Belajar Ilmu Pengetahuan Alam

Deskripsi Proses Pencernaan Makanan Pada Manusia Secara Singkat dan Jelas

Deskripsi Proses Pencernaan Makanan Pada Manusia Secara Singkat dan Jelas - Setiap aktivitas yang kita lakukan (kerja, belajar, perubahan posisi tubuh, tidur, makan, hingga BAB.) memerlukan energi. Energi diperoleh dari pembakaran nutrisi yang berasal dari makanan yang masuk ke dalam tubuh. Setiap sel akan membentuk energinya sendiri, baik itu makhluk uniseluler ataupun multiseluler. Berbeda dengan makhluk uniseluler, makhluk multiseluler (seperti manusia) memiliki sistem yang kompleks dalam penyediaan energi. Makanan yang mengandung senyawa karbohidrat; lemak; dan protein berada dalam senyawa kompleks, sehingga harus diubah menjadi senyawa yang paling sederhana, sedangkan mineral dan vitamin berukuran kecil jadi tidak perlu ada proses pencernaan. Oleh karena itu, terdapat sistem pencernaan khusus untuk mengolah makanan menjadi nutrisi bagi sel-sel makhluk multiseluler seperti manusia. Bagaimana sistem pencernaan pada manusia? Mari kita baca sama-sama penjelasan berikut ini.

Sistem pencernaan manusia terdiri atas beberapa organ yang digolongkan menjadi, saluran yang terdiri atas mulut, esofagus (kerongkongan), lambung, usus halus, dan usus besar. Kemudian, ada juga kelenjar, yaitu: kelenjar ludah, hati, dan pankreas.Keduanya saling bersinergi untuk menjalankan fungsi mencerna makanan.

 

1.    Mulut


Dimulai dari mulut, makanan akan diolah secara mekanik dan kimiawi (mekanik berarti menggunakan alat, sedangkan kimiawi menggunakan bantuan enzim). Pencernaan mekanik pada Mulut dilengkapi dengan 32 gigi untuk dewasa (8 seri, 4 taring, 8 geraham depan, dan 12 geraham belakang) sedangkan pada anak-anak dilengkapi dengan gigi susu yang berjumlah 20 (tanpa gigi geraham belakang). gigi-gigi ini akan menghancurkan makanan untuk pertama kali, dan terdapat lidah yang akan membantu membolak-balikan makanan, selain itu, lidah berfungsi untuk merasakan makanan serta membantu kita berbicara.

Sedangkan, proses pencernaan secara kimiawi di mulut dilakukan oleh tiga kelenjar ludah yang terletak di bawah lidah, rahang bawah, dan di bawah telinga. Kelenjar ludah ini menghasilkan saliva yang mengandung enzim ptialin. Enzim ini membantu mengubah kandungan amilum (karbohidrat kompleks/ polisakarida) menjadi glukosa (karbohidrat sederhana/monosakarida). Setelah itu, makanan akan berubah menjadi bolus  (makanan lembek), yang akan di dorong masuk menuju esofagus yang dibantu oleh epiglotis. Epiglotis akan menutup trakea dan membuka esofagus. Pastikan jangan berbicara saat menelan makanan karena akan berisiko membuka epiglotis yang menutupi trakea (jalur pernafasan) dan hal ini dapat membuat Anda tersedak.

 

2.    Esofagus


Secara perlahan bolus-bolus ini menuruni saluran yang panjang melalui gerakan peristaltik (gerakan mendorong makanan yang dibantu oleh otot-otot esofagus (otot polos)) menuju lambung.

Advertisement

3.    Lambung


Klep  (sfringter) akan membuka sehingga makanan dari esofagus masuk ke lambung. Di lambung bolus-bolus ini akan mengalami pencernaan lanjut secara kimiawi dan mekanik. Otot-otot polos penyusun lambung akan membantu mencerna secara mekanik, sedangkan secara kimiawi bolus-bolus ini akan dicerna dengan bantuan enzim dan asam lambung. Dinding lambung menghasilkan asam klorida (HCL) yang memiliki pH 2 (asam kuat) ini akan membantu untuk menghancurkan makanan, selain itu HCL akan menghancurkan patogen (penyebab penyakit), dan HCL akan mengaktifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin. Enzim pepsin ini bertugas membantu perubahan senyawa protein menjadi pepton (unsur yang lebih sederhana). Selain hal tersebut, lambung memiliki enzim renin yang berfungsi untuk memisahkan senyawa kasein dari susu. Bolus-bolus ini akan menjadi bubur yang disebut dengan kim. Kim akan diteruskan menuju usus halus melalui sfringter di ujung lambung.

 

4.    Usus Halus (intestinum)


Usus halus terdiri atas tiga bagian, usus 12 jari (duodenum), usus kosong (jejenum), dan usus penyerapan (ileum). Berbeda dengan lambung yang “suasananya” asam, usus halus memiliki pH-8 (basa). Oleh karena itu, Kim yang berasal dari lambung akan dinetralkan dulu pH-nya dengan cairan empedu yang berasal dari kelenjar Hati. Pencernaan yang terjadi pada intestinum terjadi secara kimiawi. Dinding-dinding duodenum menghasilkan beberapa enzim untuk membantu mengubah makanan menjadi unsur yang paling sederhana. Selain itu, dinding duodenum merupakan muara dari dua kelenjar pencernaan yaitu hati dan pankreas.

Hati menghasilkan cairan empedu yang fungsi lainnya membantu enzim lipase (dari pankreas) dalam pengemulsian lemak menjadi asam lemak dan gliserol.  Sedangkan pankreas menghasilkan enzim lipase, enzim amilase yang membantu mengubah amilum menjadi glukosa, dan tripsin untuk mengubah protein menjadi asam amino. Karbohidrat, lemak, dan protein yang masuk ke dalam tubuh dalam keadaan yang telah sempurna karena diubah menjadi unsur yang paling sederhana, kemudian siap diedarkan ke seluruh sel guna membentuk energi. Unsur-unsur sederhana dari makanan ini (nutrisi) akan di serap melalui usus penyerapan (ileum) dan diedarkan ke seluruh sel di dalam tubuh. Sedangkan ampas akan berlanjut menuju usus besar.

 

5.    Usus besar (Colon)  


Ampas makanan yang tak terserap akan terdorong menuju usus besar. Ampas-ampas ini akan mengalami pembusukan di dalam colon yang akan dibantu oleh bakteri baik E. coli. Bakteri ini akan memfermentasi ampas-ampas makanan sehingga akan berbau busuk, selain itu bakteri ini menghasilkan vitamin K yang penting bagi tubuh kita. Selain mengalami pembusukan, ampas-ampas ini juga akan diserap kandungan airnya. Setelah itu ampas-ampas ini akan disalurkan menuju muara anus (rektum) untuk dibuang melalui proses defekasi (buang air besar).

Share :

Facebook Twitter Google+
Back To Top