Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Perbedaan Sel Hewan Dan Sel Tumbuhan Beserta Fungsinya

Perbedaan Sel Hewan Dan Sel Tumbuhan Beserta Fungsinya - Penemuan sel diprakarsai oleh A.V. Leeuwenhoek yang menemukan mikroskop sederhana. Mulai dari sini perkembangan penelitian tentang sel berkembang pesat. Samai diperoleh fakta dari penelitian Schleiden dan Schwann yang menyatakan bahwa, sel adalah unit strukturan dan fungsional makhluk hidup. Ini berarti bahwa baik makhluk uniseluler atau multiseluler, tubuhny tersusun atas sel dan sel adalah unit pelaksana fungsi kerja tubuh. Sel dibedakan menjadi sel prokariotik (tidak memiliki membran sel) dan eukariotik (memiliki membran sel). Sel penyusun tumbuhan dan sel hewan merupakan tipe sel eukariotik. Kedua sel ini memiliki sedikit perbedaan yang menyebabkan karakter struktur dari tumbuhan dan hewan pun berbeda.   Apa saja perbedaan pada kedua macam sel tersebut???

1.    Ukuran sel


Sel memiliki ukuran yang sangat bervariasi. Sel tumbuhan umumnya berukuran lebih besar dibanding dengan sel hewan. 

2.    Bentuk Sel


Sel tumbuhan memiliki bentuk yang tetap, dan kaku, sedangkan sel hewan sangat elastis. Hal ini karena terjadi perbedaan struktur, sel tumbuhan dibatasi oleh dinding sel yang penyusunya adalah selulosa sehingga menimbulkan struktur yang lebih kuat. Sedangkan struktur sel hewan hanya dibatasi oleh selaput permeable, membran sel. Oleh karena itu, sel hewan memiliki bentuk yang absurd, tidak tetap.

3.    Perbedaan Organel


Sel tumbuhan dan hewan memiliki perbedaan dalam kelengkapan organel-organel sel. Ada organel yang hanya ditemukan pada sel hewan dan ada yang hanya ditemukan pada sel tumbuhan, ada yang sama-sama memiliki namun kurang berkembang. Perbedaan ini menyebabkan sel tersebut memiliki kemampuan yang tidak sama. Organel-organel tersebut ialah:
Advertisement

a.    Dinding Sel (cell wall)

Dinding sel hanya ditemukan pada sel tumbuhan. Struktur dinding sel dibangun oleh senyawa selulosa, hemiselulosa, dan pektin. Struktur demikian sangat keras, bersifat impermeable (tak dapat ditembus) terhadap partikel atau senyawa kimia apapun. Oleh karena itu dengan sttruktur yang demikian rupa menyebabkan sel tumbuhan memiliki bentuk yang tetap. Lalu bagaimana proses transportasi zat pada sel tumbuhan???Dinding sel memiliki struktur yang berlubang, plasmodesmata yang akan menghubungan ruang sel satu dengan sel lain. Pertukaran atau tranportasi zat pada sel tumbuhan terjadi melalui plasmodesmata.

b.    Kloroplas

Kloroplas dan plastida lainnya hanya ditemukan pada sel tumbuhan. Kloroplas merupakan plastida yang menyimpan zat hijau daun (klorofi). Organel ini sangat penting bagi tumbuhan tingkat tinggi. Kloroplas berperan dalam proses fotosintesis, suatu metabolisme mensintesis karbohidrat dari senyawa anorganik.

Kloroplas merupakan organel kompleks dengan membran rangkap, dalam dan luar. Cairan kloroplas (stroma) menjadi tempat berlangsungnya reaksi gelap (siklus Calvin) fotosintesis. Sedangkan grana (tumpukan tilakoid yang tersebar di dalam stroma) merupkan tempat reaksi terang fotosintesis. Hal ini karena klorofil (pigmen hijau) yang dapat menangkap energi cahaya terletak di membran-membran tilakoid. Sedang pada stroma terdapat senyawa dan enzim-enzim yang dibutuhkan saat fotosintesis berlangsung. Adanya kloroplas, memberikan kemampuan kepada sel tumbuhan maupun tumbuhan itu sendiri untuk membuatnya sendiri kebutuhan pangannya melalui fotosintesis. oleh karena itu, tumbuhan tergolong makhluk autotrof. 

c.    Vakuola

Vakuola sel tumbuhan memiliki ukuran yang sangat besar, bahkan lebih besar dibanding nukleus. Vakuola berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara bahan-bahan yang akan digunakan. Selain itu, akuola bertanggung jawab dalam menjaga turgiditas sel tumbuhan. Sedangkan pada hewan umunya memiliki vakuola yang kecil atau bahkan tidak berkembang. Terdapat dua jenis vakuola, (i) vakuola kontraktil (berdenyut); (ii) vakuola nonkontraktil.

d.    Lysosom

Lisosom merupakan organel hidrolitik, berperan dalam “pencernaan sel”. Lisosom tersusun atas selapis membran, lisosom berisi enzim hidrolitik (enzir penghancur). Sehingga dengan enzim ini, lisosom akan memakan sel yang tidak digunakan. contoh hilangnya ekor berudu serta hilangnya selaput tangan. Lisosom dapat ditemukan pada kelompok sel hewan, dan jarang ditemukan pada sel tumbuhan.

e.    Sentriol

Sentriol tersusun atas tabung-tabung mitokondria yang bersusun sedemikian rupa. Sentriol dibutuhkan saat pembelahan sel hewan. Sentriol akan membentuk benang-benang spindel yang akan membagi jumlah kromosom dan membentuk cincin pembelahan. Sedangkan pda sel tumbuhan tidak ditemukan sentriol.

f.    Glioksisome

Organel ini hanya ditemukan di sel tumbuhan. Glioksisom memiliki struktur yang hampir sama dengan lisosom. Hal ini karena awal pembentukannya sama, berasal dari vesikula yang telah dilepas aparatus golgi dan mengandung senyawa kimia tertentu sesuai dengan kebutuhan. Glioksisome pada tumbuhan mengandung enzim-enzim yang berperan mengubah amilum (karbohidrat) menjadi lemak.

Sumber:

http://www.biologyexams4u.com/2013/02/difference-between-plant-cell-and.html
http://www.diffen.com/difference/Animal_Cell_vs_Plant_Cell

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top