Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Penjelasan Proses Perkembangbiakan Ayam Lengkap

Penjelasan Proses Perkembangbiakan Ayam Lengkap - Reproduksi atau perkembangbiakan pada ayam sama seperti kelompok ungas lainnya yaitu secara generatif melibatkan peleburan (fertilisasi) dua macam sel gamet, sperma (gamet jantan) dan ovum (gamet betina). Individu yang terbentuk akan mewarisi kedua sifat induk yang akan memunculkan sifat yang menonjol. Kombinasi genetik pada reproduksi seksual meningkatkan variasi genetik pada tingkat spesies. Reproduksi seksual menghasilkan individu baru yang tidak sama persis dengan induk.

 

Fertilisasi Internal


Peleburan sel gamet jantan dan sel gamet betina terjadi di dalam tubuh ayam betina. Pada mekanisme ini ayam akan dilengkapi dengan alat kopulasi. Alat kopulasi ini akan membantu menghantarkan pertemuan sel gamet. Ayam jantan tidak memiliki penis, kloaka merupakan alat kopulasi pada ayam jantan, begitu juga pada ayam betina. Ayam jantan melepaskan berjuta-juta sel gamet melalui alat kopulasi ke dalam alat reproduksi betina. Kemudian sel-sel sperma ini akan “berlari” mencari keberadaan ovum, hanya satu sperma yang dapat membuahi satu telur.

 

Bertelur (OVIPAR)


Embrio akan berkembang di luar tubuh induk dengan struktur yang bercangkang. Telur embrio akan dikeluarkan dari tubuh induk. Cangkang ini tersusun atas zat kapur yang melindungi telur embrio dari kehilangan air. Berkembang diluar tubuh tidak menghalangi perkembangan embrio. Telur embrio telah dilengkapi dengan kantung kuning (yolksacs) yang merupakan nutrisi untuk menyuplai perkembangan embrio selama di dalam cangkang. Ayam memerlukan waktu sekitar 21 hari untuk menetas, hal ini sangat dipengaruhi oleh suhu, pengeraman oleh induk akan membuat suhu telut tetap hangat.

 

ORGAN REPRODUKSI


Ayam jantan

Organ reproduksi pada ayam jantan meliputi:

1.    Sepasang testis

Testis terletak di dekat ginjal, bewarna kekuningan. Testis merupakan tempat produksi sperma dan hormon androgen (seks laki-laki)

2.    Epididimis

Merupakan saluran pendek yang keluar dari testis. Tempat pematangan sperma.

3.    Duktus deferens/ pas deferens

4.    Saluran sperma yang panjang keluar dari epididimis menyalurkan sperma yang telah matang menuju kloaka.

5.    Kloaka (Organ kopulasi)

Ayam jantan tidak memiliki penis, karena fertilisasi terjadi secara internal, maka diperlukanalat kopulasi untuk memasukkan sperma ke dalam tubuh ayam betina. Kloaka merupakan muara tida saluran, reproduksi, urin, dan sistem pencernaan. Kloaka berperan sebagai alat kopulasi yang akan membantu memasukkan sperma ke dalam tubuh betina. Terdapat kontrol kendali pada kloaka, ketika mengeluarkan sperma, maka pengeluaran urin dan feses ditutup, sehingga tidak dikeluarkan secara bersamaan.

Advertisement


Ayam betina

Organ reproduksi pada ayam betina tak jauh berbeda dengan hewan betina lainnya, meliputi:

1.    Ovarium

Sekitar 1000-3000 folikel telur siap untuk dimatangkan, masing-msing folikel memiliki kuning telur yang akan menjadi sumber makanan untuk embrio.

2.    Oviduk

Akan menangkap telur yang matang melalui fimbrae struktur yang terlihat seperti tangan. Oviduk merupakan tempat berlangsungnya fertilisasi. Merupakan saluran panjang, setelah fertilisasi berlangsung, zigot akan dipersiapkan sedimian rupa agar siap berkembang di luar tubuh induk. Di dalam saluran oviduk kuning telur akan di bungkus dengan cairan putih sekitar 3,5 jam. Setelah itu seluruh permukaan telur yang telah dibuahi akan  disekresikan membran atau selaput telur.

3.    Uterus

Di dalam uterus, telur yang telah dibuahi akan dilengkapi dengan cangkang.

4.    Kloaka

Pengeluaran telur yang telah dibuahi akan dirangsang oleh hormon oksitosin, telur yang telah siap dengan cangkang yang kuat akan dikeluarkan oleh induk betina melalui kloaka. Kloaka juga berperan sebagai alat kopulasi pada ayam betina yang akan menerima sperma jadi ayam jantan.

 

Perkembangan Embrio


Perkembangan embrio ayam terjadi di luar tubuh. Embrio dilengkapi dengan kuning telur yang telah dipersiapkan sebelum embrio dikeluarkan. Berkembang diluar tubuh menjadi tangtangan, karena penuh dengan ancaman mekanik dan penguapan oleh udara. Dengan demikian, embrio ayam dilengkapi dengan struktur bercangkang yang dapat menghalangi dari ancaman tersebut. Cangkang memiliki pori-pori yang memungkingkan untuk pernapasan. Pertukaran gas berlangsung di dalam selaput telur yang kaya akan pembuluh darah. Di dalam cangkang, embrio terbungkus oleh selaput embrio, amnion, yang melindungi embrio dari cairan telur. Untuk berkembang, embrio memerlukan suhu yang hangat, oleh karena itu induk ayam akan mengerami telur-telur sampai menetas.

Sumber:

http://reykiterrace.blogspot.com/2014/07/sistem-reproduksi-pada-unggas-betina.html

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top