Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Membran Sel Tumbuhan dan Hewan Beserta Fungsinya Secara Detail

Membran Sel Tumbuhan dan Hewan Beserta Fungsinya Secara Detail - All kind of cells are protected by membrane, even animal, and plant. Pada sel tumbuhan, membran sel terletak di sebelah dalam dinding sel. Pada kelomok sel yang tidak berdinding seperti sel hewan, membran sel merupakan bagian terluar yang membatasi lingkungan dengan isi sel. Membran sel bertanggung jawab dalam mengontrol senyawa yang keluar atau masuk sel. Membran sel akan memilih senyawa mana yang dapat masuk atau keluar sel, oleh karenanya memiliki sifat selektif permeable. Meski sel tumbuhan dibatasi oleh dinding sel, senyawa yang telah masuk melalui dinding akan diseleksi terlebih dahulu oleh membran sel sebelum masuk ke dalam sel.

 

STRUKTUR


Membran sel merupakan selaput selektif permeable baik pada sel tumbuhan maupun sel hewan. Pada sel hewan, membran sel membatasi dan melindungi sel dari udara luar. Membran plasma berfungsi sebagai sawar selektif yang mengatur materi tertentu masuk dan ke luar sel. Membran sel juga berfungsi terhadap pengenal dan pengaturan spesifik melalui reseptor yang terdapat di permukaan selnya. Membran sel disebut juga membran plasma tersusun atas lapisan rangkap senyawa lipid (fosfolipid dan kolesterol), protein, dan oligosakarida. Membran sel membatasi isi sel dengan lingkungan, memiliki ketebalan antara 7,5nm sampai 10nm. Fosfolipid merupakan molekul amfipatik yang terdiri atas dua rantai hidrokarbon yang bersifat hidrofobik (takut air) pada bagian ekor (lipid), dan bersifat hidrofilik pada bagian kepala (fosfat). Bagian lipid menghadap ke arah dalam sedangkan bagian kepala (fosfat) mengarah ke luar. Protein penyusun membran dibedakan menjdi dua, protei integral dan periperal. Protein integral merupakan kelompok protein yang terikat oleh lapisan lipid (hidrofobik). Sedangkan golongan protein periperal sama sekali tidak terikat dalam lapisan bilayer lipid, protein ini terikat secara longgar di permukaan sel dan mudah diekstrak dengan larutan garam. Membran sel juga disusun oleh molekul karbohidrat ada permukaan luarnya saja. Karbohidrat pada permukaan luar membran berfungsi sebagai reseptor (pengenal) sel lain.

 

FUNGSI


Membran sel memiliki fungsi penting bagi sel yaitu:

1.    Menyeleksi senyawa yang keluar dan masuk sel
2.    Tempat terjadinya reaksi kimia
3.    Transport aktif sel
4.    Pengenal bagi sel lain
5.    Melindungi dan membatasi isi sel dari lingkungan
Advertisement

TRANSPORT MELALUI MEMBRAN SEL


Dalam menyeleksi senyawa yang dapat masuk ke dalam sel, membran sel akan menyesuaikan sifatnya. Membran sel sangat permeable (boleh masuk) terhadap senyawa air, semi permeable terhadap senyawa ion dan senyawa-seyawa kecil seperti glukosa, asam amino, dan terakhir bersifat impermeable (tidak dapat masuk) terhadap senyawa-senyawa yang berukuran besar ehingga untuk memasukan tersebut akan digunakan mekanisme yan mengurang energi. Masing-masing senyawa memiliki jalur transportasi ada membran sel. Berdasarkan penggunaan energinya, macam jalur transportasi melewati membran dibedakan menjadi  dua,

a)    Transport pasif

Merupakan jenis transportasi yang tidak memerlukan energi berdasarkan zat yang berpindah makan dibedakan menjadi dua,

1.    Difusi perpindahan senyawa atau zat terlarut searah gradien konsentrasi dari yang tinggi ke konsentrasi yang rendah.

2.    Osmosis, perpindahan zat pelarut (air) searah gradien konsentrasi dari yang tinggi ke konsentrasi yang rendah melaui suatu membran selektif permeable. Perpindahan air dapat menyebakan tekanan turgor sel berubah, apabila sel hewan dimasukkan ke dalam larutan yang memiliki konsentrasi air lebih tinggi (encer) di banding sel maka sel tersebut akan pecah hal ini karena air akan masuk ke dalam sel. Sebaliknya, jika sel hewan dimasukkan ke dalam larutan hipertonij (kental) akan meyebabkansel hewan mengkerut (krenasi). Sedikit berbeda dengan sel tumbuhan, karena strukturnya dilindungi oleh dinding sel yang kaku, maka apabila sel tumbuhan dimasukan ke dalam larutan encer (kaya akan air) maka sel tumbuhan itu akan membengkak (turgid), keadaan turgid ini normal pada sel tumbuhan. Jika sel tumbuhan dimasukkan ke dalam larutan hipertonik (kental), sel tumbuhan tidak mengkerut karena struktur dinding sel yang kaku, hanya saja membran sel akan terlepas dari dinding selnya, hal ini disebut dengan plasmolisis.  

b)    Transport aktif

Transport aktif merupakan transport yang menggunakan energi hal ini karena melawan gradien konsentrasi.

1.    Pompa ion, transport melalui protein membran. Contoh pompa ion Na+-K+

Ada tiga macam pompa ion,

a.    Uniport, jika hanya satu macam ion yang dipompakan
b.    Simport, dua ion yang dipompakan secara bersamaan dengan arah yang sama
c.    Kotransport, dua ion dipompakan namun memiliki arah yang berbeda.

2.    Sitosis, ialah proses memasukkan atau mengeluarkan zat atau senyawa atau partikel yang besar dengan membentuk vesikula. Ada dua macam sitosis,

a.    Endositosis, proses memasukkan senyawa yang berukuran besar. Membran sel akan melakukan gerakan pseudopodia seperti pada Amoeba untuk memasukkan senyawa tersebut. Berdasarkan jenis senyawanya dibedakan menjadi,

•    Fagositosis, (Fag, makan), sel “makan” karena senyawa yang masuk berupa zat padat.
•    Pinositosis (pina, cair), sel “minum” senyawa yang masuk berupa zat cair.

b.    Eksositosis, proses pengeluran senyawa dari dalam sel ke luar tubuh dengan membentuk vesikula, sama seperti pembentukan vesikulan pada lisosom. Vesikula ini dapat berisi senyawa penting yang akan dikirimkan ke sel target atau sel sekitar, atau dapat pula berisikan sel patogen atau senyawa sisa yang akan dibuang dari tubuh.

Sumber:

Campbell, N.A. dkk. 2003. Biologi Jilid I. Erlangga. Jakarta.

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top