Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Berbagai Dampak Pencemaran Tanah Lengkap

Berbagai Dampak Pencemaran Tanah Lengkap - Pencemaran tanah menimbulkan berbagai masalah bagi organisme. Tanah merupakan tempat penopang kehidupan organisme. Tanah mengandung mineral dan habitat beberapa mikroorganisme dan juga hewan. Komposisi tanah akan menentukan jenis kehidupan di sekitarya.  Perubahan kondisi anah tentu kan mempengaruhi kehidupan organismenya. Pencemaran dapat mengubah kondisi tanah menjadi tidak subur yang akan menghambat pertumbuhan tumbuhan dan tentu saja ini akan merusak rantai makanan di dalam ekosistem akibat kerusakan satu jenis organisme di dalamnya. Sehinga dapat dikatakan jikalau kerusakan tanah akan menyebabkan ketidakstbilan ekosistem. Tak hanya itu, pencemaran tanah memiliki dampak terhadap kesehatan oranisme. Hal ini tentu sangat berpengaruh dari kandungan mineral yang di kandng tanah. Tanah tercemar mengandung berbagai partikel yang bersifat toxic bagi kesehatan organime (tumbuha, hewan, manusia, mikroorganisme) yang menyebabkan daya hidup menurun. Untuk lebih detailnya berikut diuraikan mengenai dampak yang muncul akibat pencemaran tanah:

1. Dampak pencemaran tanah bagi kesehatan

Kelangsungan hidup tentu saja dipengaruhi oleh sistem pertahanan tubuh yang akan menghalau patogen hidup yang masuk. Namun sayangnya, logam- logam berat seperti timbal, kromium dapat ditangkal seperti patogen lainnya karena merupakan unsur logan sama seperti mineral lainnya yang masuk ke dlam tubuh. Bagaimana zat- zat pencemar sampai ke dalam tubuh manusia??? Tentu ini terjadi dari rantai makanan dalam ekosistem. Partikel- partikel pencemar tanah ikut terbawa masuk pada tubuh mulaidari tumbuhan – hewan – manusia. Dengan demikian, partikel- partikel ini juga sangat berpengaruh pada kesehatan makhluk hidup. Dampak yang ditimbulkan tentu tergantung pada jenis polutannya. Limbah pertanian, seperti pestisida mengandung senyawa – senyawa yang dapat memicu kanker (karsinogenik). Selain itu kandungan DDT (pestisida dilarang mengandung DDT, namun beberapa oknum masih menambahkannya), akumulasi akut pada tubuh akan menyebabkan perubahan pada tubuh manusia dan beberapa organisme. DDT dapat menyebabkan feminisasi pada pria, menyebabkan perubahan hormon pria memimiliki hormon estrogen berlebih. Karena DDT bersifat seperi hormon estrogen, tingginya hormon estrogen pada pria maka akan memicu pertumbuhan ciri seks sekunder wanita pada pria (payudara, suara melenking). DDT juga memiliki dampak buruk pada unggas, paparan DDT membuat cangkang telur yang dihasilkan unggas menjadi tipis, hal ini tentu mempengaruhi kelangsungan hidup anak-anaknya. Logam- logam timbal buangan industri dapat menyebabkan kerusakan ginjal, selain itu masih banyak lagi partikel- partike pencemar yang merusak kesehatan. Pencemar seperti air raksa, klorin, organofosfat, sikodiena, merupakan beberapa pencemar yang menyebabkan kerusakan hati, ginjal, sampai saraf. Tentunya jika pada konsentrasi tertentu (maximal) polutan- polutan ini dapat memicu sebuah kematian.

2. Dampak pencemaran tanah bagi kestabilan ekosistem

Dalam suatu ekosistem terjadi hubungan timbal balik antara komponen biotik dengan abiotik, serta interaksi antar komponen biotiknya. Tanah yang merupakan unsur abiotik dalam suatu ekosistem memilii peran bagi kelangsungan hidup unsur biotiknya. Tumbuhan yang memegang peran sebagai produsen sebagai produse (penghasil makanan) dalam suatu ekosistem sangat tergantung pada kondisi tanah. Tanah mengandung mineral yang diperlukan oleh tumbuhan, namun masuknya zat- zat pencemar ke dalam tanah juga akan mengubah kondisi tanah menjadi tidak seperti semula. Hadinya partikel- partikel pencemar yang bersifat toxic ini dapat menghambat pertumbuhan tumbuhan, yang lambat laun akan menyebabkan kematian tumbuhan. Apa dampak terbesar dari hal ini??? Tentu akan merusak keseimbangan rantai makanan dalam suatu ekosistem. Tumbuhan memegang peran lunci dalam kelangsungan hidup organisme lainnya, seperti herbivora (pemakan tumbuhan) yang memgang peran sebagai konsumen tingkat I dalam ekosistem akan mengalami kekuranga n makanan dan berujung pada kematian para herbovora karena tidak mendapatkan makanan. Lalu konsumen tingkat II yaitu pemakan konsumen tingkat I pun akan mengikuti jejak ini, dan seterusnya sampai konsumen puncak. Sehingga pencemaran yang tidak ditangani akan berujung pada kemusnahan makhluk hidup. Menyeramkan bukan??? Oleh karena itu, tugas kita adaah menjaga bumi, mengurani tingkat pencemaran agar anak cucu kita dapat menikmati bumi yang sehat.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top