Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup, Pengertian, dan Tujuannya

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup, Pengertian, dan Tujuannya - Beraneka rupa makhluk hidup yang tinggal di Bumi, mulai dari bersel satu sampai bersel banyak, yang berbulu, bersisik, atau berambut, ada yang hidup di perairan dan ada pula di daratan. Oleh karena itu, saking banyaknya bentuk makhluk yang dapat ditemui maka pernting adanya suatu pengelompokan makhluk tersebut berdasarkan kesamaan ciri secara fisiologi maupun secara morfologi atau dari segi manfaatnya.

 

PENGERTIAN KLASIFIKASI


Klasifikasi ialah suatu usaha dalam mengelompokkan makhluk hidup yng didasarkan pada kesamaan ciri dan juga perbedaan yang ditemukan pada makhluk hidup. Pada klasifikasi ditentukan suaru ciri kunci dalam mengelompokkan maklhluk hidup, dimulai dari yang paling umum. Jadi, pada klasifikasi yang paling besar memiliki ciri umum bersama yang dimiliki oleh semua anggota kelompok makhluk hidup, kemudian semakin ke bawah ciri umum semakin mengerucut sehingga tidak semua anggota kelompok itu memilikinya. Selain berdasarkan pada ciri, klasifikasi dapat dibuat berdasarkan ukuran;manfaat; atau habitat. Karena banyak versi yang dibuat oleh manusia dalam mengelompokkan makhluk hidup, maka perlu suatu klasifikasi standar yang menjadi acuan dalam mengelompokkan makhluk hidup. 

Klasifikasi makhluk hidup dipelajari dalam cabang ilmu biologi yaitu taksonomi dalam taksonomi, mempelajari sistem tata nama makhluk hidup da kedudukannya dalam takson (tingkatan takson). Taksonomi diprakarsai oleh ilmuwan Swedia yang bernama C. Linnaeus, yang pada awalnya mengelompokkan makhluk hidup menjadi dua golongan, yaitu kelompok hewan (animalia) dan kelompok tumbuhan (vegetabilia).  Linnaeus yang emperkenalkan tingkatan takson dalam klasifikasi. Urutan takson dari tingakatn tertinggi ke rendah yaitu:

Kingdom – Filium (Hewan) / Divisio (Tumbuhan) – Klass – Ordo – Famiia – Genus –Spesies

Dalam urutan takson diatas, tingkatan takson paling tinggi ialah kingdom atau kerajaan, sedangkan paling rendah ialah spesies. Semakin tinggi tingkatan takson makhluk hidup, maka ciri bersama yang dimiliki anggota sangat sedikit, sebaliknya semakin redah tingkatan takson memilki ciri bersama yang paling banyak. Jumlah anggota pada tingkatan takson semakin ke bawah semakin mengerucut, artinya semakin rendah tingatan taksonnya semakin sedikit jumlah anggotanya. Linnaeus telah menciptakan suatu sistem penamaan pada makhluk hidup dengan mengunakan bahasa latin yang disebut dengan sistem binomial numenklatur atau sistem tata nama ganda. Aturan ini berbunyi:

a.    Nama spesies makhluk hidup terdiri atas dua suku kata, kata pertama merupakan nama marga (genus) sedang kata kedua merupakan kata spesies (jenis)
b.    Nama marga (genus) ditulis dengan menggunakan huruf kapital di awal sedangkan penulisan nama spesies ditulis dengan huruf kecil.
c.    Penamaan dilakukan dengan enggunakan bahasa latin atau bahasa yang dilatinkan guna menjadi standart bagi klasifikasi yang penuliannya dimiringkan atau digarisbawahi.

Contoh penulisan nama spesies yang benar:
  • Pisang
  • Musa paradisiaca atau Musa paradisiaca
  • Musa merupakan nama marga (genus)
  • Sedangkan paradisiaca merupakan nama spesies (jenis)


Advertisement

TUJUAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP


Telah disebutkan di awal teks ini, bahwa banyaknya makhluk yang tinggal dibumi maka perlu dikelompokkan agar lebih mudah dalam mempelajarinya. Adapun tujuan dari klasifkasi makhluk hidup antara lain:

a.    Mempermudah dalam mempelajari makhluk hidup

Pengelompokkan makhluk hidup berdasarkan kesamaan ciri telah membantu kita dalam mempelajari kelompok makhluk hidup. Dengn klasifikasi makhluk hidup, yang ingin mempelajari kelompok hewan atau tumbuhan tidak mengalami kesulitan karena hewan memiliki ciri yang berbeda dengan tumbuhan, begitu pula dengan kelompok lainnya.

b.    Mengetahui hubungan kekerabatan yang ditemukan antar makhluk hidup yang memiliki ciri yang sama terbanyak

Dari tingkatan takson klasifikasi, menunjukan kesamaan ciri yang banyak, semkin ke bawah semakin mirip sehingga dengan demikian kita menjadi tahu hubungan kekerabatan yang terjadi pada makhluk hidup berdasarkan kesamaan ciri yang dimiliki.

c.    Membedakan makhluk hidup yang satu dengan yang lain berdasarkan ciri yang dimiliki

Dengan klasifikasi kita mampu membedakan antara kera dan monyet atau kelompok makhluk hidup lainya haini didasarkan pada ciri yang dimiliki oleh makhluk hidup tersebut.

d.    Memberikan nama pada makhlukhidup yang belum memiliki nama ilmiah atau nama lain

Masih banyak makhluk hidup yang belum dipelajari, penemuan-penemuan spesies baru akan diklasifikasikan dengan kesamaan ciri yang ia miliki, sehingga akan diberi nama sesuai dengan ciri yang ia miliki.

