Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Ciri-Ciri Sel Darah Merah Dan Sel Darah Putih Pada Manusia

Ciri-Ciri Sel Darah Merah Dan Sel Darah Putih Pada Manusia - Sel darah merah dan sel darah putih merupakan kelompok sel penyusun darah. Sel darah merah (eritrosit) berperan dalam pengangkutan oksigen yang berdifusi masuk dari sistem pernapasan ke seluruh tubuh, serta mengangkut limbah respirasi sel (CO2) yang bersifat racun dari sel diangkut untuk dibuang ke luar tubuh. Sedangkan sel darah putih (leukosit) bertanggung jawab terhadap ketahanan tubuh, melawan dan memerangi infeksi dari patogen/senyawa yang masuk ke dalam tubuh. Keduanya memiliki struktur sel yang berbeda yang menunjang fungsi kerja sel. Bagaimana ciri/karakter struktur dari eritrosit maupun leukosit manusia????

 

ERITROSIT


Eritrosit merupakan komponen sel darah yang jumlahnya paling banyak dibanding sel darah lainnya. Setiap sentimeter kubik (cm3) darah manusia mengandung 5-6 juta sel darah merah dan sekitar 25 triliun sel dalam 5 L darah dalam tubuh manusia. Sel darah merah bertanggung jawab dalam pengangkutan oksigen dari sistem respirasi ke seluruh sel tubuh serta mengangkut karbondioksida hasil respirasi sel ke luar tubuh (sebagian besar CO2 dibawa oleh plasma darah dalam bentuk terlarut dengan air membentuk senyawa bikarbonat).

Di dalam eritrasot terkandung 33% senyawa hemoglobin, suatu protein yang berikatan dengan zat besi, yang berperan dalam pengikatan oksigen. Hemoglobin mengikat oksigen dengan membentuk senyawa oksi-hemoglobin. Selain itu, hemoglobin juga akan mengikat limbah karbon dioksida dengan membentuk karbamino-hemoglobin, namun hanya sedikit karbondioksida yang diikat oleh hemoglobin. Sebagian besar karbondioksida dibawa oleh plasma darah dalam bentuk ion bikarbonat (HCO3-). Ikatan karbonmonoksida dengan hemoglobin membentuk karboksihemoglobin, ikatan ini merupakan ikatan yang lebih kuat dan menetap dibanding dengan ikatan antara Hb-oksigen. Oleh karena itu tingginya kadar CO di udara (berpolusi) akan mengganggu proses pengangkutan oksigen ke dalam tubuh.

Sel darah merah memiliki bentuk dan stuktur yang mendukung dalam menjalankan fungsinya. Berikut adalah ciri-ciri sel darah merah:

1.    Tidak memiliki nukleus (inti sel)

Keabsenan inti sel bertujuan agar memberikan ruang yang lebih banyak bagi senyawa hemoglobin dengan demikian, senyawa hemoglobin akan semakin banyak. Semakin banyak hemoglobin maka semakin banyak oksigen yang akan diikat.

Keabsenan nukleus menyebabkan eritrosit kehilangan kemampuan bereproduksi. Sehingga pembentukan dan penghancuran eritrosit diatur oleh sel lain. Eritrosit memiliki masa hidup selama 120 hari.

2.    Tidak memiliki mitokondria

Mitokondria ialah organel sel yang berfungsi sebagai tempat respirasi seluler yang menggunakan senyawa oksigen. Keabsenan mitokondria pada sel darah merah menyebabkan penyedian ATP (energi) pada sel darah merah diperoleh melalui jalur anaerobik (tanpa oksigen). Hal ini sangat menguntungkan, karena oksigen yang diikat oleh sel darah merah tetap dalam jumlah yang maksimal (tidak berkurang), karena tidak digunakan oleh sel darah merah itu sendiri.

3.    Ukuran sel kecil

Penyesuain lainnya yaitu ukuran sel darah merah sangat kecil, sel darah merah memiliki diameter sekitar 12µm (1µ= 10-6m). Dengan ukuran yang sangat kecil ini akan memaksimalkan pengikatan oksigen. Semakin kecil ukuran sel darah merah maka semakin besar total luas permukaan sel darah dalam volume darah sehingga akan semakin banyak oksigen yang dapat diangkut.

