Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Sistem Pencernaan Pada Sapi (Hewan Ruminansia) dan Fungsinya

Sistem Pencernaan Pada Sapi (Hewan Ruminansia) dan Fungsinya - Hewan ruminansia (pemamah biak; seperti sapi, kambing, dll.) memiliki sistem pencernaan yang rumit dibanding herbivora lainnya. Kerumitan ini terletak pada lambung yang memiliki empat ruang. Kerumitan sistem pencernaan ini merupakan adaptasi pada kelompok herbivora seperti pada ruminansia. Tumbuhan lebih sulit dicerna dibanding daging hewan, halini karena sel tumbuhan dilindungi oleh dinding sel yang tinggi akan selulosa sehingga butuh alat yang lebih kompleks untuk dapat menyerap nutrisi dari tumbuhan. Sama seperti pada manusia, pencernaan akan melalui tahap-tahap: ingesti-digesti-absorpsi-eliminasi melalui pencernaan mekanik dan kimiawi.

Mari kita lihat bagaimana proses pencernaan makanan pada ruminansia seperti sapi!

 

1.    Mulut


Mulut dilengkapi dengan gigi-gigi yang akan mencerna secara mekanik. Ruminansia tidak memiliki gigi taring, hanya terdapat gigi seri untuk memotong dan geraham untuk menguyah makanan, ini merupakan adaptasi pada herbivora. Kelenjar ludah menghasilkan saliva yang mengadung natrium bikarbonat (pH 8,5) guna membasahi makanan dan menjaga suasana lambung rumen yang banyak mengandung mikroba. Lidah akan membantu membolak-balikan makanan dan mendorong makanan menuju esofagus.

 

2.    Esofagus


Saluran panjang akan menghubungkan dengan lambung, mengantarkan bolus dari mulut menuju lambung rumen dan retikulum. Esofagus ruminansia tidak memiliki klep sphincter seperti pada manusia.

 

3.    Lambung


Lambung ruminansia memiliki empat ruang, rumen-retikulum-omasum-abomasum. Bolus dari esofagus akan dikirim menuju rumen dan retikulum, yang merupakan ruang fermentasi. Pada ruang ini terdapat bakteri, protozoa selulolitik yang bersimbiosis untuk memecah selulosa sehingga dapat dicerna oleh enzim-enzim pencernaan pada sapi. Ruminansia tidak memiliki enzim pemecah selulosa (selulase) hal ini mengapa ruminansia bersimbiosis dengan mikroorganisme selulolitik untuk mencerna selulosa.

Keberadaan mikroorganisme ini sangat menguntungkan bagi ruminansia, selain membantu mencerna serat selulosa, mikroorganisme ini juga menghasilkan vitamin B. Selain itu mikroorganisme yang tedapat pada rumen dan retikulum menghasilkan gas metana hasil dari memfermentasi selulose, yang akan dibuang bersama feses. Gas metana yang terbuang bersama feses ini dapat dimanfaatkan sebagai biogas dan dampak negatifnya meningkatkan pemanasan global (global warming) .

Advertisement
Dari retikulum, bolus ini akan dimuntahkan kembali ke dalam mulut untuk dikunyah lagi (mamah). Itulah kenapa, kita sering melihat hewan ruminansia selalu menguyah makanan disaat mereka istirahat. Hasil pengunyahan kedua, mamahan akan diteruskan menuju lambung omasum. Mamahan ini mengandung banyak mikroorganisme dari rumen dan retikulum yang masih membantu mencerna serat pada makanan. Mamahan akan diserap kadar air dan akan dipecah menjadi partikel yang lebih kecil pada omasum. Kemudian mamahan akan memasuki ruang keempat, lambung abomasum yang merupakan lambung sebenarnya. Dinding-dinding abomasum mensekresikan getah lambung (HCL) dan enzim-enzim pencernaan seperti pada lambung manusia (renin,pepsin, dan lipase).  Sekret abomasum akan mencerna mamahan secara kimiawi menjadi partikel-partikel yang lebih sederhana. Mamahan mengandung banyak mikroorganisme yang juga sumber nutrisi dan akan dicerna oleh sekret abomasum. Hasil pencernaan dengan bantuan mikroorganisme selulolitik membuat ruminansia dapat menyerap banyak nutrisi dari tumbuhan yang dimakannya. Mikroorganisme berkembangbiak di dalam rumen sangat cepat untuk mempertahankan populasi yang stabil.

 

4.    Usus halus


Seperti pada manusia usus halus(usus kecil) terdiri dari duodenum, jejenum, dan ileum. Dinding-dinding usus halus mensekresikan enzim pencernaan untuk memecah bubur kim dari abomasum menjadi bentuk monomernya. Kelenjar pencernaan, pankreas mensekresikan enzim-enzim pencernaan (tripsin, kemotripsin, lipase,amilase) dan larutan buffer untuk menetralkan bubur kim dari lambung, sedangkan hati mensekresikan garam empedu untuk pencernaan lemak.

Sari-sari makanan (nutrisi) akan diserap masuk ke pembuluh darah jonjot vili disepanjang permukaan usus penyerapan (ileum). Jonjot vili akan memperluas bidang penyerapan nutrisi. Sedangkan sisa pencernaan akan diteruskan ke usus besar.

 

5.    Usus besar


Ampas-ampas pencernaan mengandung gas metana di dalam usus besar akan diserap kandungan air dan mengalami pembusukan seperti pada manusia. Kemudia ampas ini akan bermuara pada rektum untuk dibuang melalui anus.

Sumber:

Campbell, N.A. dkk. 2009. Biology 8th edition. Pearson Benjamin Cummings. San Francisco

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top