Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Pengertian dan Fungsi Hormon Estrogen Lengkap

Pengertian dan Fungsi Hormon Estrogen Lengkap - Estrogen merupakan kelompok hormon steroid (tersusun atas kolesterol), dengan demikian estrang larut dalam lemak. Hormon estrogen merupakan salah satu hormon yang sebagian besar dihasilkan oleh kelenjar kelamin wanita. Meski demikian, laki-laki juga memiliki hormon ini dalam kadar yang amat terbatas. Hormon ini bertanggung jawab penuh dalam perkembangan organ reproduksi dan munculnya ciri seks sekunder pada wanita, selain itu membantu beberapa proses metabolisme di dalam tubuh.

 

FUNGSI HORMON ESTROGEN


Secara umum hormon estrogen berpengaruh pada perkembangan kematangan organ reproduksi serta munculnya ciri seks sekunder yang membedakan wanita dengan pria. Estrogen mulai aktif disekresikan ke dalam pada masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi. Menarche (waktu menstruasi pertama kali) pada setiap gadis terjadi pada rata-rata berumur 13 tahun menjadi tanda kerja hormon ini. Estrogen akan mempersiapkan seorang wanita untuk hamil. Menstruasi adalah suatu tanda bahwa wanita tersebut sudah dapat bereproduksi. Meski demikian, kematangan organ reproduksi ini akan ditunjang dengan organ tambahan seperti kelenjar susu sebagai persiapan untuk menyusui. Perubahan fisik pada wanita dapat dijadikan sebagai acuan perkembangan kematangan seks. Ciri seks sekunder ini muncul secara bertahap seiring dengan masa pubertas. Perubahan bentuk yang dialami wanita atau ciri seks sekunder pada organ reproduksi dan beberapa bagian dalam tubuh yang muncul antara lain:

1. Tumbuhnya rambut dibeberapa bagian tubuh tertentu (alat kelamin dan ketiak)
2. Pembesaran payudara
3. Pembesaran pinggul
4. Kulit menjadi halus
5. Suara melengking
6. Estrogen merangsang pematanganrahim
7. Estrogen mempersiapkan untuk kehamilan dengan merangsang pertumbuhan dinding rahim (endometrium) untuk implantasi (masuknya embrio ke dalam rahim)
8. Merangsang kematagan fisik vagina

Selain fungsi di atas, beberapa peranan estrogen dalam tubuh antara lain”

1. Membantu mengatur suhu tubuh
2. Memperkuat memori (ingatan)
3. Membantu mengatur produksi kolesterol di dalam hati
4. Membantu menghancurkan plak-plak (sumbatan) di dalam arteri koroner (dekat jantung)
5. Membantu pertumbuhan tulang (meningkatkan massa tulang)

Advertisement

REGULASI ESTROGEN DI DALAM TUBUH


Sebelumnya telah dijelaskn bahwa ternyata laki-laki pun memproduksi estrogen, hanya saja jumlahnya sangat terbatas dan lebih menonjol hormon testosteron (hormon kejantanan). Di dalam tubuh, estrogen terdapat dalam tiga bentuk senyawa:

a. Estradiol, merupakan estrogen dengan konsetrasi terbanyak dibanding lainnya. Disintesis oleh sel-sel di dalam ovarium. Bertanggung jawab atas perkembangan payudara dan ciri seks sekunder lainnya.
b. Estron, merupakan kelompok estrogen kedua yang kadarnya jauh lebih sedikit dibanding esradiol. Estrone disintesis oleh sel-sel ovarium dan jaringan lemak.
c. Estriol , merupakan jenis estrogen yang paling sedikit kadarnya dibanding yang lain. Disintesis oleh sel-sel tubuh dengan mengubah estogen-estrogen lain.

Sintesis hormon estrogen dikontrol oleh gonadotropin releasing hormon (GnRH) atau hormon pembebas gonadotropin yang berasal dari hipotalamus. Pelepasan GnRH oleh hipotalamus akan merangsang hipofisis bagian anterior pituitary untuk melepaskan Gonadotropin Hormon (GH), berupa FSH dan LH. Folicle Stimulating hormon (FSH) akan merangsang sel kelenjar kelamin (ovarium) mulai aktif berkembang. Didalam ovarium wanita, tersimpan ratusan sel-se telur yang belum matang. Pada saat pubertas yang ditandai dengan menarche, sel-sel telur ini tiap bulannya akan dimatangkan melalui pengturan hormon di daam tubuh.

Dilepasnya FSH akan merangsang folikel-folikel sel telur terus tumbuh. Folikel ialah semacam jaringan yang melingkari sel telur tersusun atas beberapa lapis dalam rangka pematangan sel telurmelalui oogenesis (pembentukan sel telur). Sel-sel granulosit pada folikel sel telur merupakanlapisel sel terluar dari folikel.  Hadinya FSH di ovarium juga merangsang sel-sel granulosit menghasilkan hormon estrogen. Hormon yang dihasilkan oleh granulosit akan terbawa oleh aliran darah sampai pada sel-sel targetya. Estrogen akan merangsang proliferasi (pembentukan) dinding rahim (endometrium) yang mengandung banyak pembuluh darah guna persiapan implantasi bila terjadi fertilisasi (persiapan kehamilan). Seiring pertumbuhan ukuran folikel makin lama-makin mengecil, hal ini dikarenakan kadar estrogen dalam darah. Estrogen yang tinggi akan menghambat kerja FSH, sehingga dengan demikian ukuran folikel semakin mengecil. Kadar estrogen yng tinggi pula akan memicu ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) dan merangsang sekresi pembentukan hormon progesteron oleh hormon LH ke dalam darah. Sel-sel target LH ialah sel-sel teka yaitu lapisan sel kedua setelah sel granulosit. Saat kadar FSH tinggi, kadar LH sangat sedikit, LH akan merangsang pembentukan estrogen dari hormon-hoormon androgen yang dihasilkan dari dalam tubuh. Seiring waktu perkembangan, kadar estrogen makin banyakyang akan memberikan umpan balik negatif bagi FSH.

Penghambatan kerja FSH oleh estrogen membuat ukuran folikel makin mengecil dan cepat-cepat akan mengalami ovulasi. Selain itu, kadar estrogen yang tinggi akan merangsang LH untuk mensintesis hormon-hormon steroid (androgen, estrogen) menjadi progesteron yang juga akan sangat berperan pada masa kehamilan.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top