Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Pengertian Hormon pada Manusia dan Fungsinya Secara Umum

Pengertian Hormon pada Manusia dan Fungsinya Secara Umum - Hormon berasal dari bahasa yunani yang berarti merangsang. Hormon merupakan senyawa protein yang diseksresikan oleh kelenjar buntu (endokrin) ke dalam cairan tubuh (darah).  Hormon dihasilkan oleh sel-sel kelenjar yang terdapat dibeberapa bagian tubuh. Hormon disebut juga sebagai sistem edokrin yang disebut juga sebagai kelenjar buntu, hal ini karena tidak memiliki saluran pengelurannya. Oleh karena itu, pengangkutan hormon akan dibawa oleh peredarah darah. Hormon membawa pesan-pesan yang akan mempengaruhi sel target (sel yang dituju) dalam melakukan metabolisme. Ketika hormon sampai di sel tagetnya (beda hormon beda sel target) hormon akan mempengaruhi proses sintesis protein dan metabolisme dalam sel target. Pengaruh yang ditimbulkan oleh kerja hormon sangat lambat, sangat berbeda dengan sistem saraf yang sangat cepat dalam penyampaian pesan. Hal ini karena pesan-pesan kimiawi yang dibawa oleh hormon berhubungan dengan kematangan fisik dan pertumbuhan yang memerlukan waktu yang lebih lama dibanding pesan yang dibawa oleh saraf. Kelenjar hormon pada manusia trsebar dibeberapa bagian tubuh, yang akan mensekresikan hormon yang berbeda untuk mempengaruhi metabolisme sel target (sel tujuan).

1.    KELENJAR PINEAL


Kelenjar ini disusun atas sekumpulan massa jaringan kecil di dekat pusat otak mamalia (hampir ke permukaan otak). Kelenjar pineal mensekresikan hormon melatonin yang berfungsi:

•    Mempengaruhi pigmentasi (warna) pada kulit
•    Mengatur jam biologis

Kelenjar pinelal sangat sensitif terhadap cahaya. Produksi hormon melatonin di pineal sangat dipengaruhi oleh cahaya. Hormon melatonin akan diproduksi dengan intensitas cahaya yang rendah (gelap) oleh karenanya malam hari merupakan waktu optimum untuk memproduksi melatonin dengan mematikan lampu saat tidur.

2.    KELENJAR HIPOTALAMUS


Hipotalamus merupakan bagian dari otak depan (Diencephalon) yang terletak di bawah talamus yang merupakan bagian dasar otak. Hipotalamus memainkan peran penting dalam integrasi antara sistem hormonal dan sistem saraf. Hipotalamus akan menerima sinyal/pesan dari sistem saraf dan kemudian hipotalamus akan mengirimkan pesan-pesan pada kelenjar hormon pituitari atau kelenjar lain (sesuai dengan kondisi lingkungan)untuk merespon pesan-pesan tersebut. Sel-sel pembebas hormon di hipotalamus akan disekresikan (dikeluarkan) yang akan mengatur aktivitas dari kelenjar hipofisis. Sel-sel hipotalamus merupakan kelompok sel-sel neurosekresi (saraf-hormon) yang mensekresikan dua jenis hormon, hormon pembebas (releasing hormone) yang akan mengatur pituitary untuk mensekresikan hormon; dan hormon penghambat (inhibiting hormon) yang membuat pituitary berhenti mensekresikan hormon.

3.    KELENJAR PITUITARI ATAU HIPOFISIS


Hipofisis atau pituitary merupakan organ kecil yang berfungsi sebagai organ endokrin terletak di dasar hipotalamus. Dulu, kelenjar ini dikenal sebagai “the master of gland” karena menghasilkan sejumlah hormon yang mengndalikan kelenjar endokrin lainnya. Namun pada kenyataannya, kelenjar pituitary sendiri tunduk atas perintah hpotalamus. Pituitary terbagi menjadi tiga bagian yang masin-masing mensekresikan hormon yang berbeda.

3.1.    Bagian anterior (adenohipofisis)

Merupakan bagian yang terletak di bagian depan. Bagian ini mensekresikan sejumlah hormon yang berbeda pengatur pertumbuhan, yaitu:

3.1.1.    Growth hormon (hormon pertumbuhan)

Disebut jugadengan istilah somatotrofin hormon. Growth hormone (GH) merupakan hormon yang berfungsi untuk mengatur pertumbuhan. Sel target dari GH ialah sel-sel tulang. Sekresi hormon ini sangat aktif padamasa pertumbuhan (anak-anak).  Jika jumlah hormon ini disekresikan terlalu banyak (hipersomatotrof) maka akan menyebabkan pertumbuhan raksasa (gigantisme, besar), namun jika pada orang dewasa akan menyebabkan akromegali yang ditandai dengan tulang tengkorak yang besar dan tebal. Sebaliknya, jika kadar hormon ini terlalu sedikit (hiposomatotrof) pada masa pertumbuha maka akan menyebabkan kekerdilan (dwarfisme).

