Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Pengertian dan Fungsi Hormon Giberelin Lengkap

Pengertian dan Fungsi Hormon Giberelin Lengkap - Giberelin hormon pertumbuhan yang ditemukan pada tumbuhan da juga kingdom fungi. Padatumbuhan, hormon ini disintesis di meristem apeks akar dan daun muda tanaman, biji juga ditemukan sebagai tempat produksi hormon ini.  Awal penemuan hormon ini ialah pada tanaman “padi benih bodoh” yang mengalami pertumbuhan dengan tinggi batang tidak normal. Pada tahun 1926 E. Kurosawa peneliti jepang berhasil mengisolasi senywa yang meyebabkan pertumbuhan pada tanaman padi tersebut. Senyawa tersebut dihasilkan oleh jamur dari marga Gibberella. Pada 1930, para ilmuwan jepang meyakini bahwa fungilah yang menyebabkan pemanjangan batang pagi secara berlebihan melalui senyawa yang disekresikannya, disebut dengan giberelin. Penelitian lebih lanjut oleh ilmuwan barat menunjukkan bahwa giberelin juga disintesis oleh tumbuhan meski jumlahnya jauh leih sedikit. Gibereli memainkan peranan penting dalam pertumbuhan dan differensiasi sel. Fungsi giberelin pada tumbuhan ialah sebagai berikut:

Pemanjangan batang. Giberelin merangsang pertumbuhan pada daun dn batang, da sedikit berpengaruh pada pertumbuhan akar (meski  disintesis diakar). Pada batang, gibberelin merangsang pemanjangan sel dan pembelahan sel batang. Gibereli dan auksin berekerja secara sinergis pada batang yag sedang tumbuh, mempengaruhi pertumbuhan batang. Terapi giberelin dapat diberikan pada tumbuhan yang mengalami pertumbuhan kerdil. Giberelin akan memacu pertumbuhan tumbuhan kerdil tersebut. Ketika tumbuhan beralih ke pertumbuhan organ reproduktif, terjadi lonjakan giberelin yang akan memacu pemanjangan batang lebih cepat. Hal ini dimaksud untuk menopang jumlah bunga yang terbentuk lebih banyak.

Pertumbuhan buah. Kerjasama antara giberelin dan auksin juga berperan dalam pembentukan buah.

Perkecambahan. Giberelin dipercaya dapat mematahkan dormansi pada biji. Ditemukan kadar giverlin yang tinggi pada benih. Setelah imbibisi (masuknya air) pada biji, akan membebaskan giberelin  dan merangsang biji untuk berkecambah yang ditandai dengan munculnya koleoptil ppada biji, radikula (bakal akar) dan plumula (bakal batang dan daun). Untuk mendukung proses perkecambahan, maka dibutuhkan kondisi lingkungan khusus oleh tumbuhan seperti faktor cahaya dan suhu. Intensitas cahaya dan suhu yang rendah akan menbantu gibberelin mengakhiri masa dormansi biji. Giberelin pada tanaman sereal membantu pertumbuhan benih dengan merangsang sintesis enzim α-amilase, yang merupakan enzim pencernaan berfungsi memecah simpanan karbohidrat untuk pertumbuhan benih.

Advertisement


Pembentukan buah tanpa biji. Penyemprotan giberelin pada buah yang sedang berkembang dapat meniadakan biji pada buah tersebut. Hal ini telah diaplikasikan pada buah anggur dan beberapa buah lainnya yang menjual buah tanpa biji. Giberelin akan menghambat pertumbuhan biji dalam buah. Peristiwa ini dikenal dengan istilah partenokarpi, yakni pembentukan buah tanpa biji. Penyemprotan giberelin pada buah juga dapat merangsang produksi buah jauh lebih banyak serta mempertahankan kondisi buah dari pebusukan setelah dipanen.

Pembungaan. Giberelin akan memicu proses pembungaan pada tumbuhan berbunga. Ketika lingkungan kurang mendukung pertumbuhan beberapa tumbhan akan membentuk roset 9batang pendek dengan ruas- ruas batang yang banyak dan pendek). Giberelin akan memacu pertumbuhan batang dengan cepat ketika musim bunga, sehingga dengan batang yang tinggi ini akan mendukung pembungaan. Ruas – ruas batang yang banyak dan panjang akan menjadi tempat – tempat munculnya bunga. 

Mengatur ekspresi sexual pada tumbuhan. Kerja sama antara giberelin dan auksin merupakan suatu kombinasi dua hormonal yang akan mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan. Salah satunya dalam kontrol ekspresi seks pada tanaman dioecious (berkelamin ganda, jantan dan betina). Tumbuhan berkelamin tunggal (gynoecious) memiliki kombinasi kadar giberelin yang lebih rendah dibanding auksin. Pada kondisi demikian, dapat menginduksi pembentukan bunga jantan pada tumbuhan. Efek penggunaan kombinasi hormon ini diterapkan pada tanaman timun yang direkayasa dengan dibuat menjadi memiliki kelamin jantan. Applikasi ini dimulai ketika pembentukan serbuk sari, penyemprotan giberelin akan menginduksi buah yang terbentuk memiliki kelamin jantan.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top