Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

5 Cara Mengatasi Pencemaran Udara

5 Cara Mengatasi Pencemaran Udara - Kualitas udara sangat berpengaruh pada kualitas kehidupan organisme. Udara yang tercemar tentu sangat tidak baik bagikehidupan. Penyakit ISPA, Kanker saluran pernafasan, dan kelainan – kelainan lainnya muncul akibat dari pencemaran udara. Pencemaran udara yang makin meningkat tak jauh dari ulah manusia tentunya. Kemajuan industri yang menggunakan bahan bakar akan menghasilkan buangan yang dapat mencemari udara. Sebagai manusia yang dikirim Tuhan sebagai pemimpin bumi tentunya kita harus bijak dan mengatasi permasalahan – permasalahan yang timbul apalagi akibat ulah mausia sendiri.

Pemerintah pusat sendiri telah menerbitkan peraturan mengenai pengendalian pencemaran udara (PP No. 41 Tahun 1999 Tentang pengendalian Pencemaran Udara Presiden Republik Indonesia). Dalam aturan tersebut telah disebutkan berbagai cara untuk mengendalikan pencemaran dengan pengendalian mutu udara melali uji emisi karbon yang dilakukan secara berkala terhadap suatu industri. Masyarakat harus turut andil dalam membantu peraturan pemerintah, jangan biarkan oknum- oknum tertentu mengabaikan peraturan ini. Selain itu, sebagai masyarakat kita mampu turut andil dalam pengendalian polusi udara, antara lain:

 

1. Reboisasi


Reboisasi atau penanaman pohon kembali setelah digunakan wajib digalakkan. Pohon (tumbuhan) mampu mengurangi emisi senyawa karbon di udara. Tumbuhan membutuhkan karbondioksida sebagai bahan pembentukan glukosa, zat makanan yang amat penting dalam rantai makanan di bumi dan menghasilkan oksigen (senyawa penting untuk pernapasan). Ilegal logging yang terjadi serta pembalakan hutan atau konversi hutan menjadi lahan non produkrif tentu akan meningkatkan polusi udara karena emisi karbon tidak diolah oleh tumbuhan. Oleh karena itu, jika ingin udara kembali bersih maka tanamlah pohon dengan demikian udara di sekitar akan terasa sejuk (udara bersih).

 

2. Pengurangan Penggunaan CFC


Pada artikel sebelumnya telah dijelaskan dampak CFC yang dapat menipiskan lapisan ozon. Pengurangan CFC melalui pengurangan penggunaan pendingin tentu menjadi pilihan bijak agar generasi selanjutnya dapat tetap menikmati udara yang sehat. Demi anak cucu kita, kita bertanggung jawab atas kelangsungan hidup mereka.
Advertisement

 

3. Menggunakan Transportasi Umum


Emisi karbon meningkat sebanding dengan meningkatnya kendaraan. Pasar industri otomotif menunjukkan kurva yang terus naik. Ini artinya penggunaan bahan bakar semakin meningkat, hasil pembakaran bahan bakar ini menghasilkan senyawa karbon (karbondioksida, karbomonoksida) atau bahkan logam- logam seperti timbal (asap hitam) yang sangat berbahaya. Penggunaan kendaraan umum tentu akan mengurangi hal – hal tersebut. Dengan demikian udara akan lebih sedikit baik.

 

4. Menggunakan Bahan Bakar yang Ramah Lingkungan


Oke, jika pada poin nomor tiga sulit dilakukan, maka gunakanlah bahan bakar yang ramah lingkungan seperti bioetanol sebagai bahan bakar kendaraan atau mesin industri. Perlu perhatian dari pemerintah memang untuk masalah bioetanol ini, krena memang produknya dipasaran dapat dikatakan belum ada. Penggunanan bahan bakar jenis pertamax menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna dan lebih ramah lingkungan bagi udara dibanding premium. 

Penggunaan tenaga surya untuk suatu industri merupakan salah satu pilihan yang bijak bagi industri untuk energi yang terbarukan, serta ramah lingkungan. Sudah lama memang diketahui bahwa tenaga surya dapat menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk menghidupkan mesin- mesin industri. Namun memang masih kurang mendapat perhatian, mungkin dengan diterbitkan suatu peraturan yang mengikat akan sedikit memaksa para pelaku industri untuk menggunakan alternatif ini. (ini penting untuk kehidupan kita, dan anak cucu kita tetap sehat).

 

 5. Memanfaatkan Biogas Sebagai Bahan Bakar


Beberapa organisme dapat mengasilkan metana yang dapat mecemari udara kita. Dan penelitian menunjukkan bahwa gas metana dapat dijadikan sebagai bahan bakar gas, oleh karena itu metana dikenal dengan biogas. Gas metana terdapat pada kotoran hewan ternak seperti sapi. Dari kotoran ini dapat diolah sebagai bahan bakar yang digunakan untuk memasak. Tentu ini pilihan yang sangat bijak, mengingat harga gas terus merangkak naik seiring dengann kenaikan harga barang pokok, dengan menggunakan biogas selain megurangi pencemaran tentu akan mengurangi anggaran belanja rumah tangga. Sehingga perlu sedikit perhatian pemerintah untuk mengamati peluang ini.

Sekian pemaparan tentang cara penanggulangan polusi udara. Semoga menambah wawasan dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari- hari. Dengan menjaga kualitas udara maka kita akan menjaga kualitas kehidupan. Udara sehat untuk hidup sehat dan hidup anak cucu kita tetap sehat.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top