Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Pengertian dan Fungsi Hormon Adrenalin Lengkap

Pengertian dan Fungsi Hormon Adrenalin Lengkap - Pernah mendengar kalimat “adrenalin meningkat” ? Hal ini berarti kadar hormon adrenalin meningkat di dalam tubuh jika mengalami suatu peristiwa mencekam yang membuat perasaan was – was dan detak jantung meningkat.  Adrenalin disekresikan oleh kelenjar adrenal (anak ginjal) yang menempel di permukaan ginjal. Sekresi hormon ini dipengaruhi oleh hipotalamus dan pituitari depan. Kelenjar adrenal menghasilkan beberapa hormon yang mempenngaruhi metabolisme di dalam tubuh terkait dengan sikap siagayang ditujukan saat mengalami peristiwa yang dapat membahayakan tubuh. Stress muncul karena kadar adrenalin yang menigkat, dalam hal ini adrenalin akan memacu kerja jantung.

Kelenjar adrenal disebut juga kelenjar anak ginjal terletak di menempel dibagian atas organ ginjal. Kelenjar ini tersusun atas dua lobus, bagian luar korteks adrenal dan bagian tengah medulla adrenal. Kedua kelompok kelenjar adrenal ini menghasilkan beberapa hormon yang berbeda.

 

a.    KORTEKS ADRENAL


Bagian ini mensekresikan dua hormon, epinefrin (adrenalin) dan noradrenalin. Keduanya merupakan senyawa katekolamin yang merupakan turunan asam amino tirosin. Sekresi kedua hormon ini sebagai suatu respon terhadap suatu peristwa yang memunculkan stess negatif atau positif. Pelepasan kedua hormon ini ke dalam alira arah akan merangsang pengaturan metabolisme di dalam sel yang meningkat, disertai dengan peningkatan denyut jantung. dengan demikian laju metabolisme di dalam sel akan meningkat. Perasaan yang mencekam direspon oleh tubuh untuk membebaskan epinefrin dan norepinefrin, yang dapat memunculkan perasaan stress. Kadar epinefrin yang tinggi akan merangsang perombakan glikogen (cadangan gula) yang tersimpan di otot dan hati, dalam hal ini epinefrin akan merangsang hormon glukagon untuk memecah glikogen menjadi glukosa. Hasil metabolisme glikogen ini akan digunakan untuk pembentukan energi. Karena dalam situsi stess ini tubuh akan merespon dengan laju respirasi yang tinggi sehingga akan merobak semua cadangan makanan bila asupan glukosa kurang. Dapat pula epinefrin merangsang metabolisme lemak untuk bahan pembentukan energi ketika asupan dan cadangan karbohidrat minim (atau habis). Inilah kenapa seseorang yang mengalami stress cenderung akan mengalami penurunan bobot tubuh. Selain saat stress, hormon ini disekresikan ketika sedang marah, nerveous, dan juga takut. Intinya disekresikan ketika peristiwa yang membahayakan tubuh. Epinefrin dan norepinefrin bertanggung jawab atas ritme pernapasan dan denyut jantung. efek yang ditimbulkan pada kerja hormon ini yaitu melebarkan paru – paru untuk mendapatkan asupan oksigen yang cukup untuk melakukan respirasi.

 


Advertisement

b.    MEDULA ADRENAL


Sel –sel kelenjar penyusu medula adrenal berbeda dengan korteks adrenal. Medula menghasilkan bebrapa hormon yang berperan dalam metabolisme sel. Antara lain:

1.    Aldosteron (mineralokortikortropik hormon)

Hormon ini berperan dalam mengatur keseimbangan mineral dan air dalam tubuh terutama pada proses pembentukan urin.

2.    Kortisol (glukokortikortropik hormon)

Merupakan kelompok hormon adrenal yang berperan dalam metabolisme glukosa di dalam tubuh. Hormon ini merangsang penyediaan gula darah yang akan membantu hormon glukagon untuk memetabolisme cadangan gula menjadi gula sederhana.

3.    Androgen kortikortropik hormon

Merupakan hormon yang mempengaruhi sex (organ reproduksi). Hormon androgen merupakan hormon sex yang tertinggi kadarnya pada laki – laki. Pada wanita, keberadaan androgen diperoleh dari sekresi adrenal. Hormon androgen amat penting bagi perkembangan wanita, meski androgen adalah hormo yang “maskulin”. Androgen merupakan bahan pembentuk hormon estrogen dan progesteron yang memiliki peranan dalam perkembangan seks wanita. Selin itu, androgen bertanggung jawab atas pertumbuhan rambut pada wanita dan hasrat seksual (libido).

 

REGULASI SEKRESI HORMON ADRENALIN


Kondisi yang mencekam akan mempengaruhi sekresi hormon ini. Lagi –lagi di bawah pengaruh kerja hipotalamus dan pituitari. Hipotalamus mensekresikan kortikotropik releasing hormon( CRH, hormon pembebas adrenal) yang disekresikn pada bagian depan pituitari. Selanjutnya , pituitari anterior akan mensekresikan hormon ACTH (adenokortikortropik hormon) yang akan merangsang kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormon – hormonnya sesuai dengan respon yang masuk.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top