4.    Berbentuk cakram bikonkaf

Sel darah merah memiliki bentuk bikonkaf, mencekung pada bagian tengah yang membuat luas permukaan sel darah merah meningkat.

5.    Berwarna merah-Memiliki hemoglobin

Eritrosit atau sel darah merah dinamakan berdasarkan warna yang muncul. Warna ini dipengaruhi oleh pigmen hemoglobin. Hemoglobin (Hb) merupakan protein pengikat oksigen yang mengandung besi. Selain dengan oksigen, Hb memiliki afinitas yang tinggi terhadap senyawa CO. Sehingga akan berbahaya bila suatu udara mengandung CO dalam konsentrasi yang tinggi. Hal ini akan menyebabkan tubuh keracuan, disusul dengan kematian. Hb juga mampu berikatan dengan NO. Ikatan NO-Hb tidak mengganggu pengikatan oksigen, sebaliknya ini akan menguntungkan. Senyawa NO dapat merelaksasikan dinding kapiler yang akan mempermudah pengiriman oksigen ke dalam sel.
Advertisement

LEUKOSIT


Sel darah putih berperan dalam pertahanan tubuh dari masuknya senyawa atau sel penyebab penyakit, serta akan menghancurkan sel-sel tubuh lain yang sudah tua, seperti sel darah merah yang tua. Secara normal, dalam satu mililiter kubik (mL3) darah manusia mengandung sekitar 5000 sampai 10000 sel leukosit. Leukosit dibedakan menjadi dua golongan, yang didasarkan pada jenis granula pada sitoplasma selnya. Agranulosit merupakan kelompok leukosit yang tidak memiliki granular dalam sitoplasmanya, terdiri atas sel monosit (makrofag) dan limfosit. Sedangkan kelompok granulosit adalah kelopok leukosit yang memiliki jenis granular yang spesifik di dlam sitoplasma sel. Kelompok granulosit dibedakan lagi berdasarkan bentuk inti serta sifatgranularnya, yaitu basofil, neutrofil, dan eosinofil. Ciri-ciri sel darah putih yaitu,

1.    Memiliki inti sel dan organel lainnya

Berbeda dengan sel darah merah, sel darah putih memiliki inti dan beberapa organel lainnya (mitokondria, ribosom, badan golgi, dan retikulum endoplasma) yang tidak dimiliki oleh red blood cells. Sehingga, sel darah putih memiliki kemampuan untuk bereproduksi (memperbanyak sel), menyintesis protein, serta melakukan respirasi secara aerobik (menggunakan oksigen). Hal ini akan menunjang kebutuhan leukosit yang memiliki metabolisme   yang tinggi dalam perlawanan infeksi. Sel leukosit akan bertambah jumlahnya jika terjadi serangan pada tubuh. Demam, merupakan mekanisme alami tubuh ketika terjadi infeksi, pada saat ini leukosit akan menambah jumlahnya guna memaksimalkan sistem pertahanan.

2.    Memiliki kemampuan Diapedesis

Berfungsi sebagai penjaga ketahanan tubuh serta melawan dan menyerang infeksi. Oleh karena itu, leukosit tidak menetap di dalam sirkulasi peredaran darah. Sel darah putih menghabiskan sebagian besar waktunya di luar sistem peredaran darah, berpatroli di jaringan tubuh dan sistem limfatik dimana proses pertempuran melawan infeksi terjadi. Leukosit keluar dari jaringan kapiler dengan menerobos diantara sel endotel dan masuk ke dalam jaringan ikat. Kemampuan yang dimiliki sel darah putih bermigrasi dengan menembus jaringan disebut diapedesis (dia, melalui + pedesis, menghilang). 

3.    Bersifat fagositik

Dalam rangka melawan dan menyerang invasi patogen yang masuk, leukosit mampu “memakan” patogen tersebut dan akan dihanculkan di dalam sel leukosit (fag, makan + sit, sel).

Sumber:

Campbell, N.A. dkk. 2003. Biologi Jilid III. Erlangga. Jakarta.
Junquiera, L.C. 1998. Histologi Dasar. EGC. Jakarta
http://www.funsci.com/fun3_en/blood/blood.htm#15

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top