Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Uraian Proses Perkembangbiakan Katak Secara Detail

Uraian Proses Perkembangbiakan Katak Secara Detail - Katak merupakan kelompok hewan amphibi, yaitu hewan yang hidup dalam dua alam (air dan darat). Seperti amphibi lainnya, katak akan mengalami perkembangan di dua tempat yang berbeda, perairan dan daratan. Perairan akan menjadi tempat yang sangat cocok untuk reproduksi dan perkembangan larva katak. Katak melakukan reproduksi di air, atau di tempat lembab, yang terjadi di luar tubuh (reproduksi eksternal).  Katak tidak memiliki alat kopulasi, perkawinan dilakukan dengan metode amplexus. Katak jantan dewasa (selalu berukuran yang lebih kecil) akan memegang katak betina di atas tubuhnya dengan keempat lengannya. Kemudian katak betina akan mengeluarkan telur-telur dari dalam perutnya melalui kloaka, disusul dengan pengeluaran sperma oleh katak jantan. Sperma dilengkapi dengan flagel yang membantu pergerakan sperma didalam air untuk mendapatkan ovumnya. Pembuahan (fertilisasi) berlangsung di luar tubuh. Hal ini sangat beresiko, karena ancaman yang datang jauh lebih besar, seperti ikan memakan telur-telur. Oleh karenanya jumlah sel gamet yang diproduksi dan dikeluarkan sangat banyak. Katak memilih wilayah perairan tenang untuk reproduksi hal ini untuk menghindari dari ancaman arus air yang dapat menggagalkan fertilisasi calon anak-anaknya.

 

ALAT REPRODUKSI KATAK


KATAK JANTAN

Memiliki sepasang testes yang akan memproduksi sperma, selain itu dilengkapi dengan alat-alat tambahan pada orga reproduksi (organ asesoris) yaitu:

1.    Vas efferens
2.    Saluran pengumpul
3.    Saluran urigenital
4.    Kloaka

Organ reproduksi katak jantan memiliki sepasang testis yang berbentuk oval berwarna kekuningan. Testes (jamak dari testis) terletak menempel pada ginjal. Vas efferens memiliki panjang sekitar 10-12cm yang mengulung didekat ginjal, saluran ini bermuara pada bagian ujung ginjal (Bidder’s canal) yang menghubungkan dengan saluran urogenital. Saluran genital akan mengeluarkan sperma melalui kloaka yang merupakan muara dari tiga saluran yaitu, reproduksi, urin, dan pencernaan (feses).

KATAK BETINA

Pada katak betina, memiliki organ reproduksi berupa sepasang ovarium beserta organ asesoris, berupa:

1.    sepasang oviduk
2.    kloaka
3.    lubang kloaka

ovarium berfungsi sebagai tempat produksi dan pematangan sel telur.  Pada katak muda, ovarium berukuran kecil, bentuknya mendatar, dan berlobus. Ovarium berwarna kekuningan dengan titik titik hitam. Di dalam lumen ovarium, folikel telur sedang berkembang. Saat musim kawin tiba, folikel-folikel telur ini telah siap untuk dikeluarkan ketika rangsang dari pejantan datang. Folikel-folikel telur ini akan dikeluarkan melalui lubang kloaka, melewati saluran oviduk.
Advertisement

METAMORFOSIS KATAK


Setelah fertilisasi terjadi, sebagian besar zigot dari spesies katak akan berkembang di dalam air atau tempat lembab seperti atas daun atau pohon. Namun, beberapa spesies katak seperti katak lambung australia akan menyimpan zigot-zigotnya didalam tubuhnya. Katak betina akan menyimpan hampir dua lusinan embrio katak dengan menelan masuk ke dalam lambungnya. Oleh karenanya pada saat ini induk katak akan berpuasa agar lambung katak tidak mensekresikan asam lambung. Selain itu, embrio-embrio ini akan membuat induk katak sesak karena paru-parunya terdesak, sehingga pernafasan total akan dilakukan melalui permukaan kulit. Sampai sekitar 10 hari embrio-embrio ini akan menetas dan berubah menjadi katak kecil. Induk katak akan memuntahkan anak-anak katak melalui mulutnya.

Perkembangan embrio katak di dalam air akan mengalami tahap perubahan bentuk (metamorfosis). Tahapan-tahapan metamorfosis  katak pertama ialah tahap berudu berlangsung sekitar sembilan minggu. Telur-telur katak memiliki struktur yang lembek dan berjeli, sehingga media air sangat baik untuk perkembangannya dibanding daratan. Telur-teur ini akan menetas dalam 10 hari menjadi berudu. Berudu memiliki struktur yang sangat lembek, berjeli, dan memiliki ekor yang membantu bergerak di dalam air. Pernafasan pada berudu menggunakan insang sederhana di permukaan luar tubuh kecebong. Sekitar hari ke-6 sampai 9, sebuah jaringan berkembang menjadi penutup insang (operkulum) yang membuat insang masuk ke dalam tubuh. Pernafasan selanjutnya menggunakan insang dalam melalui spirakel (lubang-lubang yang terdapat pada operkulum. Kecebong merupakan herbivora, dalam sehari-harinya ia memakan algae untuk menyambung hidup. Pada minggu ke-6 sampai minggu ke-9 mulai berkembang kaki depan dan belakang. perubahan sempurna terjadi pada minggu ke-16, ekor berudu dan insang akan mengalami apoptosis (kematian sel oleh lisosom). Selanjutnya akan pernapasan akan menggunakan paru-paru untuk menyesuaikan bernapas ketika di daratan. Katak dewasa merupakan karnivora serangga kecil. Ketika akan melakukan reproduksi maka katak dewasa akan pergi kembali menuju perairan untuk perkembangan calon anak-anaknya.

Sumber:

http://worldofbiology.blogspot.com/2012/10/reproductive-system-of-frogs.html
http://www.jw.org/id/publikasi/majalah/g201407/katak-lambung/
http://www.weehawken.k12.nj.us/weehawken/schools/roosevelt/304_09/30414/rm30414/science.html

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top