Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Proses atau Sistem Pernapasan Pada Katak Kecil dan Katak Dewasa

Proses atau Sistem Pernapasan Pada Katak Kecil dan Katak Dewasa - Sebagaimana anggota kelas Amphibia, katak mengalami perkembangan di dua habitat selama masa hidupnya, air dan darat. Masa kanak-kanak katak dihabiskannya dengan hidup di air. Hal ini karena struktur tubuh larva katak sangat lembek dan lembab. Hidup di  perairan akan menjaga kontur tubuh larva katak. Sebaliknya, ketika dewasa, katak akan migrasi ke daratan guna mencari mangsa. Katak merupakan predator serangga-serangga kecil. Meskipun demikian, katak dewasa tidak meninggalkan habitat perairan, katak memerlukan wilayah yang lembab untuk memjaga kulitnya tetap lembab, dan daratan menyebabkan kulit kering.

Metamorfosis yang terjadi pada kehidupan katak (air menuju darat) menyebabkan berbagai macam adaptasi yang terjadi pada organ-organ tubuh, terutama terjadi pada organ pernapasan. Kebutuhan akan oksigen senantiasa terjadi dalam perkembangan katak dan makhluk hidup lainnya. Larva katak bernapas menggunakan insang luar di permukaan tubuh yang terdiri atas lipatan-lipatan penuh kapiler pembuluh darah yang akan mengikat oksigen terlarut dalam air dan membuang karbondioksida dengan pertukaran gas. Perkembangan larva katak menjadi katak yang disiapkan dapat hidup didaratan akan menyebabkan insang hilang. Katak dewasa dilengkapi dengan tiga permukaan tubuh yang digunakan untuk pertukaran gas. Katak dewasa bernapas menggunakan lapisan kulit; paru-paru; dan lapisan rongga mulut.

Kulit katak tersusun atas membran yang tipis dengan jaringan pembuluh darah yang terletak tepat dibawahnya. Pernapasan melalui kulit membantu mencukupi asupan oksigen tersebar, terutama ketika sang katak berada di wilayah perairan. Membran tipis pada kulit memudahkan difusi oksigen mengalir masuk ke dalam tubuh dan langsung masuk ke dalam sistem sirkulasi (melalui pembuluh darah kutaneus). Ketika katak meninggalkan perairan, kelenjar mukus (lendiri) akan menjaga kelembapan kulit dengan lendir yang dihasilkan yang akan membantu pengikatan oksigen dari udara saat di daratan.
Advertisement

Katak memiliki mekanisme pernapasan yang hampir sama dengan mamalia ketika di daratan. Udara masuk melalui lubang hidung (nostril) masuk ke rongga mulut dan turun ke paru-paru. Katak tidak memeiliki tulang rusuk ataupun diafragma yang membantu pemompaan masuknya udara ke dalam tubuh seperti pada manusia. Proses masuknya udara ke dalam tubuh saat di daratan pada katak (selain terjadi pada lapisan kulit) dibantu dengan gerakan mulut. Untuk menarik udara masuk, katak akan menurunkan dasar rongga mulut sehingga akan membuat tenggorokan membesar (menggelembung). Pada saat ini lubang hidung akan membuka, udara masuk ke dalam rongga mulut yang membesar. Lubang hidung kemudian akan menutup dan udara akan diteruskan ke paru-paru melalui gerakan kontraksi dari otot-otot di dasar mulut. Proses pembuangan karbondioksida dari dalam tubuh (melalui paru-paru) terjadi saat dasar mulut turun ke arah bawah dan mendorong karbondioksida naik, masuk ke dalam rongga mulut secara perlahan. Lubang hidung membuka, dasar mulut perlahan naik dan akhirnya mendorong karbondioksida keluar tubuh melalui lubang hidung. Diantara vertebrata daratan lainnya, amphibia termasuk katak memiliki paru-paru yang kecil dan hanya ditemukan pada katak dewasa. Dengan demikian jika hanya mengandalkan paru-paru dalam pertukaran gas untuk pemenuhan kebutuhan oksigen akan kurang efektif, hal ini karena katak memiliki luas permukaan daerah respirasi untuk pertukaran gas sangat kecil (terbatas). Untuk mengatasi hal tersebut, katak dan amphibi lainnya senantiasa menggunakan permukaan tubuh (kulit) yang selalu lembab untuk memaksimalkan pemenuhan kebutuhan akan oksigen dan pembuangan karbondioksida melalui proses difusi gas pernapasan.

Alat pernapasan lainnya yang dimiliki oleh katak yaitu lapisan epitel dinding rongga mulut yang dilengkapi dengan kapiler pembuluh darah. Pertukaran gas di dalam lapisan rongga mulut terjadi sangat mudah. Pada saat katak beristirahat, pengambilan udara yang masuk ke dalam rongga mulut akan langsung berdifusi melalui lapisan mulut, hanya sedikit saja yang dialirkan ke dalam paru-paru. Pertukaran gas akan langsung terjadi di dalam lapisan rongga mulut. Suatu adaptasi yang terjadi pada katak memudahkan pemenuhan oksigen. Dengan berbagai alat pernapasan yang dimiliki katak memungkinkan proses pertukaran gas akan mudah terjadi baik ketika katak di darat atau di perairan.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top