 

SISTEM KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP


Perkembangan ilmu pengetahuan dalam sistem klasifikasi mengembangkan sistem klasifikasi yanng terus berkembang semakin baik.  Berikut ulasannya,

1.    Sistem klasifikasi dua kingdom menurut C. Linnaeus

Merupakan tonggak awal pengelompokkan makhluk hidup. Linnaeus mengelompokkan makhluk hidup menjadi dua kingdom,

a.    Vegetbilia (tumbuhan()
b.    Animalia (hewan)

2.    Sistem klasifikasi tigakingdom menurut E. Haeckel

Tahun 1866, Ernest Haekel yang juga merupakan ahli ekologi mulai mempelajari kelompok protista yang bukan golongan dari tumbuhan atau hewan. Haeckel juga yang mengenalkan istilah plantae yang menggantikan nama vegetabilia. Menurut haeckel mahkluk hidup terbagi menjadi tiga kingdom,

a.    Protista
b.    Plantae
c.    Animalia

3.    Sistem klasifikasi dua kerajaan menurut Chatton

Chatton mempelajari makhluk hidup dari tinkat seluler, tahun 1925 ia mengelompokkan makhluk hidp menjadi dua keompok besar karena hasil penemuan tingkat selulernya. Menurutnya, makhluk hidup dapat dibedakan berdasarkan keadaan intiselnya,

a.    Kelompok prokaryota, yang memiliki inti tak bermembran
b.    Kelompompok eukaryota, memiliki membran inti

4.    Sistem klasifikasi empat kingdom menurut Coppeland

Berkat Chatton, Copeland menggunakan penemuannya untuk menyelidiki makhuk hidup, dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi empa kingdom,

a.    Kingdon monera yang merupakan kelompok prokaryota
b.    Kingdom protista (eukaryota)
c.    Kingdom plantae (eukaryota)
d.    Kingdom animalia (eukaryota)

5.    Sistem klasifikasi lima kingdom menurut Whittaker

Sampai sekarang, sistem klasifikasi yang dibuat oleh Whittaker masih sering digunakan sebagai acuan dalam mengelompokkan makhluk hidup. Tahun 1969, Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi lima kingdom. Whittaker mengenalkan fungi (jamur) sebagai kerajaan baru karena memiliki ciri yang berbeda yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya.

a.    Kingdon monera yang merupakan kelompok prokaryota
b.    Kingdom protista (eukaryota)
c.    Kingdom Fungi (eukaryota)
d.    Kingdom plantae (eukaryota)
e.    Kingdom animalia (eukaryota)

6.    Sistem klasifikasi enam kingdom menurut Woese dkk

Tahun 1977, Woese mempelajari kelompok monera dan menemukan bahwa tedapat dua jenis kelompok monera yang memiliki ciri utama yang berbeda, sehingga Woese mengelompokkan makhluk hidup menjadi enam kingdom,

a.    Kingdom Eubakteria
b.    Kingdom archaebakteria
c.    Kingdom protista (eukaryota)
d.    Kingdom Fungi (eukaryota)
e.    Kingdom plantae (eukaryota)
f.    Kingdom animalia (eukaryota)

7.    Sistem klasifikasi tiga domain menurut Woese dkk

Penelitian Woese berlanjut, mengamati makhluk hidup dari tingkat seluler dan menemukan bahwa tipe-tipe seluler yang dimiliki makhluk hidup memiliki kesamaan ciri tertentu. Sehingga Woese mengelompokkan makhluk hidup menjadi tiga domain yang letaknya lebih tinggi dibanding dengan kindom, yaitu:

a.    Domain Archaebakteria

Kelompok sel yang tidak memiliki membran inti dan membran orgnel, tidak memiliki dinding peptidoglikan.

b.    Domain Eubakteria

Kelompok sel yang tidak memiliki membran inti dan membran orgnel, memiliki dinding peptidoglikan.

c.    Domain eukarya

Kelompok sel yang memiliki membran inti dan membran orgnel,namun tidak memiliki dinding peptidoglikan.

8.    Sistem klasifikasi dua kingdom menurut Cavalier – Smith

Penemuan terbaru dari  Cavalier – Smith yang sekarang sedang diadaptasi untuk mengklasifikasikan makhluk hidup. Tahun 2004 Cavalier dan Smith mengelompokkan makhluk hidup menjadi enam kingdom. Penemuan mereka menemukan bahwa kelompok protista autotrof memiliki ciri yang tidak dapat disatukan lagi dengan kelompok protista lainnya sehingga dibentuk kingdom baru.

a.    Kingdon monera
b.    Kingdom protozoa(pecahan kelompok protista yang mirip hewan)
c.    Kingdom chromista (pecahan kelompok protista yang mirip tumbuhan)
d.    Kingdom Fungi
e.    Kingdom plantae
f.    Kingdom animalia

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top