3.1.2.    Tiroid Stimulating Hormon (TSH, hormon perangsang tiroid)

Merupakan hormon yang akan merangsang kelenjar tiroid untuk mensekresikan hormon lainnya.

3.1.3.    Prolaktin

Merupakan hormon yang disekresikan pada aliran darah yang akan merangsang glandula mamae (kelenjar susu) untuk memproduksi dan mensekresikan air susu. Sekresi hormon ini dirangsang oleh janin di dalam induk betina.

3.1.4.    Gonadotropin stimulating hormon (GSH, hormon perangsang kelenjar kelamin)

Kelompok hormon ini berfungsi merangsang kelenjar endokrin untuk mempengaruhi kelenjar kelamin. Kelompok hormon ini akan mempengruhi munculnya ciri seks sekunder pada laki-laki maupun pada perempuan. Kelompok hormon ini terdiri atas:

3.1.4.1.    Folikel stimulating hormone (FSH)

Hormon ini mempengaruhi sel-sel kelenjar kelamin untuk memproduksi sel gamet (sel kelamin) pada masa perkembangan kematangan reproduksi. Peran FSH ialah merangsang,

Testes pada Pejantan (laki-laki)    : produksi sel sperma
Ovarium pada Betina (wanita)        : pematangan sel telur (ovum) mealui folikel-folikel serta sekesi hormon estrogen di endometrium.

3.1.4.2.    Lutenizing Hormon (LH)

Sama halnya dengan FSH, hormon ini mempengaruhi kelenjar kelamin. Kerja hormon ini akan saling berantian mempengaruhi kelenjar kelamin. Fungsi LH pada,

Pejantan (laki-laki)    : merangsang testes (jamak daritestis, menghasilkan hormon testosteron
Betina (wanita)        : merangsang ovulasi (pelepasan sel telur yang telah matang) dan sekresi hormon progesteron.

3.1.5.    Adrenokortikotropik Hormon (ACTH)

Hormon ini akan merangsang kelenjar adrenal di bagian korteks ginjal untuk mensekresikan hormon lainnya.

3.1.6.    Melanosit Stimulating Hormon)

Bagian ini terletak paling ujung pada anterior dekat dengan posterior, oleh karenannya beberapa menggolongkan menjadi bagian tengah pituitari. Hormon ini merangsang pembentiukan melanin (pigmen) pada kulit yang akan dipengaruhi dengan sinar matahari. Bagian kulit yang terpapar dengan sinar matahari akan memproduksi jauh lebih banyak pigmen melanin yang erwana kehitaman.

3.2.    Bagian posterior (neurohiposisi)

Terletak di bagian belakanng, yang merupakan bagian hipotalamus yang memanjang ke bawah. Kelenjar ini mensekresikan dua hormon yang berbeda,

3.2.1.    Oksitosin

Merupakan hormo yang akan merangsang kontraksi uterus pada saat waktu kelahiran serta meransang sel-sel kelenjar susu mensekresika susu untuk laktasi (menyusui) pada manusia betina.

3.2.2.    Antidiuretik Hormon (ADH)

Disebut juga vasopresin. Berfungsi merangsang tubulus ginjal menyerap (reabsorpsi) air pada proses pembentukan urin.


Advertisement

4.    KELENJAR TIROID


Terdapat dua lobus yang terletak di ujung leher. Tersusun atas senyawa protein dan mineral iodin. Kelenjar ini menghasilkan beberapa hormon dibawah pengaturan hipotalamus melalui TSH.

4.1.    Tiroksin

Hormon ini berfungsi untuk mempengruhi proses metabolisme dalam tubuh yang sangat penting pada masa pertumbuhan. Kekurangan hormon ini pada masa anak-anak menyebabkan terjadinya kretiisme (kekerdilan), sedang jika terjadi pada saat dewasa akan terjadi miksedema yakni memiliki laju metabolisme yang rendah. Penderita miksedema memiliki kelebihan berat bahan meski ia hanya sedikit makan. Hal ini karena proses metabolisme makanan di dalam tubuhnya berlangsung  sangat lambat.

4.2.    Kalsitonin

Hormon ini berperan dalampengaturan kadar kalsium di dalam darah. Kalsium merupakan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjalankan fungsi tertentu seperti, pembekuan darah atau pertumbuhan tulang dan gigi.  Kalsium diperoleh dari makanan yang masuk ke dalam tubuh. Hormon ini berfungsi menurunkan kadar kalsium jika konsentrasi kalsium di dalam darah terlalu tinggi hingga kembali pada konsentrasi yang normal. Kalsitonin akan menurunkan kelebihan kalsium darah dengan menyimpannyadi dalam tulang.

