulit diuraikan oleh mikroorganisme, oleh karena itu dengan pemisahan akan lebih mudah untuk menentukkan limbah anorganik yang menumpuk.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top