Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Pengertian dan Fungsi Hormon Auksin Lengkap

Pengertian dan Fungsi Hormon Auksin Lengkap - Istilah auksin dikenalkan untuk menjelaskan suatu senyawa kimia yang bertanggung jawab atas proses pemanjangan sel. Senyawa auksin alamia yang berhasil diekstraksi dari tumbuhan dikenal dengan senyawa asam idolasetat (indolacetic acid, IAA). Auksin memegang peranan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Apa saja fungsi auksin bagi tumbuhan??? Let’s check it out.

Auksin dan pemanjangan sel (pertumbuhan primer dan sekunder).

Auksin disintesis di dalam meristem apika (pucuk) yang didistribusikan turun ke daerah di bawahnya, daerah pemanjangan.  Auksin akan merangsang sel –sel daerah tersebut untuk terus tumbuh, memanjang. Hormon ini bekerja baik pada konsentrasi pada 10-8 sampai 10-3 M (Mol). Jika kosentrasinya terlalu tinggi justru akan menghambat proses pemanjangan sel. Konsentrasi auksin yang tinggi akan menginduksi untuk pelepasan hormon lain, etilen, yang merupakan inhibitor (penghambat) pemanjangan sel.

Auksin didistribusikan oleh jaringan parenkim, dengan kecepatan difusi sekitar 10mm/jam.  Auksin bergerak menurun, dari ujung tunas ke pangkalnya. Dalam transpotasi auksi ini dibutuhkan sejumlah energi. Mekanisme auksin merangsang pemanjangan sel ialah dengan menurunkan pH pada dinding sel sehingga dinding sel akan memiliki pH yang lebih asam. Kondisi demikian akan membuat enzim-enzim aktif sehingga akan memecah ikatan hidrogen pada mikrofibril penyusun dinding sel. Sehingga, serat-serat dinding sel akan lebih longgar (dindig sel struktur yang kuat karena anyaman serat-serat ini). Dengan demikian struktur dinding sel sekarang jauh leih plastis, yang akan membantu proses pemanjangan ukuran sel. Sel akan mengambil tambahan air melalui osmosis, dan membuat jauh lebih banyak sitoplasma dan bahan –bahan dinding sel.Auksin pada meristem apikal ini amat penting dalam menunjang pertumbuhan primer tumbuhan.

Selain memicu pertumbuhan primer, auksin juga merangsang proses pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan sekunder ialah pertuambahan ukuran batang tumbuhan, atau pertumbuhan ke arah samping (lateral). Dengan demikian, ukuran diameter batang menjadi lebih besar. Pertumbuhan sekunder ini terjadi pada kelompok gymnospermae dan dikotil, serta beberapa monokotil. Aktivitas pertumbuhan sekunder diatur oleh kambium. Auksin merangsang pembelahan sel pada kambium (meristem sekunder), dan mempengaruhi differensiasi xilem sekunder. Aktivitas pertumbuhan sekunder akan membentuk lingkaran – lingkaran, yang dapat digunakan untuk menghitung usia tumbuhan tersebut, disebut dengan lingkaran tahun.

DOMINASI APIKAL. Auksin merangsang pertumbuhan pemanjangan sel di cabang utama, sehingga dengan demikian auksin menghalangi pembentukan cabang lateral (tunas aksiler).  Halini dapat diatasi dengan memotong / membuang bagian utama batang, dengan demikian kadar auksin menjadi rendah, dan tunas aksiler dapat berkembang.

PEMBENTUKAN AKAR LATERAL. Konsentrasi auksin yang tinggi akan menghambat pertumbuhan akar, namun akan merangsang pembentukan akar lateral (akar sekunder, akar adventif) pada tumbuhan. Pertumbuhan akar ini perting untuk menopang tubuh tumbuhan semakin kokoh.

DIFFERENSIASI SEL. Auksin  juga berperan pada daerah differensiasi. Auksin merangsang sel –sel yang telah mengalami elongasi (pemanjangan) akan berdifferensiasi menjadi sel – sel penyusun jaringan lain yang disesuaikan dengan tempatnya. Auksin berperan dalam differensiasi jaringan pengangkut (xilem dan floem) di daerah meristem. 

Advertisement


Menghambat pengguguran daun. Pangkal daun merupakan salah satu site pembuatan auksin. Kadar auksin yang tinggi akan pada pangkal daun akan menjaga daun dari pengguguran. Hal ini merupakan kebalikan dari fungsi etilen dan asam absisat yang merangsang pengguguran daun. Auksin akan menjaga daun sampai waktu tertentu dari pengguguran daun.

Selain itu auksin berfungsi mengatur pertumbuhan buah dan pembentukan primordial daun.

SIFAT – SIFAT AUKSIN

a.    Dipengaruhi oleh gravitasi

Auksin disintesis oleh meristem apikal, yang akan didifusikan keseluruh tbuh tumbuhan searah gravitasi bumi. Jika suatu kecambah diletakan ditanah, maka kadar auksin pada sisi yang menyentuhtanah akan jauh lebih banyak dibanding sisi lainnya. Akumulai auksin di daerah tersebut akan membuat pemanjangan sel pada daerah tersebut lebih cepat dibanding sisi satunya. Sehingga akan ditemukan fenomena pembengkokan pada batang muda dari kecambah tersebut yang diakibatkan oleh akumulasi auksin pada sisi tumbuhan yang dipengaruhi oleh gravitasi.

b.    Mudah rusak oleh cahaya

Senyawa auksin mudah rusak jika terpapar cahaya. Etiolasi, adalah suatu fenomena pertumbuhan kecambah yang jauh lebih cepat di daerah yang gelap (tidak ada cahaya) dibanding daerah yang terang. Jika suatu tanaman terpapar cahaya dengan berbeda intensitas, (salah satu sisi menghadp cahaya = intensitas cahaya tinggi, sedang satu sisi daerah kurang cahaya = intensitas cahaya rendah), maka akan membuat akumulasi auksi di sisi dengan penyinaran yang rendah. Hal ini akan membuat pemanjangan sel pada daerah dengan intensitas cahaya rendah akan lebih cepat dibanding salah satu sisinya. Sehingga pertumbuhan ujung batang akan membengkok seolah-olah menuju datangnya cahaya.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top