5.    KELENJAR PARATIROID


Tersusun atas empat lobs kecl yang terletak di bawah kelenjar tiroid. Kelenjar ini mensekresikan hormon paratiroid yang juga terlibat dalam regulasi kalsium di dalam darah. Kebalikan dari hormon kalsitonin yang dihasilkan oleh tiroid, paratiroid akan meningkatkan jumlah kalsium di dalam darah. Hal ini karena asupan kalsium dari berkurang. sehingga paratiroid akan mengambil simpanan-simpanan kalsium di dalam tulang untuk memenuhi kebutuhan akan kalsium. Oleh karena itu, jika kondisi ini dibiarkan akan terjadi pengeroosan tulang (osteoporosis).

6.    KELENJAR TIMUS


Terdapat di rongga dada, ukurannya semakin mengecil seiring pertumbuhan manusia. Menghasikan hormon timusin yang berfungsi merangsang pematangan limfosit T dan perkembangan sistem imun di dalam jaringan limfa.

7.    KELENJAR PANKREAS


Menghasilkan dua hormon yang dihasilkan oleh sel-sel yang berbeda, berfungsi untuk pengaturan kadar gula di dalam darah.

7.1.    Insulin, dihasilkan oleh sel beta (ß-cells). Berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah jika jumlahnya di atas normal dengan merangsang pembentukan glikogen (polimer glukosa) di dalam hati dan sel otot.

7.2.    Glukagon, dihasilkan oleh sel alpha (α-cells). Bekerja berlawanan dengan insulin. Glukagon akan meningkatkan kadar gula dalam darah jika asupan glukosa berkurang, dengan cara marangsang sel-sel hati dan otot untuk merombak glikogen yang merupakan cadangan gula, menjadi glukosa yang akan diedarkan untuk memenuhi kebutuhan sel.

8.    KELENJAR ADRENAL


Terbagi menjadi dua,

8.1.    Bagian korteks ginjal

Menghasilkan hormon

8.1.1.    Aldosteron atau mineralokortikoid Hormon

Merangsang regulasi (pengaturan) kadar air dan mineral di dalam darah

8.1.2.    Kortisol atau glukokortikoid hormon

Meningkatkan kadar glukosa dalam darah dengan mengatur reabsorpsi glukosa dari urine primer.

8.1.3.    Androgenkortikoid hormon

Menghasilkan androgen, hormon pembentuk hormon kelamin.

9.    Bagian Medula Ginjal


Menghasilkan hormon epinefrin dan norepinefrin yang akan mempengaruhi sel hati untukmenaikkan kadar glukosa; meningkatkan aktivitas metabolisme dengan merangsang sel otot (aktif bergerak); dan akan menyempitkan pembuluh darah guna meningkatkan ritme pernapasan.

10.    KELENJAR GONAD


10.1.    Ovarium (pada wanita)

Wanita normal memiliki sepasang ovrium, kanan-kiri. Organ ini merupakan tempat pematangan sel telur (ovum) dan juga merupkan kelenjar kelamin pada wanita yang akan mensekresikan hormon ke dinding rahim (endometrium). Produksi hormon pada ovarium dipengaruhi oleh hipotalamus melalui gonadotropin stimulating hormon di hipofisis. Hormon yang dihasilkan ovarium:

10.1.1.    Estrogen

Berfungsi merangsang pertumbuhan endometrium. Dan memunculkan ciri seks sekunder pada wanita seperti:

-    Pembesaran pinggul dan kelenjar mamae (payudara)
-    Suara melengking
-    Pertumbuhan rambut di area intim.
-    Pertumbuhan sel lemak.

10.1.2.    Progesteron

Berfungsi mempertahankan dinding rahim (endometrium) untuk persiapan implantasi (masuk) embrio jika terjadi pembuahan.

10.2.    Testis (pada laki-laki)

Laki-laki normal memiliki sepasang testis (jamak: testes). Testes dilindungi oleh skrotum, letaknya berada di luar tubuh. Sama halnya seperti pada ovarium pada wanita, testis merupakan kelenjar kelamin pada laki-laki yang menghasilkan hormon testosteron yang dikontrol oleh hipotalamus. Testosteron berfungsi untuk merangsang pembentukan sperma; dan memunculkan ciri seks sekunder pada laki-laki, yaitu:

-    Suara membesar
-    Tumbuh jakun
-    Pertumbuhan sel otot
-    Pertumbuhan rambut di area intim

Sumber:

Campbell, N.A. dkk. 2004. Biology Third Ed. Erlangga. Jakarta
http://www.mhhe.com/biosci/ap/holehaap/outlines/chapt13.pdf

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top